Infobandungnews – Pondok Pesantren Persis 259 Firdaus Pangalengan kembali menorehkan prestasi membanggakan. Melalui produk unggulannya berupa sabun bidara atau sabun khusus perawatan jenazah (shower kit), pesantren tersebut berhasil meraih predikat juara terbaik dalam program One Pesantren One Product (OPOP) tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2022.
Penghargaan tersebut diraih setelah produk dari pesantren yang berlokasi di Jalan Situ Cileunca–Cisangkuy, Desa Margamekar, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung itu bersaing dengan 16 pesantren yang lolos tahap audisi. Proses penilaian dilaksanakan di Pondok Pesantren Annur, Kota Bekasi, pada Senin (28/11/2022).
Selain membawa pulang trofi juara, Pesantren Persis 259 Firdaus juga memperoleh dana pembinaan sebesar Rp400 juta sebagai bentuk dukungan untuk pengembangan usaha dan peningkatan kapasitas produksi.
Perwakilan Pondok Pesantren Firdaus, Risty Desiyanti, S.Si, mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Ia menyebut keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras serta dukungan berbagai pihak, mulai dari pengelola pesantren, para santri, hingga para pembimbing yang selama ini memberikan arahan.
“Kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi ini. Semua ini berkat dukungan seluruh pihak di pesantren, para santri, serta para mentor yang telah membimbing kami. Mudah-mudahan kami bisa terus istiqomah dan mempertahankan capaian ini, bahkan meningkatkannya pada kompetisi berikutnya,” ujarnya.
Dalam ajang tersebut, dua pesantren lain juga masuk dalam jajaran terbaik, yakni Pesantren Binaul Ummah dari Kabupaten Kuningan serta Pesantren Al-Masthuriyah dari Kabupaten Sukabumi.
Program One Pesantren One Product (OPOP) sendiri merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Program ini dirancang agar para santri, masyarakat sekitar, dan lembaga pesantren mampu mengembangkan usaha produktif secara mandiri, baik dari sisi ekonomi maupun sosial.
Melalui pendekatan inovatif dan strategis yang dijalankan bersama Dinas Koperasi dan UKM Jawa Barat, program ini juga mendorong pengembangan keterampilan, teknologi produksi, distribusi, hingga strategi pemasaran produk pesantren agar lebih kompetitif di era digital.
Pesantren yang lolos seleksi dalam program ini akan mendapatkan pembinaan berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing usaha. Selain itu, mereka juga didampingi dalam pengembangan bisnis serta difasilitasi untuk membangun jejaring usaha yang potensial, sehingga diharapkan mampu tumbuh menjadi pesantren yang mandiri secara ekonomi.









