Pemkab Bandung Hentikan Layanan SKTM, Maulana Fahmi : Kasihan Masyakarat Yang Tidak Mampu

- Jurnalis

Selasa, 10 Januari 2023 - 19:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung Maulana Fahmi

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung Maulana Fahmi " Sebelum datanya benar dan regulasinya terbentuk dengan matang, maka jalur SKTM bagi layanan kesehatan masih diberlakukan. Kasihan masyarakat miskin masih membutuhkan,"

InfobandungnewsSoreang.  Terhitung sejak 1 Januari 2023 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung telah menetapkan kebijakan tidak berlakunya surat keterangan tidak mampu (SKTM) untuk layanan kesehatan.

Hal tersebut mengundang reaksi masyarakat kurang mampu yang belum memiliki jaminan kesehatan, baik yang mandiri ataupun dari pemerintah.

Atas hal tersebut, Komisi D DPRD Kabupaten Bandung menggelar rapat koordinasi bersama dinas terkait diantaranya Dinas  Kesehatan, Dinas Sosial, RSUD dan pihak BPJS.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Maulana Fahmi  mengatakan “Rapat kerja dan koordinasi itu dilakukan jajaran komisi D, didasari adanya keputusan yang dikeluarkan Pemkab Bandung per 1 Januari 2023 melalui Dinas Kesehatan tidak memberlakukan SKTM.”  Senin 9 Januari 2023.

Menurut Fahmi Fahmi, ketika SKTM tidak diberlakukan, maka masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan tidak bisa mengakses layanan kesehatan. Oleh karena itu, pihaknya melakukan rapat kerja komisi dan koordinasi dengan dinas terkait agar keputusan itu ditahan dulu.

“Sebab, Efek dari keputusan itu, RSUD pasti tidak akan memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat yang menggunakan SKTM. Bagaimana, kasihan masyakarat yang tidak mampu,” jelas Fahmi.

Politisi PKS asal dapil empat itu mengatakan, masyarakat kurang mampu di kabupaten Bandung masih banyak dan sangat membutuhkan layanan kesehatan dengan menggunakan SKTM tersebut dan permohonannya masih tinggi.

Lebih lanjut Fahmi mengatakan, menurut data yang ada, dalam satu tahun pemohon pelayanan kesehatan melalui jalur SKTM mencapai 5000.

“Jika layanan SKTM tidak diberlakukan maka, ribuan masyarakat di Kabupaten Bandung berpotensi tidak mendapatkan layanan kesehatan. Itu yang dikhawatirkan kami,” ujarnya.

Meski demikian, Fahmi mengapresiasi pemkab Bandung yang mendapatkan Universal Health Coverage (UHC), tapi sayangnya masih banyak warga miskin yang membutuhkan jalur SKTM.

” Saya apresiasi Pemkab Bandung meraih UHC, dalam arti 96 persen warga Kabupaten Bandung telah mendapatkan jaminan kesehatan. Tapi, 4 persen dari 3,7juta penduduk itu cukup banyak,” tuturnya.

Oleh karena itu, Komisi D berharap dinas kesehatan dalam hal ini pemkab Bandung masih memberlakukan layanan SKTM, agar masyarakat tidak mampu masih tetap mendapatkan layanan kesehatan meski belum memiliki jaminan.

“Layanan SKTM harus tetap diberlakukan, karena masih dibutuhkan dan permohonan dari masyarakat khusus yang tidak mampu masih tinggi,” tegasnya.

Fahmi menambahkan, hal tersebut memang efek dari diberlakukannya UHC, sebab ada mekanisme jaminan kesehatan yang harus dijamin Pemda.

“Mekanisme dan regulasi yang menjadi dasar, saat ini sedang dimatangkan termasuk datanya sedang disingkronisasikan untuk memastikan masyarakat miskin yang akan dicover Pemda,” tambahnya.

Dengan demikian, secara tegas Fahmi mengatakan, pihaknya meminta kepada pemkab Bandung melalui dinas kesehatan agar layanan SKTM jangan dihentikan.

“Sebelum datanya benar dan regulasinya terbentuk dengan matang, maka jalur SKTM bagi layanan kesehatan masih diberlakukan. Kasihan masyarakat miskin masih membutuhkan,” pungkasnya.

Yg-IBN 001

 

 

Berita Terkait

Sorotan Publik Menguat, Proyek Perumahan Sukanagara Dihentikan Sementara
UMK Cimahi 2026 Naik 5,87 Persen Jadi Rp 4,09 Juta, Disnaker Tegaskan Tak Ada Penangguhan
Akses Vital Warga Terjawab, Jembatan Cijeruk–Mekarsari Kini Resmi Digunakan
Wali Kota Bandung Dorong Solusi Permanen Atasi Parkir Liar Lewat Penyediaan Lahan Parkir
Pemkab Bandung Barat Luncurkan SIDILAN, Layanan Administrasi Kependudukan Jemput Bola hingga Sekolah Dasar
Pemkot Bandung Ubah Nama Taman Jadi RTH, Sesuai Toponimi Wilayah
Bundaran Pemkot Cimahi Diresmikan, Pemkot Fokus Penataan Kota dan Infrastruktur
Bandung Zoo Kembali Dibuka, Terapkan Sistem Donasi Sukarela bagi Pengunjung

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:16 WIB

Sorotan Publik Menguat, Proyek Perumahan Sukanagara Dihentikan Sementara

Minggu, 11 Januari 2026 - 10:17 WIB

UMK Cimahi 2026 Naik 5,87 Persen Jadi Rp 4,09 Juta, Disnaker Tegaskan Tak Ada Penangguhan

Jumat, 9 Januari 2026 - 08:18 WIB

Wali Kota Bandung Dorong Solusi Permanen Atasi Parkir Liar Lewat Penyediaan Lahan Parkir

Kamis, 8 Januari 2026 - 17:29 WIB

Pemkab Bandung Barat Luncurkan SIDILAN, Layanan Administrasi Kependudukan Jemput Bola hingga Sekolah Dasar

Rabu, 7 Januari 2026 - 06:55 WIB

Pemkot Bandung Ubah Nama Taman Jadi RTH, Sesuai Toponimi Wilayah

Berita Terbaru