Adhitia Yudisthira Soroti Wajah Kota Cimahi, Infrastruktur Diminta Jadi Prioritas

- Jurnalis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews – CIMAHI – Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, memberikan teguran kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) saat melakukan peninjauan terhadap kondisi tata kota Cimahi. Ia menilai, pembenahan wajah kota perlu lebih diarahkan pada kebutuhan nyata masyarakat.

Sejumlah persoalan menjadi perhatiannya, mulai dari kebersihan sungai di Jalan Sriwijaya, penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang belum tertib, hingga keberadaan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), termasuk gelandangan dan pengemis di kawasan pusat kota.

“Kita ingin wajah kota ini lebih cantik. Saya juga barusan tegur juga Kadis PUPR, saya ingatkan bahwa infratruktur kota harus jadi prioritas.

Kenapa? Infrastruktur kota itu yang bisa menciptakan keadilan sosial, dirasakan masyarakat,” kata Adhitia saat ditemui, Jumat (16/10/2026).

Menurutnya, penataan kota semestinya berjalan selaras dengan program kerja pemerintah dan aspirasi warga. Perbaikan tersebut mencakup peningkatan kualitas jalan, pembangunan trotoar yang layak, penyediaan akses yang ramah bagi penyandang disabilitas, serta upaya mengatasi persoalan banjir.

Ia menyebutkan, usulan mengenai prioritas pembangunan infrastruktur telah disampaikan kepada Wali Kota Cimahi dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Salah satu kawasan yang diharapkan mendapat perhatian adalah jalur dari Exit Tol Baros hingga Pasar Atas.

Baca Juga :  Adhitia Yudisthira Nyoblos di TPS 2 Baros: “Insyaallah Lahir Pemimpin Terbaik untuk Cimahi”

“Itu semua sudah saya sarankan ke Pak Wali dan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah), agar fokus ke infrastruktur kota. Minimal, mulai dari Exit Tol Baros sampai Pasar Atas. Cuma kan karena satu dan lain hal tidak bisa dilaksanakan tahun ini, mudah-mudahan di tahun 2027,” kata Adhitia.

Setelah pembenahan wajah kota dilakukan, pemerintah daerah diharapkan dapat melanjutkan perhatian terhadap persoalan banjir yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Selain itu, pengelolaan sampah juga perlu menjadi agenda penting, terutama dalam menghadapi rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.

Adhitia menjelaskan, penanganan banjir membutuhkan dukungan anggaran yang cukup besar. Karena itu, pemerintah perlu menentukan tahapan pekerjaan berdasarkan skala prioritas agar berbagai persoalan perkotaan dapat ditangani secara bertahap.

“Problem kita banjir, butuh anggaran yang besar untuk penanganannya. Cuma satu-satu dikerjakan, sekarang ya fokus ke wajah kota dulu,” kata Adhitia.

Berita Terkait

Jalan Kiaracondong Mulai Ditata! Trotoar Dibersihkan, PKL dan Parkir Liar Jadi Sorotan
Macet Berkepanjangan di Jembatan Munjul 2, GEMA Kabupaten Bandung Desak Pemerintah Segera Bertindak!
77 Bangunan di Bawah Flyover Kiaracondong Dibongkar, Pemkot Bandung Siapkan Penataan Kawasan
Pemkot Bandung Siapkan Penataan Kawasan Alun-alun Berbasis Sejarah, Targetkan Konsep Matang pada 2027
Braga Beken Kembali Digelar, Wisatawan Antusias Nikmati Braga Tanpa Kendaraan
Pemkot Bandung Siapkan Penempatan Kerja bagi 57 Eks Pegawai Kebun Binatang
Diduga Keracunan Usai Makan, 88 Seoul Paskal Bandung Tutup Sementara
Zakat Profesi ASN Kabupaten Bandung Disiapkan untuk Bantu Kebutuhan Dasar Warga

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Adhitia Yudisthira Soroti Wajah Kota Cimahi, Infrastruktur Diminta Jadi Prioritas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Jalan Kiaracondong Mulai Ditata! Trotoar Dibersihkan, PKL dan Parkir Liar Jadi Sorotan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Macet Berkepanjangan di Jembatan Munjul 2, GEMA Kabupaten Bandung Desak Pemerintah Segera Bertindak!

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:04 WIB

77 Bangunan di Bawah Flyover Kiaracondong Dibongkar, Pemkot Bandung Siapkan Penataan Kawasan

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Pemkot Bandung Siapkan Penataan Kawasan Alun-alun Berbasis Sejarah, Targetkan Konsep Matang pada 2027

Berita Terbaru