Dede Yusuf dan Kemenparekraf Bincang Kreatif di Majalaya

- Jurnalis

Sabtu, 4 Mei 2024 - 09:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews.com- Kemenparekraf RI menggelar bincang kreatif bagi para pelaku UMKM di Kabupaten Bandung. Tempatnya di Los 135 Cafe and Resto di Jl Majalaya, Kab Bandung (3/5/2024).

Acara dibuka Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf Macan Effendi. Turut hadir
Amin Abdullah, direktur kreatif film, musik, dan animasi Kemenparekraf.

Hadir juga Dr M Hailuki, ketua Imah Rancage, rumah aspirasi Dede Yusuf di dapil Jabar II. Lalu, tampil sebagai narasumber praktisi media digital dan penerbitan Saeful Bachri.

“Tak bisa dipungkiri, masa depan ekonomi Indonesia bertumpu pada ekonomi digital,” kata Dede Yusuf saat tampil di acara tersebut.

Ekonomi digital, kata politikus senior Partai Demokrat ini, salah satunya bertumpu pada ekonomi kreatif. Ada 17 subsektor ekonomi kreatif, salah satunya penerbitan berbasis digital.

Dede Yusuf, perwakilan Kemenparekraf, narasumber, dan peserta bincang kreatif

“Penerbitan buku cetak, penerbitan koran cetak, dan sejenisnya kini beralih menjadi berbasis digital,” katanya. Ini peluang sekaligus tantangan.

Penerbitan konvensional seperti buku dan koran memerlukan rantai distribusi. Daya jangkau bacaannya juga terbatas.

“Begitu jadi e-book, penerbitan berbasis digital aksesnya bisa jutaan orang di seluruh dunia,” tegas wakil rakyat dari dapil Jabar II, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat ini.

Saeful Bachri dalam pemaparan mengaku pernah menerbitkan buku yang best seller. Saat itu praktis tidak ada saingan. Begitu era digital, penjualan buku tersebut anjlok.

“Sekarang buku tersebut sudah diterbitkan ke e-book, tapi pola penjualan dan pendapatannya berbeda sama sekali,” kata Saeful Bachri. (Adg006)

 

Berita Terkait

Dorong Praja IPDN Jadi ASN Unggul dan Adaptif untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
BGN Kaji Ulang Insentif Rp6 Juta per Hari untuk Dapur MBG, Anggaran Bahan Baku Tetap Aman
Dapur MBG Membengkak, Pemerintah Evaluasi dan Kaji Penutupan SPPG Berlebih
Demokrat Bantah Keras Isu “Dua Kolonel Usulan AHY” di Kasus Korupsi MBG, Sebut Fitnah Tak Berdasar
Rupiah Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Bus Pariwisata Jabar Mulai Kurangi Operasional Armada
BGN Moratorium Dapur MBG Baru, Optimalkan Kantin Sekolah-Dapur Umum
BGN Alihkan Fokus Program MBG ke Peningkatan Kualitas Dapur dan Daerah Terpencil
Menteri AHY Benar, Kondisi Indonesia Sudah Genting

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:13 WIB

Dorong Praja IPDN Jadi ASN Unggul dan Adaptif untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:06 WIB

BGN Kaji Ulang Insentif Rp6 Juta per Hari untuk Dapur MBG, Anggaran Bahan Baku Tetap Aman

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:11 WIB

Dapur MBG Membengkak, Pemerintah Evaluasi dan Kaji Penutupan SPPG Berlebih

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:30 WIB

Demokrat Bantah Keras Isu “Dua Kolonel Usulan AHY” di Kasus Korupsi MBG, Sebut Fitnah Tak Berdasar

Senin, 8 Juni 2026 - 07:32 WIB

Rupiah Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Bus Pariwisata Jabar Mulai Kurangi Operasional Armada

Berita Terbaru

Bandung Raya

Bupati Garut Lepas Keberangkatan ‘Tour Asia Finish Mekkah’

Jumat, 19 Jun 2026 - 08:15 WIB