Media Asing Soroti Kematian Tragis Affan Kurniawan ‘Driver Ojol’ yang Dilindas Rantis Brimob

- Jurnalis

Jumat, 29 Agustus 2025 - 17:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshoot mobil taktis Brimob Barrcuda lindas pria pakai jaket ojol.

Screenshoot mobil taktis Brimob Barrcuda lindas pria pakai jaket ojol.

Infobandungnews.com – Media asing ramai-ramai menyoroti insiden tewasnya pengemudi ojek online atau ojol usai dilindas mobil Rantis Brimob akibat aksi unjuk rasa di sekitar kompleks parlemen pada Kamis malam, 28 Agustus 2025.

Channelnewsasia memuat kabar insiden tragis yang dialami seorang pengemudi ojek daring, dengan judul ‘Jakarta protest: President Prabowo expresses shock at ‘excessive police actions’ after delivery rider’s death, calls for probe’.

Media yang berbasis di Singapura itu memuat seruan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk penyelidikan atas kematian pengemudi Gojek, Affan Kurniawan, 21 tahun, yang dilindas mobil Rantis polisi.

Dalam sebuah pernyataan video pada hari Jumat, Prabowo mengaku “terkejut dan kecewa dengan tindakan berlebihan” yang dilakukan oleh kepolisian. Ia mendesak hukuman yang berat kepada oknum aparat yang melakukan tindakan tersebut.

Prabowo juga turut “berduka dan prihatin” atas kematian Affan Kurniawan, dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarganya.

Ia menegaskan pemerintah akan “menjamin penghidupan keluarganya”, seraya meminta masyarakat untuk tenang dan percaya pada pemerintahnya.

Straitstimes, juga menyoroti kematian pengemudi ojek daring Affan akibat tindakan represif aparat Kepolisian di Indonesia, dengan menulis judul ‘Justice for Affan’: Outrage in Jakarta after delivery rider killed by police vehicle in protest clash’.

Media Singapura itu memberitakan “Duka dan amarah melanda ibu kota Indonesia, Jakarta,” saat keluarga Affan Kurniawan, 21 tahun, berduka atas kematian seorang pengendara ojek daring yang tewas setelah ditabrak mobil patroli polisi saat aksi unjuk rasa di Jakarta Pusat yang berubah menjadi ricuh.

Dikelilingi kerabat dan tetangga, ibunya yang berduka, Erlina, yang hanya dipanggil dengan satu nama, berbicara sambil berlinang air mata kepada The Straits Times di rumah keluarganya.

Suasana rumah duka Affan Kurniawan, driver ojol yang tewas dilindas Barracuda Photo : tvOnenews/Abdul Gani Siregar.

“Saya ingin orang yang membunuh anak saya mendapatkan hukuman seberat-beratnya…. dia baru saja menyelesaikan pengantaran makanan dan hendak menjemput penumpang berikutnya,” kata pembantu rumah tangga berusia 41 tahun itu.

“Dia tulang punggung keluarga kami, dan dia bekerja sangat keras. Dia telah menabung dari pekerjaannya untuk membeli tanah dan membangun rumah untuk kami di desa kami di Lampung (Sumatera Selatan),” tambahnya.

Pengemudi Gojek Affan meninggal dunia usai tubuhnya terlindas oleh kendaraan taktis milik Brimob pada Kamis malam. Momen itu terjadi setelah berbagai elemen masyarakat yang menggelar aksi unjuk rasa di sekitar kompleks parlemen, dipukul mundur oleh pihak kepolisian.

Insiden ini terjadi selama protes besar kedua di Jakarta dalam seminggu, yang dipicu oleh kemarahan publik atas tunjangan besar yang diberikan kepada anggota legislatif.

Kericuhan pun kemudian terjadi hingga ke berbagai wilayah di sekitaran kompleks parlemen, mulai dari Palmerah, Senayan, hingga Pejompongan. Peristiwa rantis Brimob yang melindas pengemudi ojol itu diduga terjadi di wilayah Pejompongan.

Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim pada Jumat dini hari, mengungkapkan bahwa ada tujuh aparat Brimob yang diduga terlibat dan berada di dalam rantis tersebut. Menurut dia, tujuh personel itu masih dalam proses pemeriksaan.***

Sumber Viva.co.id

Berita Terkait

Mendag Budi Santoso: Kolaborasi Jadi Kunci Indonesia Menuju Pusat Kakao Premium Dunia
Menteri Perdagangan RI Kunjungi Stand Simpul Cocoa Bandung di IICC 2026, Apresiasi Produk Kakao Lokal
Baru Sebulan Menjabat, Kepala BGN Nanik S Deyang Pilih Mundur, Ada Apa?
AHY Jelajahi Kawasan Heritage Bandung Bersama Ratusan Pecinta Vespa
Inovasi Prof. Tri Marwati Tingkatkan Mutu dan Nilai Tambah Kakao Indonesia Lewat Fermentasi Berbasis Mikroba Lokal
Kementerian PU Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bandung, Dilengkapi Asrama hingga Kolam Retensi
Perpres Baru Tetapkan Penyebaran Budaya LGBTQ Masuk Kategori Ancaman Nonmiliter dalam Kebijakan Pertahanan Negara
Potongan Komisi Ojol 8 Persen Mulai Berlaku, Pengemudi Masih Kebingungan dengan Skema Baru

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:57 WIB

Mendag Budi Santoso: Kolaborasi Jadi Kunci Indonesia Menuju Pusat Kakao Premium Dunia

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:52 WIB

Menteri Perdagangan RI Kunjungi Stand Simpul Cocoa Bandung di IICC 2026, Apresiasi Produk Kakao Lokal

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:37 WIB

Baru Sebulan Menjabat, Kepala BGN Nanik S Deyang Pilih Mundur, Ada Apa?

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:41 WIB

AHY Jelajahi Kawasan Heritage Bandung Bersama Ratusan Pecinta Vespa

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:50 WIB

Inovasi Prof. Tri Marwati Tingkatkan Mutu dan Nilai Tambah Kakao Indonesia Lewat Fermentasi Berbasis Mikroba Lokal

Berita Terbaru