Demokrat – PKB Sepakat Koalisi, Usung Dadang Supriatna Di Pilbup Bandung

- Jurnalis

Minggu, 19 Mei 2024 - 21:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Demokrat Deklarasi Koalisi dan sepakat usung Dadang Supriatna kembali maju di Pilkada Kabupaten Bandung 2024. Minggu (19/5/2024)

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Demokrat Deklarasi Koalisi dan sepakat usung Dadang Supriatna kembali maju di Pilkada Kabupaten Bandung 2024. Minggu (19/5/2024)

Infobandungnews.com – CIPARAY, Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bandung kembali berkoalisi di Pilkada 2024. Kedua partai sepakat mengusung Dadang Supriatna di Pilbup Bandung 2024.

Kesepakatan tersebut dilakukan dalam kegiatan silaturahmi dan deklarasi Partai Demokrat di Markas Partai Demokrat Kabupaten Bandung di Ciparay, Minggu (19/5/2024). Kedua partai tersebut langsung menandatangani kesepakatan untuk maju bersama di Pilkada 2024.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bandung, Saeful Bachri mengatakan alasan kesepakatan tersebut adalah adanya kecocokan yang telah dibangun bersama PKB. Kemudian banyak program yang baik dilakukan oleh Dadang Supriatna sebagai bupati saat ini.

Pertama mungkin chemistry yang sudah dibangun lama dengan para ketua PKB. Tapi kita punya parameter-parameter tersendiri bagaimana mengukur,” ujar Saeful kepada awak media.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bandung H. Saeful Bachri, SH. M.A.P

Menurut ketua DPC Partai berlambang mercy ini mengatakan program yang telah dijalankan Dadang Supriatna telah langsung menyentuh masyarakat. Makanya Partai Demokrat mendukung dengan adanya program tersebut.

“Program-program Kang DS (sapaan akrab Dadang Supriatna) menyentuh langsung masyarakat. Program-program terobosan yang katakanlah membantu masyarakat dalam bidang kesejahteraan,” katanya.

“Kemudian bagaimana program-program yang digulirkan oleh Kang DS selama ini benar-benar membuka ruang untuk mengurangi angka pengangguran yang ada di Kabupaten Bandung,” tambahnya.

Saeful menjelaskan atas dasar tersebut Partai Demokrat kembali meminang Dadang Supriatna untuk menjadi Calon Bupati Bandung. Sehingga kedua partai tersebut optimis menatap Pilkada 2024.

” Kang DS ini dengan Demokrat yang ingin mencari teman untuk bagaimana sama-sama memberikan kontribusi untuk membangun Kabupaten Bandung di periode 2024-2029,” ucapnya.

Pihaknya menyebutkan terdapat beberapa nama dari Partai Demokrat yang mendaftar sebagai wakil Bupati Bandung. Namun nama-nama tersebut akan digodog bersama koalisinya.

“Kami sudah membuka pendaftaran sebagai wakil. Dari internal partai ada Asep Ikhsan, Asep Hamdan dan saya sendiri sedangkan dari eksternalnya pak Dadang Supriatna yang mengambil formulir dari kita untuk calon Bupatinya,” beber saeful bachri.

“Jadi ada 4 kandidat, dan tentu ini nanti kita serahkan ke koalisi, sejauh mana koalisi akan dibangun tergantung beliau,” lanjutnya.

Ditempat yang sama Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung Dadang Supriatna menjelaskan partainya melakukan silaturahmi secara langsung dengan Partai Demokrat. Kemudian melakukan deklarasi dukungan terhadap dirinya.

“Kami bersilaturahmi dan langsung deklarasi menyampaikan dukungan secara tertulis dan kesepahaman bersama antara PKB dan Demokrat,” kata Dadang Supriatna.

Dadang mengaku setelah itu surat kesepakatan tersebut akan dikirimkan ke DPP. Kemudian nantinya DPP akan mengeluarkan surat koalisi kedua partai tersebut.

