13 Korban Tewas Akibat Ledakan di Garut Dibawa ke RSUD Pameungpeuk

- Jurnalis

Senin, 12 Mei 2025 - 18:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses evakuasi korban ledakan amunisi di garut. Senin (12/05/2025)

Proses evakuasi korban ledakan amunisi di garut. Senin (12/05/2025)

Infobandungnews.com – Garut. Sebanyak 13 korban tewas akibat ledakan saat pemusnahan amunisi tidak layak pakai di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, telah dibawa ke RSUD Pameungpeuk, Senin (12/5/2025).

“Jenazah 13 korban tewas sudah berada di RSUD Pameungpeuk, Kabupaten Garut,” kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, R Vini Adiani Dewi, saat dikonfirmasi di Bandung, dikutip dari Antara, Senin (12/5/2025).

Vini menyebut proses identifikasi korban meninggal dunia masih menunggu pihak TNI dan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

“Belum bisa diidentifikasi, masih menunggu pihak TNI dan DVI,” ujarnya.

Baca Juga :  Klarifikasi Jubir: Jusuf Kalla Tidak ke Iran, Fokus Hadiri Dialog Perdamaian di ASEAN

Dinkes Jawa Barat, kata Vini sejauh ini belum  menerima laporan terkait korban yang mengalami luka-luka.

Ledakan terjadi saat jajaran Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) III Pusat Peralatan TNI AD (Puspalad) melakukan pemusnahan amunisi tidak layak pakai pada pukul 09.30 WIB.

Tim penyusun sedang menyiapkan satu lubang lain di luar sumur yang digunakan untuk menghancurkan detonator atau pemicu ledakan. Tetapi saat tim penyusun munisi menyiapkan detonator, secara tiba-tiba terjadi ledakan dari dalam lubang. Sehingga ledakan di Garut ini mengakibatkan 13 orang tewas.***

Berita Terkait

Pemprov Jabar Raih Opini WTP ke-15 Kali Secara Berturut-turut dari BPK RI
Dedi Mulyadi Jawab Kritik Pembongkaran PKL di Trotoar Bandung: “Hak Pejalan Kaki Harus Dikembalikan”
Dedi Mulyadi Geram Trotoar Subang Dibongkar Lagi untuk Galian Kabel Fiber Optik
Dedi Mulyadi Pantau Penertiban Kios Di Sukajadi, Pedagang Keluhkan Relokasi Belum Jelas
Pemprov Jabar Hentikan Izin Wisata dan Perumahan di Kawasan Hutan untuk Cegah Bencana
13 Kiai di Jawa Barat Tertipu Modus Program MBG, Aset Pesantren Melayang
Dedi Mulyadi Serahkan Bantuan PIP di SLBN Cicendo, Pengawasan Dana Pendidikan Diperketat
Bayar Pajak Kendaraan Kini Bisa Lewat WhatsApp, Bapenda Jabar Permudah Layanan Digital

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:38 WIB

Pemprov Jabar Raih Opini WTP ke-15 Kali Secara Berturut-turut dari BPK RI

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:27 WIB

Dedi Mulyadi Jawab Kritik Pembongkaran PKL di Trotoar Bandung: “Hak Pejalan Kaki Harus Dikembalikan”

Senin, 18 Mei 2026 - 08:10 WIB

Dedi Mulyadi Geram Trotoar Subang Dibongkar Lagi untuk Galian Kabel Fiber Optik

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:33 WIB

Dedi Mulyadi Pantau Penertiban Kios Di Sukajadi, Pedagang Keluhkan Relokasi Belum Jelas

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:10 WIB

Pemprov Jabar Hentikan Izin Wisata dan Perumahan di Kawasan Hutan untuk Cegah Bencana

Berita Terbaru