Saeful Bachri: Kebutuhan SMAN dan SMKN Harus Disesuaikan dengan Jumlah Penduduk

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Saeful Bachri, S.H., M.A.P.,

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Saeful Bachri, S.H., M.A.P.,

Infobandungnews – RANCAEKEK – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Saeful Bachri, S.H., M.A.P., mengusulkan agar perencanaan kebutuhan sekolah tingkat SMA/SMK negeri di Jawa Barat ke depan didasarkan pada jumlah penduduk di setiap wilayah. Usulan tersebut disampaikan sebagai bahan evaluasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026.

Pernyataan itu disampaikan Saeful Bachri saat kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Provinsi Jawa Barat yang digelar di Kampung Depok, Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Senin (13/7/2026).

Menurutnya, pelaksanaan SPMB 2026 menunjukkan bahwa masih banyak calon peserta didik yang kesulitan memperoleh bangku di sekolah negeri akibat keterbatasan daya tampung. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah dalam menyusun kebijakan pendidikan di masa mendatang.

Baca Juga :  Saeful Bachri " Bergabung Dengan Pramuka Adalah Pilihan Tepat"

“Ke depan, kebutuhan sekolah SMA dan SMK negeri harus dihitung berdasarkan jumlah penduduk dan pertumbuhan usia sekolah di setiap daerah. Dengan demikian, ketersediaan sekolah dapat lebih seimbang dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Saeful Bachri.

Ia menilai, penambahan unit sekolah baru maupun ruang kelas baru perlu diprioritaskan di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi agar seluruh lulusan SMP memiliki kesempatan yang lebih besar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA atau SMK negeri.

Melalui usulan tersebut, Saeful Bachri berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat menjadikan data kependudukan sebagai salah satu dasar utama dalam perencanaan pembangunan sarana pendidikan, sehingga persoalan keterbatasan daya tampung yang kerap terjadi setiap pelaksanaan SPMB dapat diminimalkan.***

Berita Terkait

Hindari Putus Kuliah, KDM Usul Kenaikan Batas Gaji Orangtua bagi Mahasiswa Penerima KIP
Perjalanan Wisatawan Nusantara ke Jawa Barat Capai 112,12 Juta pada Semester Pertama 2026
Semarak HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Demokrat Kabupaten Bandung Gelar Mobile Legends Competition dalam Rangkaian Lomba Rakyat
Pemprov Jabar Evaluasi Dana Hibah Rp662 Miliar untuk Instansi Vertikal, Disesuaikan dengan Kondisi Fiskal
Bapenda Jabar Luncurkan KiosK Samsat, Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Mudah Berbasis Data Kependudukan
Biro Adpim Setda Jabar Borong Dua Penghargaan Anugerah Wiradigdaya 2026, Bukti Komitmen Tata Kelola Arsip Modern
Produktivitas Padi Organik Cianjur Meningkat, Kolaborasi Pemprov Jabar dan BI Perkuat Ketahanan Pangan
Wamen ESDM: Jawa Barat Bakal Miliki Sejumlah PSEL untuk Ubah Sampah Jadi Energi

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:13 WIB

Hindari Putus Kuliah, KDM Usul Kenaikan Batas Gaji Orangtua bagi Mahasiswa Penerima KIP

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 00:13 WIB

Perjalanan Wisatawan Nusantara ke Jawa Barat Capai 112,12 Juta pada Semester Pertama 2026

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 00:00 WIB

Semarak HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Demokrat Kabupaten Bandung Gelar Mobile Legends Competition dalam Rangkaian Lomba Rakyat

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:33 WIB

Pemprov Jabar Evaluasi Dana Hibah Rp662 Miliar untuk Instansi Vertikal, Disesuaikan dengan Kondisi Fiskal

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:46 WIB

Bapenda Jabar Luncurkan KiosK Samsat, Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Mudah Berbasis Data Kependudukan

Berita Terbaru