Saeful Bahri Dorong Pemprov Jabar Perkuat Antisipasi Kekeringan Musim Kemarau 2026

- Jurnalis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

H. Saeful Bachri. S.H., M.A.P Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jabar Fraksi Demokrat (tengah)

H. Saeful Bachri. S.H., M.A.P Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jabar Fraksi Demokrat (tengah)

Infobandungnews – Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, Saeful Bahri, mendorong pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026.

Menurut Saeful, sektor pertanian perlu menjadi perhatian utama karena berkurangnya ketersediaan air dapat mengancam produktivitas lahan dan berdampak langsung terhadap petani. Karena itu, dukungan berupa pemenuhan kebutuhan air untuk lahan pertanian harus dipastikan, khususnya di wilayah yang mulai mengalami kekeringan.

“Kami mengimbau Pemprov Jabar, terutama dinas yang terkait dengan pertanian, untuk mempersiapkan berbagai antisipasi dan dukungan berbagai program yang dibutuhkan oleh para petani,” kata Saeful kepada awak media, Minggu (23/8/2026).

Ia menuturkan, sejumlah upaya menghadapi musim kemarau sebenarnya telah disiapkan pemerintah sebelum memasuki periode puncak kekeringan. Langkah tersebut antara lain memperbaiki jaringan irigasi dan mengoptimalkan embung sebagai tempat penyimpanan cadangan air.

Selain infrastruktur air, pemerintah juga perlu memastikan ketersediaan pompa yang dapat dimanfaatkan petani di berbagai sentra produksi. Bantuan tersebut diharapkan mampu menjaga pasokan air ketika sumber air utama mengalami penurunan debit.

“Mereka sudah kita dorong dan sudah mempersiapkannya. Sehingga mudah-mudahan dengan adanya beberapa program yang disiapkan oleh Pemprov Jabar, dampak kekeringan musim kemarau tahun ini tidak mengkhawatirkan bagi para petani di Jabar,” ujarnya.

Kekeringan Mulai Berdampak di Sejumlah Wilayah

Saeful menilai langkah antisipasi perlu dilakukan lebih awal mengingat ancaman kekeringan bukan hanya persoalan yang diperkirakan akan terjadi, tetapi telah tercatat dalam laporan kebencanaan di Jawa Barat.

Baca Juga :  Dede Yusuf " Pemuda Segera Respons Perubahan "

Berdasarkan data BPBD Provinsi Jawa Barat hingga 18 Agustus 2026, tercatat sebanyak 24 kejadian bencana kekeringan di wilayah Jawa Barat.

Dalam rentang Januari hingga 18 Agustus 2026, berbagai kejadian bencana di Jawa Barat juga dilaporkan berdampak terhadap sekitar 1.998 hektare lahan. Namun, angka tersebut merupakan akumulasi dampak lahan dari berbagai jenis kejadian bencana sehingga tidak seluruhnya dapat dikategorikan sebagai lahan pertanian yang terdampak kekeringan.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bagi pemerintah untuk memperkuat mitigasi, terutama di kawasan pertanian yang sangat bergantung pada ketersediaan air.

Petani Perlu Mendapat Dukungan

Saeful berharap pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan ketika kekeringan sudah terjadi, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan dan kesiapan menghadapi musim kemarau.

Optimalisasi irigasi, pembangunan dan pemeliharaan embung, penyediaan pompa air, serta pemetaan wilayah yang rawan kekeringan dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan produksi pertanian.

Koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dinas teknis, kelompok tani, hingga pemerintah desa juga perlu diperkuat agar bantuan dan dukungan dapat segera diberikan kepada wilayah yang membutuhkan.

Dengan langkah antisipasi yang lebih terencana, diharapkan dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian dapat ditekan, produktivitas petani tetap terjaga, dan ketahanan pangan Jawa Barat dapat dipertahankan.

Hashtag

#SaefulBahri #DPRDJabar #KomisiII #JawaBarat #PemprovJabar #MusimKemarau #Kekeringan #PetaniJabar #PertanianJabar #KetahananPangan #Irigasi #Embung #KabupatenBandung

Berita Terkait

Dari Rampak Kendang Hingga Gotong Royong, Saeful Bachri Sapa Warga di RW 12 Baleendah
Masjid Tempat Pemulasaraan Kanaya Whu Bakal Dipugar dan Berganti Nama Menjadi Tajug Kanaya
AHY MACAN CUP 2026 Digelar, Dede Yusuf Dorong Lahirnya Atlet Voli Putri Berprestasi
Pemprov Jabar Kirim 100 Orang Kafilah untuk Ikuti MTQ Nasional XXXI 2026
Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
SADA JABAR Jadi Basis Data Terpadu Jabar, Pemerintah Dorong Pelayanan Lebih Tepat Sasaran
Pemprov Minta Pemkab dan Pemkot Segera Tindaklanjuti Keluhan Data DTSEN
Lapangan Gasibu Ditutup Sementara Mulai 1 September 2026, Revitalisasi Ditargetkan Rampung Awal 2027

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 14:03 WIB

Dari Rampak Kendang Hingga Gotong Royong, Saeful Bachri Sapa Warga di RW 12 Baleendah

Senin, 14 September 2026 - 13:50 WIB

Masjid Tempat Pemulasaraan Kanaya Whu Bakal Dipugar dan Berganti Nama Menjadi Tajug Kanaya

Minggu, 13 September 2026 - 09:04 WIB

AHY MACAN CUP 2026 Digelar, Dede Yusuf Dorong Lahirnya Atlet Voli Putri Berprestasi

Jumat, 11 September 2026 - 15:46 WIB

Pemprov Jabar Kirim 100 Orang Kafilah untuk Ikuti MTQ Nasional XXXI 2026

Kamis, 10 September 2026 - 10:42 WIB

Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM

Berita Terbaru

Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional membagikan 260 unit becak listrik secara gratis kepada para pengayuh becak lansia di Kabupaten Bandung, Jawa Barat

Bandung Raya

Pemkab Bandung Terima 260 Becak Listrik Bantuan Pemerintah Pusat

Selasa, 15 Sep 2026 - 08:17 WIB