Infobandungnews.com – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (Pemkab KBB) secara resmi memperkenalkan aplikasi Sistem Informasi Daftar Pelayanan Online (SIDILAN) sebagai inovasi baru dalam pelayanan administrasi kependudukan berbasis digital. Terobosan ini dirancang untuk mendekatkan layanan langsung kepada masyarakat, bahkan hingga menjangkau lingkungan sekolah dasar.
Peluncuran aplikasi SIDILAN dilakukan langsung oleh Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, didampingi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) KBB, Hendra Trismayadi. Acara peresmian berlangsung di Kantor Disdukcapil KBB pada Rabu, 7 Januari 2026. Melalui kehadiran SIDILAN, pola pelayanan kependudukan yang sebelumnya terfokus di kantor kini bertransformasi menjadi layanan aktif dengan sistem jemput bola, sehingga masyarakat tidak lagi dibebani keharusan datang langsung ke kantor pelayanan.
Beragam kebutuhan administrasi kependudukan, mulai dari pengurusan akta kelahiran, Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), hingga dokumen lainnya, kini dapat dilayani melalui 680 Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bandung Barat. Bupati Jeje Ritchie Ismail menegaskan bahwa kebijakan ini dilatarbelakangi oleh kondisi nyata di lapangan, di mana masih terdapat kelompok masyarakat yang mengalami keterbatasan akses layanan, seperti lansia, warga yang sedang sakit, serta kelompok rentan lainnya.
“Masih ada warga yang kesulitan menjangkau layanan, misalnya lansia yang kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk datang ke kantor. Oleh karena itu, pemerintah harus hadir dengan sistem jemput bola agar seluruh warga mendapatkan hak administrasi kependudukan,” ujar Jeje.
Ia menambahkan, digitalisasi pelayanan melalui SIDILAN merupakan langkah strategis untuk mewujudkan layanan kependudukan yang inklusif, merata, dan berkeadilan. Dalam pelaksanaannya, setiap sekolah dasar ditunjuk memiliki operator SIDILAN yang telah mendapatkan pembekalan dan pelatihan dari Disdukcapil KBB. Operator tersebut bertugas mendampingi masyarakat mulai dari proses pendaftaran, penginputan data, hingga memantau perkembangan layanan secara daring dan real time.
Jeje juga mengungkapkan bahwa implementasi SIDILAN telah diuji coba di sejumlah wilayah percontohan, salah satunya Desa Situwangi. Ke depan, cakupan layanan ini tidak hanya terbatas di sekolah, namun juga akan diperluas ke rumah sakit umum serta fasilitas pelayanan publik lainnya.
“Pasca penandatanganan ini, layanan akan menjangkau 680 SD dan rumah sakit. Ini menuntut petugas Disdukcapil untuk benar-benar siap dan aktif turun langsung ke lapangan,” tegasnya.
Selain kesiapan sumber daya manusia, Pemkab Bandung Barat turut memberi perhatian pada penguatan infrastruktur digital, terutama di wilayah yang masih mengalami keterbatasan jaringan internet atau blank spot. Pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) guna memperluas jangkauan jaringan.
“Dengan SIDILAN, masyarakat tidak perlu lagi bolak-balik ke kantor pelayanan. Data dapat langsung dimasukkan dan diperbarui, tinggal memastikan akses internetnya terus kita perkuat,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Jeje berharap kehadiran SIDILAN mampu mengatasi berbagai persoalan administrasi kependudukan yang selama ini berdampak pada penyaluran bantuan sosial, khususnya bagi warga yang belum memiliki atau belum terdata Nomor Induk Kependudukan (NIK).
“Saya tidak ingin ada lagi warga yang kehilangan haknya hanya karena kendala administrasi,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Disdukcapil KBB Hendra Trismayadi menjelaskan bahwa SIDILAN dirancang untuk menghadirkan pelayanan kependudukan yang lebih mudah, cepat, dan terintegrasi. Melalui sistem ini, proses pencatatan akta kelahiran dapat dilakukan secara lebih efisien karena data langsung diinput oleh operator yang telah memiliki akun pengguna di masing-masing sekolah.
“Dengan adanya SIDILAN, layanan menjadi lebih dekat dengan masyarakat. Operator di 680 SD telah kami siapkan dan diberikan akses sistem, sehingga pelayanan administrasi kependudukan dapat berjalan lebih efektif dan efisien,” tutupnya.***









