Disdik Jabar Larang Siswa Gunakan HP Saat KBM, Respons Tegas Kasus Perundungan Guru di Purwakarta

- Jurnalis

Selasa, 21 April 2026 - 08:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat mengambil kebijakan tegas setelah viralnya aksi sembilan siswa SMAN 1 Purwakarta yang melakukan tindakan tidak sopan terhadap seorang guru perempuan. Menyikapi kejadian tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menginstruksikan seluruh sekolah di bawah naungan Disdik Jabar untuk melarang penggunaan telepon genggam selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Kebijakan ini diambil sebagai upaya mencegah penyalahgunaan teknologi digital di lingkungan sekolah. Menurut Purwanto, penggunaan ponsel tanpa pengawasan berpotensi memicu perubahan perilaku siswa, termasuk tindakan yang melanggar etika dan norma di sekolah.

Ia menegaskan, seluruh siswa diwajibkan menyerahkan ponsel sebelum pelajaran dimulai agar proses belajar tetap kondusif dan siswa dapat fokus mengikuti materi tanpa gangguan dari media sosial maupun aktivitas digital lainnya.

“Anak-anak saat ini dipengaruhi banyak faktor, bukan hanya guru, tetapi juga media sosial, lingkungan, dan keluarga. Karena itu, pembentukan karakter harus dilakukan bersama,” ujar Purwanto usai memimpin upacara di SMAN 1 Purwakarta, Senin (20/4/2026).

Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan media sosial saat kegiatan belajar mengajar dapat menimbulkan perilaku menyimpang, termasuk dorongan untuk membuat konten yang bersifat provokatif demi menarik perhatian.

Sementara itu, psikolog dari Ibunda.id, Danti Wulan Manunggal, menilai kejadian tersebut tidak lepas dari fenomena “eksistensialisme digital”, yakni kondisi ketika seseorang merasa diakui setelah tindakannya menjadi konsumsi publik di media sosial.

Menurut Danti, secara psikologis remaja masih berada pada fase perkembangan emosi yang kuat, sementara kemampuan mengendalikan impuls belum matang. Kehadiran kamera dan kemungkinan mendapat perhatian dari teman sebaya membuat perilaku mereka berubah menjadi ajang pertunjukan demi validasi sosial.

Baca Juga :  350 Peserta Ikuti Ujian Bahasa Jerman A1 Terbesar di Jawa Barat, Disnakertrans Siapkan Tenaga Kerja Tembus Pasar Jerman

“Tanpa adanya kamera, kemungkinan besar tindakan seperti itu tidak akan dilakukan seberani itu. Ada dorongan kuat untuk mendapat pengakuan dari lingkungan,” jelasnya.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (16/4/2026) di kelas XI IPS SMAN 1 Purwakarta dan melibatkan seorang guru bernama Atum yang baru mengajar di sekolah tersebut. Aksi berupa ejekan dan gestur tidak pantas dilakukan usai kegiatan belajar mengajar mata pelajaran pengolahan makanan.

Meski sekolah sempat memberikan sanksi skorsing selama 19 hari, Dinas Pendidikan Jawa Barat memastikan kesembilan siswa tersebut tidak dikeluarkan. Sebagai gantinya, mereka akan menjalani pembinaan karakter secara intensif selama tiga bulan.

Program pembinaan tersebut meliputi pendampingan psikologis, kegiatan sosial di masyarakat, serta pengawasan ketat melalui kerja sama antara pihak sekolah dan orang tua.

Langkah pembinaan ini sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menekankan pentingnya sanksi edukatif bagi siswa agar pembinaan karakter menjadi prioritas utama dibanding hukuman semata.

Dinas Pendidikan Jawa Barat berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi bersama bagi sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk lebih serius dalam mengawasi penggunaan teknologi digital di kalangan pelajar, terutama pembatasan akses media sosial bagi anak-anak usia sekolah.

Berita Terkait

Segini Besaran Penghasilan Orang Tua agar Dapat KIP Kuliah 2025
Akses Air Bersih Bagi Masyarakat Kampung Ciseupan Dari Mahasiswa POLMAN Bandung
Ijazah 233 Alumni Dibatalkan, Pj Gubernur Minta Disdik Komunikasikan Nasib Mahasiswa Stikom Bandung
AHY Lulus Sebagai Doktor Terbaik Universitas Airlangga, Jadi Inspirasi Generasi Muda
Dari Ibas, AHY hingga JK Hadiri Peluncuran Buku Menegakkan Amanat Konstitusi Pendidikan Karya Dede Yusuf
Saeful Bachri ” Bergabung Dengan Pramuka Adalah Pilihan Tepat”
Dede Yusuf Program PKW dan PKK Miliki Banyak Manfaat
Dede Yusuf: Hasil Rekomendasi Panja Pembiayaan Pendidikan Akan Disampaikan ke Presiden Terpilih

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 08:21 WIB

Disdik Jabar Larang Siswa Gunakan HP Saat KBM, Respons Tegas Kasus Perundungan Guru di Purwakarta

Jumat, 14 Februari 2025 - 23:20 WIB

Segini Besaran Penghasilan Orang Tua agar Dapat KIP Kuliah 2025

Kamis, 23 Januari 2025 - 19:12 WIB

Akses Air Bersih Bagi Masyarakat Kampung Ciseupan Dari Mahasiswa POLMAN Bandung

Senin, 20 Januari 2025 - 11:18 WIB

Ijazah 233 Alumni Dibatalkan, Pj Gubernur Minta Disdik Komunikasikan Nasib Mahasiswa Stikom Bandung

Sabtu, 28 Desember 2024 - 09:32 WIB

AHY Lulus Sebagai Doktor Terbaik Universitas Airlangga, Jadi Inspirasi Generasi Muda

Berita Terbaru