Pemkot Bandung Siapkan Strategi Hadapi Dampak Pembangunan BRT Bandung Raya 2026

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan

Infobandungnews.com – Kota Bandung mulai melakukan berbagai persiapan menyongsong pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya yang direncanakan mulai bergulir pada 2026. Proyek transportasi massal ini diproyeksikan mampu meningkatkan konektivitas wilayah metropolitan Bandung Raya, namun juga dinilai berpotensi menimbulkan persoalan baru, mulai dari kepadatan lalu lintas hingga keresahan sosial di tengah masyarakat.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung saat ini memfokuskan langkah awal pada penataan sektor parkir dan pedagang kaki lima (PKL). Kedua sektor tersebut dianggap sebagai aspek yang paling cepat terdampak oleh proses pembangunan BRT.

“Hal pertama yang harus kita bereskan adalah persoalan parkir dan PKL, karena keduanya pasti langsung terkena imbas pembangunan,” ujar Farhan, Rabu (28/1/2026).

Ia menilai, pembenahan perparkiran dan PKL menjadi strategi penting untuk meminimalkan potensi kemacetan serta meredam gejolak sosial selama masa konstruksi berlangsung. Oleh karena itu, Pemkot Bandung mulai menyiapkan sejumlah langkah mitigasi agar proses pembangunan dapat berjalan lebih tertib dan kondusif.

Di tengah berbagai kekhawatiran publik yang berkembang, Farhan mengakui hingga saat ini belum terdapat kepastian mengenai skema penanganan dampak pembangunan BRT. Pemerintah, menurutnya, memilih bersikap cermat dan tidak terburu-buru agar kebijakan yang diambil tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

Baca Juga :  Minimalisir Banjir, Pemkot Bandung Resmikan Kolam Retensi Rancabolang

“Banyak kegelisahan di masyarakat. Saya mohon maaf belum bisa memberi kepastian, karena kami ingin memastikan skema yang disusun benar-benar bisa diterima semua pihak,” tuturnya.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian khusus adalah Cicadas. Di wilayah tersebut, sejumlah pedagang menyatakan keberatan terhadap rencana pembangunan karena kekhawatiran akan adanya penggusuran. Farhan menilai respons tersebut sebagai hal yang wajar.

“Penolakan itu wajar, karena ada persepsi bahwa akan terjadi penggusuran. Langkah pertama yang akan kami lakukan adalah dialog, untuk mengetahui kondisi nyata serta perkembangan usaha PKL di sana,” jelasnya.

Terkait isu relokasi, Farhan menegaskan belum ada keputusan resmi dari Pemkot Bandung. “Apakah akan direlokasi atau tidak, sampai sekarang belum ada keputusan ke arah itu,” tegasnya.

Pembangunan BRT Bandung Raya diperkirakan akan membawa dampak signifikan terhadap arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan, khususnya pada koridor utama yang menjadi titik pembangunan infrastruktur.

Sekitar 21 kilometer ruas jalan diproyeksikan akan terdampak, baik selama tahap konstruksi maupun pada fase awal operasional BRT.***

Berita Terkait

Pengadilan Agama Bandung Sahkan Status Adopsi Arkana, Ridwan Kamil Resmi Jadi Orang Tua Tunggal Secara Hukum
Ngatiyana Resmi Buka MPLS 2026, Tekankan Sekolah Harus Aman, Ramah, dan Berkualitas
Pria Asal Kabupaten Bandung Ditemukan Meninggal di Kings Shopping Center, Polisi Lakukan Penyelidikan
Pemkab Garut Bersiap Kembali Buka Beasiswa “Satu Desa Satu Sarjana” 2026
Viral Kopdes Merah Putih Disebut Berdiri di Puncak Gunung, Pemdes Gunungmasigit Akhirnya Buka Suara
Puluhan KK Tercatat di Restoran dan Tempat Karaoke, Bandung Perketat Verifikasi Domisili SPMB
Warga Padalarang Blokade Gerbang Pabrik, Protes Dugaan PHK Sepihak Delapan Pekerja Lokal
Jelang Reaktivasi Bandara Husein, Pemkot Bandung Genjot Perbaikan Infrastruktur dan Akses Transportasi

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:08 WIB

Pengadilan Agama Bandung Sahkan Status Adopsi Arkana, Ridwan Kamil Resmi Jadi Orang Tua Tunggal Secara Hukum

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:26 WIB

Ngatiyana Resmi Buka MPLS 2026, Tekankan Sekolah Harus Aman, Ramah, dan Berkualitas

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:11 WIB

Pria Asal Kabupaten Bandung Ditemukan Meninggal di Kings Shopping Center, Polisi Lakukan Penyelidikan

Selasa, 14 Juli 2026 - 00:20 WIB

Pemkab Garut Bersiap Kembali Buka Beasiswa “Satu Desa Satu Sarjana” 2026

Rabu, 8 Juli 2026 - 07:14 WIB

Viral Kopdes Merah Putih Disebut Berdiri di Puncak Gunung, Pemdes Gunungmasigit Akhirnya Buka Suara

Berita Terbaru