Infobandungnews – JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Jenderal Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dalam upacara yang berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Prosesi pelantikan diawali dengan pengucapan sumpah jabatan oleh Tandyo yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo. Setelah mengucapkan sumpah, Tandyo kemudian menandatangani berita acara pelantikan sebagai bagian dari rangkaian acara resmi tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo turut melantik sejumlah pejabat untuk mengisi posisi strategis di lingkungan pemerintahan dan pertahanan negara.
Nama-nama yang dilantik di antaranya Kristomei Sianturi sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Jenderal Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI.
Selain itu, Satyawan Pudyatmoko dipercaya memimpin Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN). Presiden juga melantik Richard Tampubolon dan Yusuf Jauhari sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Maulana Bunguran sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamenimipas), serta Alim Setiawan sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan).
Pengangkatan Tandyo sebagai KSAD menjadi perubahan baru dalam perjalanan karier militernya. Sebelumnya, ia baru sekitar satu tahun menjabat Wakil Panglima TNI setelah dilantik dalam upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Pusdiklatpassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, pada Minggu, 10 Agustus 2025.
Ketika menerima jabatan sebagai Wakil Panglima TNI kala itu, Tandyo menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memiliki harapan besar terhadap peran yang diembannya, terutama dalam membantu Panglima TNI dan memperkuat institusi militer Indonesia.
“Presiden mengangkat saya sebagai wakil panglima tentunya banyak harapan untuk bisa membantu panglima, bisa memperkuat TNI,” kata Tandyo.
Dengan jabatan barunya sebagai KSAD, Tandyo kini mengemban tanggung jawab penting dalam memimpin TNI Angkatan Darat. Pengangkatan tersebut diharapkan dapat mendukung penguatan organisasi, peningkatan profesionalisme prajurit, serta pelaksanaan tugas pertahanan negara.***









