Infobandungnews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) meresmikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Sukapura, Kecamatan Dayeuhkolot, sebagai upaya tingkatkan pemenuhan gizi masyarakat, Selasa (18/8/2025).
Fasilitas ini merupakan binaan Kadin Kabupaten Bandung yang akan mendistribusikan makanan bergizi ke sekolah-sekolah dari tingkat TK hingga SMA.
Hadir dalam peresmian Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bandung Bonny Anggara, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah, Camat Dayeuhkolot Asep Suryadi, Kepala Desa Sukapura Ganjar Sukmawibawa beserta tamu undangan lainnya.
Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb optimis kehadiran dapur MBG akan membantu meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu hamil.
Program ini, kata dia, menjadi bukti nyata kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha dalam upaya menekan masalah gizi di Kabupaten Bandung.
“Alhamdulillah, tadi kita baru saja meresmikan salah satu dapur MBG di Kecamatan Dayeuhkolot. Fasilitasnya luar biasa dan dapur ini dimiliki oleh Kadin. Insyaallah ke depannya Pemkab Bandung akan terus berkomunikasi untuk menjadi mitra strategis, mengembangkan, dan juga memaksimalkan energi ini,” ujar Ali.
Ali menyebutkan, saat ini Kabupaten Bandung memiliki 361 titik dapur MBG. Dari total tersebut, sebanyak 44 dapur sudah berjalan, sementara sisanya tengah dipersiapkan agar segera beroperasi.
Menurutnya, jumlah dapur itu ditargetkan dapat memberikan manfaat bagi hampir 1,2 juta masyarakat.
“Program ini menyasar anak-anak sekolah, ibu hamil, dan warga lainnya yang membutuhkan. Kita ingin memastikan kebutuhan gizi masyarakat Kabupaten Bandung bisa terpenuhi dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Kadin Kabupaten Bandung, Bonny Anggara, menambahkan peresmian dapur MBG kali ini langsung dibarengi dengan pendistribusian makanan bergizi ke sekolah-sekolah.
“Awalnya kita siapkan 500 porsi, dan mudah-mudahan dalam tiga minggu ke depan bisa mencapai angka 4.000 porsi. Pembagian dilakukan di dua desa, yakni Sukapura dan Citerep,” katanya.
Bonny mengungkapkan, sebanyak 17 sekolah mulai dari TK hingga SMA menjadi penerima manfaat pada tahap awal ini. Ia menegaskan bahwa program MBG tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan, tetapi juga memberi peluang kerja bagi masyarakat.
“Satu dapur bisa menyerap maksimal 50 tenaga kerja. Ada staf ahli gizi, akunting, kepala SPPG, hingga tenaga dapur. Jadi kalau tujuh dapur binaan Kadin sudah berjalan penuh, bisa menyerap ratusan tenaga kerja,” jelas Bonny.
Selain menyerap tenaga kerja, Kadin juga mengintegrasikan program pengurangan sampah makanan (food waste) dalam dapur MBG.
Bonny mengatakan, pihaknya mendorong gerakan membawa wadah makanan dari rumah agar sisa makanan tidak kembali menjadi sampah.
“Mudah-mudahan Kadin bisa semakin dekat dengan pemerintah, berkolaborasi, sekaligus mengurangi pengangguran. Kami juga punya program mengurangi food waste menjadi 0 persen. Jadi selain menyehatkan masyarakat, kita juga menjaga lingkungan,” ujar Bonny. ***