“Sehingga nanti kita dapatkan surat tugas dari DPP untuk sebagai koalisi dalam rangka mencari nanti mempersiapkan dan juga menyepakati siapa nanti wakil yang mendampingi,” ucap Dadang.

Menurutnya saat ini telah terdapat empat partai yang mengusungnya pada Pilkada 2024. Dengan harapan bisa kembali memimpin Kabupaten Bandung pada periode selanjutnya.

“Insyaallah kita sudah 4 partai berkoalisi, PKB, Demokrat, Gerinda dan Nasdem. Ini merupakan suatu awal keberangkatan agar bisa menambah semangat dan juga memotivasi untuk bisa lebih berkiprah lagi di Kabupaten Bandung periode 2024-2029,” bebernya.

“Insyaallah kita sudah 4 partai berkoalisi, PKB, Demokrat, Gerinda dan Nasdem. Ini merupakan suatu awal keberangkatan agar bisa menambah semangat dan juga memotivasi untuk bisa lebih berkiprah lagi di Kabupaten Bandung periode 2024-2029,” bebernya.

Dadang menambahkan saat ini telah menjalin komunikasi dengan PDI Perjuangan. Namun kata dia, belum melakukan tanda tangan secara resmi. “PDI secara lisan sudah,” pungkasnya. (YG-IBN001)***

Cek Berita Lainnya di Google News 

 

 

 

 

Berita Terkait

Pemekaran Kabupaten Garut: Pisahkan 42 Kecamatan jadi 2 DOB dan 1 Daerah Induk, Kamu Masuk Wilayah yang Mana?
Dede Yusuf: Demokrat Sepakat Ali Syakieb Jadi Cawabup Dampingi Kang DS di Pilbup Bandung
Gerindra Resmi Deklarasi Adhitia Yudisthira Maju di Pilwalkot Cimahi
“Alus Pisan” Koalisi Golkar, PKS dan PDIP Untuk Pilkada Kabupaten Bandung
Ciptakan Generasi Muda Tangguh, Disiplin dan Berprestasi Melalui Invitasi Bola Basket Kapolresta Bandung Cup
Saeful Bachri Sikapi PAN Gabung Koalisi Bedas Lanjutkan
Tercatat 7,1 Juta Wisatawan ke Destinasi, Berapa Pajak yang Diperoleh Kab Bandung?
Kepsek SMAN 10 Kota Bandung Jadi Tersangka Korupsi Dana BOS
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juli 2024 - 12:16 WIB

Pemekaran Kabupaten Garut: Pisahkan 42 Kecamatan jadi 2 DOB dan 1 Daerah Induk, Kamu Masuk Wilayah yang Mana?

Rabu, 17 Juli 2024 - 17:55 WIB

Dede Yusuf: Demokrat Sepakat Ali Syakieb Jadi Cawabup Dampingi Kang DS di Pilbup Bandung

Sabtu, 13 Juli 2024 - 17:38 WIB

Gerindra Resmi Deklarasi Adhitia Yudisthira Maju di Pilwalkot Cimahi

Selasa, 9 Juli 2024 - 09:04 WIB

“Alus Pisan” Koalisi Golkar, PKS dan PDIP Untuk Pilkada Kabupaten Bandung

Rabu, 3 Juli 2024 - 00:16 WIB

Ciptakan Generasi Muda Tangguh, Disiplin dan Berprestasi Melalui Invitasi Bola Basket Kapolresta Bandung Cup

Berita Terbaru

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan, guru honorer yang kena cleansing atau diberhentikan ialah mereka yang diangkat oleh kepala sekolah tanpa aturan yang sesuai. (foto- merdeka.com)

Pendidikan

Ratusan Guru Honorer di Jakarta Dipecat Mendadak, Kok Bisa?

Rabu, 17 Jul 2024 - 18:30 WIB