Tragis! Bocah SD Koma Usai Dikeroyok,Ditendang Kepala dan Dadanya Hingga Sesak Napas

- Jurnalis

Jumat, 25 November 2022 - 05:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews.com,Malang-Peristiwa bocah naas dikeroyok ramai-ramai oleh kakak kelasnya alami koma bocah itu masih di bangku sekolah kelas 2 SD.

Setelah dianiaya, korban ditemukan oleh kakek pencari rumput dengan kondisi lemas tak berdaya.

Korban bernama MWF (7) tersebut dianiaya saat pulang sekolah.

Penganiayaan tersebut dilakukan oleh para pelaku yang jumlah diperkirakan 6-7 orang pada Jumat (11/11/2022) lalu.

Aksi brutal tersebut dilakukan oleh para pelaku di depan Bendungan Sengguruh, tak jauh dari sekolah korban dan pelaku.

Saat ini kasus pengeroyokan terhadap siswa SD itu sudah dilaporkan pihak keluarga kepada kepolisian.

Peristiwa penganiayaan tersebut ternyata terjadi di Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Akibatnya, siswa tersebut sempat koma.

Video yang menampakkan kondisi MWF saat koma di rumah sakit viral di media sosial.

Dilansir Teras Gorontalo dari akun Instagram fakta.indo, menurut Edi, orang tua korban, anaknya dibawa kakak kelasnya dari parkiran sekolahnya ke tempat pengeroyokan. 

Edi menambahkan, anaknya dianiaya di depan bendungan Sengguruh tak jauh dari sekolahnya.

“Jadi pada saat diparkiran, anak saya diseret tiga atau empat anak siswa lain, yang jelas di seret ke bendungan Sengguruh di depan sekolah,” ujar Edi, orang tua korban.

Edi juga mengatakan bahwa anaknya ditendang pada bagian kepala dan dada hingga sempat sesak nafas.

Kejadian ini dibenarkan oleh Kasi Humas Porles Malang, Iptu Ahmad Taufik saat melakukan penyidikan.

“Kejadiannya pada Jumat, 11 November 2022 lalu di kawasan tidak jauh dari sekolah korban dan pelaku,” kata Ahmad.Setelah dianiaya,korban ditinggalkan oleh pelaku di sekitar lokasi pengeroyokan.

OAR(IBN002)

Berita Terkait

ASN SPPG Dipastikan Terima THR, BGN Siapkan Pengangkatan Puluhan Ribu PPPK
Tol Getaci Dongkrak Pariwisata Pangandaran, Serbuan Wisatawan Bandung dan Jakarta Tak Terelakkan
Wamen ATR/BPN Dorong Layanan Pertanahan yang Cepat, Terjangkau, dan Prudent di Kabupaten Bandung
BGN Tegaskan Tak Semua Pegawai dan Relawan SPPG Bisa Diangkat PPPK
Dampingi Presiden Resmikan RDMP, Menko AHY Tegaskan Peran Strategis Menuju Kemandirian Energi
PNS, PPPK, atau PPPK Paruh Waktu? Ini Penjelasan Sederhana dari Seorang Guru
Purbaya Pastikan Tarif BPJS Kesehatan Tak Berubah Selama Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen
Catat! Ini Daftar Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 19:33 WIB

Tol Getaci Dongkrak Pariwisata Pangandaran, Serbuan Wisatawan Bandung dan Jakarta Tak Terelakkan

Senin, 26 Januari 2026 - 11:57 WIB

Wamen ATR/BPN Dorong Layanan Pertanahan yang Cepat, Terjangkau, dan Prudent di Kabupaten Bandung

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:39 WIB

BGN Tegaskan Tak Semua Pegawai dan Relawan SPPG Bisa Diangkat PPPK

Selasa, 13 Januari 2026 - 22:12 WIB

Dampingi Presiden Resmikan RDMP, Menko AHY Tegaskan Peran Strategis Menuju Kemandirian Energi

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:30 WIB

PNS, PPPK, atau PPPK Paruh Waktu? Ini Penjelasan Sederhana dari Seorang Guru

Berita Terbaru