Buntut Sengketa Tanah di Cicalengka Bandung, Ratusan Orang Terancam Kehilangan Tempat Tinggal

- Jurnalis

Sabtu, 22 Maret 2025 - 17:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Kampung Simpen, Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, memasang spanduk berisi penolakan eksekusi atau penggusuran paksa. Eksekusi tanah tempat rumah-rumah berdiri akan dilakukan 8 April 2025

Warga Kampung Simpen, Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, memasang spanduk berisi penolakan eksekusi atau penggusuran paksa. Eksekusi tanah tempat rumah-rumah berdiri akan dilakukan 8 April 2025

Infobandungnews.com – Sebanyak 231 jiwa dari 83 kepala keluarga di Kampung Simpen, Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, terancam kehilangan rumah buntut eksekusi tanah sengketa.

Berdasarkan surat keputusan dari Pengadilan Negeri (PN) Bale Bandung, bangunan rumah dari puluhan kepala keluarga tersebut, direncakan akan dieksekusi pada 8 April 2025 mendatang.

Diketahui, tanah yang tepatnya berada di Persil 112, C Desa Kohir 975, menjadi sengketa setelah keluarga dari Oce Rumnasih serta Mansur (Handi Burhan) dan warga di sana, sama-sama saling klaim kepemilikannya.

Hal itu membuat sengketa tanah tersebut masuk ke ranah pengadilan pada 2011. Tahun 2023, pengadilan memenangkan keluarga Oce serta Mansur dengan tindakan eksekusi menjadi keputusannya.

Ketua RW 05 Desa Tenjolaya, Dedi Ahmad (59), mengatakan, terdapat dua RT yang terkena dampak dari hasil keputusan eksekusi sengketa tanah tersebut, yaitu RT 01 dan RT 05.

“Di RT 01 itu ada sekitar 25 kepala keluarga yang terdampak. Di RT 05, ada 58 kepala keluarga. Jadi total 231 jiwa,” ujar Dedi kepada Tribun Jabar, Kamis (20/3/2025).

Dedi mengungkapkan, meskipun keputusan eksekusi sudah turun dari pengadilan, warganya menegaskan mereka menolak keras hasil tersebut. Bahkan, warga memasang spanduk penolakan di sepanjang permukiman.

“Spanduk itu bentuk inisiatif (penolakan) warga, tidak ada unsur provokasi atau campur tangan dari pihak lain. Jadi salah satu bentuk penolakan keras eksekusi,” katanya.

Baca Juga :  Dampingi SBY dan AHY, Dede Yusuf Banggga LaVani Allo Bank Menang 3-0 Atas Jakarta BNI 46

Dengan adanya penolakan tersebut, Dedi mengatakan, warganya yang berada di tanah sengketa, belum ada satupun yang berencana untuk mengosongkan rumah atau bangunannya.

“Pada dasarnya, warga di sini menolak. Kalau bicara soal kemanusiaan sesuai dengan bunyi Pancasila, mungkin warga di sini merasa tidak dimanusiakan. Bayangkan, puluhan kepala keluarga terancam kehilangan tempat tinggalnya,” ucapnya.

Oleh karena itu, Dedi berharap pemerintah pusat dan daerah agar bisa memberikan atensi lebih pada kasus sengketa tanah yang terjadi di wilayahnya. Pasalnya, warganya saat ini hanya bisa pasrah.

“Kemarin sudah dijelaskan waktu rapat di desa. Kalau warga tetap antisipasinya paling selalu saling dukung dan bantu. Itu saja. Belum ada rencana-rencana lainnya,” ujarnya.

Kasus sengketa tanah tersebut sempat viral setelah seorang nenek berusia 80 tahun bernama Jubaedah meminta bantuan Presiden RI Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Dia minta bantuan lantaran rumahnya juga terkena eksekusi pada 8 April 2025 nanti. Selain rumah-rumah warga, SD Islam Terpadu (SDIT) Bina Muda yang telak berdiri sejak tahun 2008 pun juga terancam penggusuran.

SDIT tersebut berdiri di atas lahan 1.300 meter persegi, dan saat ini memiliki 284 siswa yang terdiri dari kelas 1 hingga kelas 6. (*)

Berita Terkait

ANDERPAS RESMI DIBUKA, AREA BAWAH FLYOVER PASUPATI DISIAPKAN JADI PUSAT KULINER DAN EKONOMI RAKYAT
BUPATI SUMEDANG LANTIK 15 CAMAT, TUJUH DI ANTARANYA PEJABAT BARU
BPBD Kota Bandung Soroti Belum Adanya Pengalihan Aliran Air dari Hulu Usai Banjir di Cipaganti
Job Fair Bedas Festival Hari Kedua, Disnaker Kabupaten Bandung Permudah Akses Lamaran Kerja melalui Dashnaker+
Job Fair Majalaya Sediakan Ratusan Lowongan, Kemenaker Apresiasi Inovasi Gerai Bursa Kerja Kabupaten Bandung
Pasar Cijerah Cerah Berbenah, Kini Lebih Bersih dan Nyaman, Food Market Hadir Hidupkan Ekonomi
Hampir 90 Guru Pensiun pada 2026, Pemkot Cimahi Perkuat Regenerasi Kepala Sekolah
Ngatiyana Percepat Operasional TPST Santion dan Lebak Saat, Cimahi Siapkan Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 16:04 WIB

ANDERPAS RESMI DIBUKA, AREA BAWAH FLYOVER PASUPATI DISIAPKAN JADI PUSAT KULINER DAN EKONOMI RAKYAT

Senin, 2 November 2026 - 15:51 WIB

BUPATI SUMEDANG LANTIK 15 CAMAT, TUJUH DI ANTARANYA PEJABAT BARU

Minggu, 1 November 2026 - 09:04 WIB

Job Fair Bedas Festival Hari Kedua, Disnaker Kabupaten Bandung Permudah Akses Lamaran Kerja melalui Dashnaker+

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Job Fair Majalaya Sediakan Ratusan Lowongan, Kemenaker Apresiasi Inovasi Gerai Bursa Kerja Kabupaten Bandung

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:47 WIB

Pasar Cijerah Cerah Berbenah, Kini Lebih Bersih dan Nyaman, Food Market Hadir Hidupkan Ekonomi

Berita Terbaru

Bandung Raya

BUPATI SUMEDANG LANTIK 15 CAMAT, TUJUH DI ANTARANYA PEJABAT BARU

Senin, 2 Nov 2026 - 15:51 WIB