MJT Koridor 5 Resmi Beroperasi, Mahasiswa Nikmati Tarif Rp2.000 dari Dipatiukur ke Jatinangor

- Jurnalis

Selasa, 27 Januari 2026 - 07:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tarif Rp2.000, Pemprov Jabar Luncurkan MJT Koridor Dipatiukur–Jatinangor dan Halte ITB Ganesha. Foto - Antara

Tarif Rp2.000, Pemprov Jabar Luncurkan MJT Koridor Dipatiukur–Jatinangor dan Halte ITB Ganesha. Foto - Antara

Infobandungnews.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai mengoperasikan Halte ITB Ganesha A dan B pada Senin ini, bersamaan dengan peluncuran layanan Metro Jabar Trans (MJT) Koridor 5 rute Dipatiukur–Jatinangor. Layanan tersebut ditetapkan dengan tarif terjangkau sebesar Rp2.000 untuk satu kali perjalanan.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Dhani Gumelar, menyampaikan bahwa pengoperasian halte dan pembukaan rute ini merupakan langkah strategis yang menyasar kalangan mahasiswa. Kebijakan tersebut mencerminkan komitmen Pemprov Jabar dalam menjadikan sektor pendidikan sebagai fokus utama pengembangan transportasi publik di kawasan Bandung Raya, melalui penerapan tarif yang ramah kantong.

Keberadaan halte di kawasan Kampus ITB Ganesha yang berada di pusat kota, ditambah kebijakan tarif khusus mahasiswa sebesar Rp2.000, dinilai sangat kompetitif karena jauh lebih murah dibandingkan biaya penggunaan kendaraan pribadi untuk perjalanan lintas wilayah yang sama.

“Mahasiswa cukup membayar Rp2.000 dengan menunjukkan kartu mahasiswa, termasuk mahasiswa ITB. Sementara untuk masyarakat umum, tarifnya diberlakukan flat Rp4.900 tanpa melihat jarak tempuh,” ujar Dhani, seraya menegaskan bahwa kemudahan akses dan keterjangkauan tarif menjadi fondasi utama layanan ini.

Koridor 5 MJT memiliki peran strategis mengingat tingginya mobilitas harian antara Kampus ITB dan Universitas Padjadjaran di Bandung dengan Kampus Unpad Jatinangor, Kabupaten Sumedang.
Dengan total panjang lintasan pulang-pergi sekitar 72,3 kilometer, tarif bersubsidi tersebut diharapkan dapat membantu menekan biaya transportasi harian mahasiswa secara signifikan.

Baca Juga :  Bandung Raya Resmi Bangun BRT, Dedi Mulyadi: Transportasi Publik Harus Modern dan Berkeadilan

Tak hanya mahasiswa, kebijakan tarif khusus juga berlaku bagi pelajar, lanjut usia, serta penyandang disabilitas.
Dishub Jawa Barat saat ini juga tengah menyiapkan skema kartu berlangganan khusus mahasiswa sebagai solusi jangka panjang, guna mendorong sistem pembayaran yang lebih terintegrasi dengan ekosistem pendidikan.

Dari sisi operasional, layanan Koridor 5 didukung oleh 25 unit bus yang beroperasi aktif serta 3 unit bus cadangan yang disiagakan setiap hari. Dengan interval kedatangan atau headway sekitar 5 hingga 10 menit, layanan ini dirancang untuk mengurangi potensi keterlambatan civitas akademika menuju kampus.

“Pada awal masa perkuliahan biasanya terjadi peningkatan jumlah penumpang. Kami akan menyesuaikan jumlah armada sesuai kebutuhan agar pelayanan tetap optimal,” kata Dhani.
Ia menambahkan bahwa evaluasi armada dilakukan secara berkala berdasarkan data lapangan untuk mencegah penumpukan penumpang, khususnya di kawasan padat seperti Jatinangor.

Melalui program MASTRAN yang mendapat dukungan dari World Bank dan AFD, pengembangan Metro Jabar Trans (MJT) diproyeksikan menjadi tulang punggung konektivitas wilayah Bandung–Sumedang. Penerapan skema Buy The Service (BTS) juga memastikan operator lebih berfokus pada mutu layanan dibandingkan target pendapatan semata.***

Berita Terkait

Yusril Ingatkan Sayembara Tangkap Begal Berpotensi Memicu Aksi Main Hakim Sendiri
Pemprov Jabar Tak Jadi Investor Tunggal BRT Bandung Raya, Dedi Mulyadi Utamakan Pemerataan Pembangunan
Kapolda Jabar Dukung Sayembara Tangkap Begal, Ajak Warga Aktif Jaga Keamanan Lingkungan
Saeful Bachri: Pengawasan Pemerintahan Harus Berdampak Nyata, Data Akurat Jadi Kunci Bantuan Tepat Sasaran
Pemprov Jabar Tegaskan Sanksi Berat bagi ASN yang Terbukti Melanggar Aturan Terkait LGBT
Saeful Bachri: Kebutuhan SMAN dan SMKN Harus Disesuaikan dengan Jumlah Penduduk
Resmi Ditutup Permanen, Jalan Diponegoro Depan Gedung Sate Tak Lagi Bisa Dilalui Kendaraan
DLH Jabar: Tumpahan Batu Bara di Pantai Pangandaran Ubah Kualitas Air Laut, Logam Berat Ditemukan di Sedimen

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:44 WIB

Yusril Ingatkan Sayembara Tangkap Begal Berpotensi Memicu Aksi Main Hakim Sendiri

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:35 WIB

Kapolda Jabar Dukung Sayembara Tangkap Begal, Ajak Warga Aktif Jaga Keamanan Lingkungan

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:51 WIB

Saeful Bachri: Pengawasan Pemerintahan Harus Berdampak Nyata, Data Akurat Jadi Kunci Bantuan Tepat Sasaran

Selasa, 14 Juli 2026 - 00:14 WIB

Pemprov Jabar Tegaskan Sanksi Berat bagi ASN yang Terbukti Melanggar Aturan Terkait LGBT

Senin, 13 Juli 2026 - 21:07 WIB

Saeful Bachri: Kebutuhan SMAN dan SMKN Harus Disesuaikan dengan Jumlah Penduduk

Berita Terbaru