Hailuki Tekankan Ketepatan Sasaran Sekolah Rakyat di Soreang dan Ciwidey

- Jurnalis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews – Soreang. Penentuan penerima manfaat yang tepat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program Sekolah Rakyat di Kabupaten Bandung. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, MA Hailuki, menegaskan bahwa siswa yang diterima di Sekolah Rakyat Soreang dan Ciwidey harus berasal dari keluarga miskin ekstrem, khususnya kelompok desil 1 dan 2, agar program ini benar-benar menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan.

“Untuk itu, kami berharap siswa Kabupaten Bandung penerima manfaat Sekolah Rakyat Soreang dan Ciwidey benar-benar dari kategori desil 1 dan 2 yang secara faktual kondisi ekonominya miskin ekstrem,” kata Hailuki di Gedung DPRD Kabupaten Bandung, Rabu (21/10/2026).

Hailuki mengungkapkan, jumlah warga Kabupaten Bandung yang masih tergolong miskin diperkirakan mencapai 200.000 orang. Atas dasar itu, ia menyatakan dukungannya terhadap pembangunan Sekolah Rakyat di Soreang, yang merupakan aset pemerintah pusat, serta di Ciwidey yang menjadi aset pemerintah kabupaten. Kedua pembangunan tersebut merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

Baca Juga :  Kementerian PU Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bandung, Dilengkapi Asrama hingga Kolam Retensi

Dukungan Pemkab Bandung untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Ciwidey diwujudkan melalui penyediaan lahan seluas tujuh hektare, penganggaran pembangunan jalan akses, serta pembangunan tembok penahan tanah guna mengurangi risiko longsor.

Adapun di kawasan Soreang, dukungan pemerintah daerah difokuskan pada pembenahan saluran drainase di lingkungan permukiman sekitar untuk mengantisipasi luapan air ketika hujan turun.

Politisi yang menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Bandung itu juga menyoroti pentingnya pemberdayaan keluarga penerima manfaat. Menurutnya, program Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan akses pendidikan bagi anak-anak, tetapi juga perlu membuka peluang peningkatan kesejahteraan bagi orang tua melalui pelatihan keterampilan dan penguatan ekonomi keluarga.

Ia berharap, langkah tersebut dapat mendorong keluarga penerima manfaat menjadi lebih mandiri sehingga mampu terbebas dari kemiskinan ekstrem dalam kurun waktu maksimal lima tahun.

Berita Terkait

Pemkab Bandung Lindungi 1.231 Kontingen Porprov Jabar 2026 dengan BPJS Ketenagakerjaan, Bidik 100 Emas
Pemkab Bandung Siapkan Rp40 Miliar Bonus Produksi Panas Bumi, 56 Desa Jadi Penerima Manfaat
Adhitia Yudisthira Soroti Wajah Kota Cimahi, Infrastruktur Diminta Jadi Prioritas
Jalan Kiaracondong Mulai Ditata! Trotoar Dibersihkan, PKL dan Parkir Liar Jadi Sorotan
Macet Berkepanjangan di Jembatan Munjul 2, GEMA Kabupaten Bandung Desak Pemerintah Segera Bertindak!
77 Bangunan di Bawah Flyover Kiaracondong Dibongkar, Pemkot Bandung Siapkan Penataan Kawasan
Pemkot Bandung Siapkan Penataan Kawasan Alun-alun Berbasis Sejarah, Targetkan Konsep Matang pada 2027
Braga Beken Kembali Digelar, Wisatawan Antusias Nikmati Braga Tanpa Kendaraan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:44 WIB

Hailuki Tekankan Ketepatan Sasaran Sekolah Rakyat di Soreang dan Ciwidey

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:03 WIB

Pemkab Bandung Siapkan Rp40 Miliar Bonus Produksi Panas Bumi, 56 Desa Jadi Penerima Manfaat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Adhitia Yudisthira Soroti Wajah Kota Cimahi, Infrastruktur Diminta Jadi Prioritas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Jalan Kiaracondong Mulai Ditata! Trotoar Dibersihkan, PKL dan Parkir Liar Jadi Sorotan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Macet Berkepanjangan di Jembatan Munjul 2, GEMA Kabupaten Bandung Desak Pemerintah Segera Bertindak!

Berita Terbaru