Menteri HAM Natalius Pigai Peringatkan Bahaya Main Hakim Sendiri, Soroti Sayembara Tangkap Begal

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 19:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengingatkan masyarakat mengenai potensi meningkatnya aksi main hakim sendiri (vigilantisme) yang dinilai dapat membahayakan penegakan hukum dan perlindungan hak asasi manusia.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas meninggalnya seorang warga Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, yang diduga tewas setelah dikeroyok massa karena dituduh mencuri ayam.

“Saya sudah ingatkan soal vigilantisme, kita juga akan menyaksikan banyak peristiwa seperti ini karena diperbolehkan oleh para pejabat bahkan bikin sayembara,” kata Pigai, Minggu (26/7/2026).

Pernyataan itu juga dikaitkan dengan sayembara penangkapan pelaku kejahatan yang sebelumnya diumumkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Dedi menawarkan hadiah mulai dari Rp5 juta hingga Rp50 juta bagi masyarakat yang berhasil menangkap pelaku begal, pencopet, jambret, maupun perampok dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian dalam keadaan hidup.

“Saya memberikan sayembara pada seluruh warga Jabar. Yang bisa melumpuhkan maling, copet, jambret, begal, rampok kami siapkan hadiah dari Rp 5 sampai Rp 50 juta yang mampu melumpuhkan berbagai aksi kejahatan dan menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup,” ujar Dedi, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga :  Saeful Bachri Perkuat Ketahanan Pangan di Arjasari, Program ASRI dan Hilirisasi Jadi Andalan

Pigai menilai lembaga penegak dan pengawas HAM harus bersikap tegas terhadap siapa pun yang dinilai mengabaikan proses hukum, termasuk para pejabat negara.

“Kalau Komnas HAM seperti zaman saya, saya panggil para penguasa yang menentang kemanusiaan dengan mengabaikan proses hukum yang ada,” tegasnya.

Kepala Desa Sesalkan Aksi Pengeroyokan

Sementara itu, Kepala Desa Sidetapa, I Made Sutama, mengaku sangat prihatin atas insiden pengeroyokan yang menyebabkan salah seorang warganya meninggal dunia. Ia mengaku terpukul saat menjemput jenazah korban, terlebih ketika melihat anak-anak korban yang harus kehilangan sosok ayah.

“Yang membuat saya sedih ketika menjemput jenazah, melihat anak-anaknya menangis kehilangan bapaknya,” kata Sutama.

Korban diketahui meninggalkan tiga orang anak. Anak sulung telah berkeluarga, anak kedua masih duduk di bangku kelas I SMA, sedangkan anak bungsunya masih bersekolah di kelas I SD.

Sutama mengimbau masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri terhadap seseorang yang diduga melakukan tindak pidana. Menurutnya, setiap dugaan pelanggaran hukum harus diserahkan kepada aparat penegak hukum sesuai prosedur yang berlaku.

“Kesalahan orang pasti ada, tetapi janganlah gara-gara hanya mencuri ayam sampai menghilangkan nyawa orang,” Ujarnya.

Berita Terkait

Komisi IX DPR Dorong Evaluasi Total Program MBG, Moratorium Sementara Dinilai Perlu
BPS Tegaskan Desil DTSEN Bukan Cara Mengurangi Penerima Bansos atau Menekan Angka Kemiskinan
Prabowo Minta Bank Himbara Jemput Bola Bukakan Rekening untuk Masyarakat
Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu Puluhan Penerbangan Lion Group dari dan Menuju Jakarta
OJK Tutup 11 BPR hingga Agustus 2026, Terbaru Bank di Bekasi
Kemenko Infra dan Ombudsman RI Perkuat Sinergi Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, AHY: Tidak Hanya Menjalankan Program, Tapi Harus Berdampak
Guru PPPK Berpeluang Ikut Seleksi PNS 2027, Pemerintah Siapkan Ratusan Ribu Formasi
Apa Itu Desil 9 dan 10, Kelompok Yang Dilarang Beli Pertalite?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 07:32 WIB

Komisi IX DPR Dorong Evaluasi Total Program MBG, Moratorium Sementara Dinilai Perlu

Kamis, 10 September 2026 - 08:09 WIB

BPS Tegaskan Desil DTSEN Bukan Cara Mengurangi Penerima Bansos atau Menekan Angka Kemiskinan

Selasa, 8 September 2026 - 07:25 WIB

Prabowo Minta Bank Himbara Jemput Bola Bukakan Rekening untuk Masyarakat

Selasa, 8 September 2026 - 07:14 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu Puluhan Penerbangan Lion Group dari dan Menuju Jakarta

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:16 WIB

OJK Tutup 11 BPR hingga Agustus 2026, Terbaru Bank di Bekasi

Berita Terbaru