Fraksi Demokrat Dorong Penyerapan Anggaran Daerah Pemprov Jabar Lebih Efektif

- Jurnalis

Sabtu, 26 Oktober 2024 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews.com – DPRD Provinsi Jawa Barat Melaksanakan Rapat Paripurna yang di gelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat. Jumat, (25/10/2024).

Adapun agenda Rapat Paripurna tersebut adalah

Agenda I :
1. Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Ranperda tentang APBD Provinsi Jawa Barat Tahun 2025;

Agenda II:
Pandangan Umum Fraksi-Fraksi Terhadap Usulan 2 (dua) Rancangan Peraturan Daerah Tentang :
1. Investasi Dan Kemudahan Berusaha;

2. Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2019 Tentang Rencana Umum Energi Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 – 2050.

Dalam agenda paripurna tersebut, sejumlah fraksi secara bergantian menyampaikan pandangannya terkait Raperda tentang APBD Provinsi Jawa Barat 2025 dan dua usulan raperda lainnya.

Salah satunya dari Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Barat, mengkritik Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 yang dibacakan oleh sekretaris fraksi Partai Demokrat Saeful Bachri.

Beberapa pokok pikiran pandangan umum fraksi disampaikan Fraksi Partai Demokrat, yaitu mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melakukan upaya konkrit guna meningkatkan pendapatan daerah (PAD) diantaranya pajak kendaraan bermotor. Kata Saeful Bachri.

Baca Juga :  Refleksi Akhir Tahun, Demokrat Kabupaten Bandung Gelar Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim

Apalagi kata Saeful, pendapatan asli daerah Jawa Barat berkurang hampir 5 triliun lebih ketika ada Undang-undang baru yang disahkan dan diberlakukannya tahun 2025.

“Dulu Pemprov Jabar mendapatkan bagian dari pajak kendaraan bermotor 60 persen sekarang hanya 35 persen, sehingga potensi yang setiap tahunnya mendapat 5 triliun lebih, otomotis tidak ada. Sementara kebutuhan tetap malah cenderung naik, sementara pendapatan kita langsung anjlok,” ungkap Saeful.

“Selain itu adalah optimalisasi objek pajak di luar pajak kendaraan bermotor. Misalnya pajak air tanah, opsen Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, ataupun lainnya”.

Pada prinsipnya, dalam agenda rapat paripurna ini fraksi Partai Demokrat ingin penyerapan anggaran daerah lebih efektif, sehingga mampu mendorong pertumbuhan perekonomian.

“Jangan sampai SILPA yang terlalu tinggi akan mempengaruhi target pendapatan untuk APBD tahun selanjutnya,” pungkas Saeful Bachri. (Kur)***

Berita Terkait

Salat Id di Gedung Sate, Dedi Mulyadi Soroti Kinerja Pemerintah dan Janji Benahi Anggaran
Meski Ditertibkan dan Dijanjikan Kompensasi, Penyapu Koin di Pantura Subang Masih Marak Jelang Lebaran
Diskon Pajak Kendaraan 10% Selama Lebaran, Pemprov Jabar Ajak Warga Tetap Taat Pajak
Gubernur Jabar Beri Santunan untuk Sopir Angkot Puncak Selama Libur Lebaran 2026
350 Peserta Ikuti Ujian Bahasa Jerman A1 Terbesar di Jawa Barat, Disnakertrans Siapkan Tenaga Kerja Tembus Pasar Jerman
Diserbu Warga! Pasar Murah di Baleendah Ludes dalam Sejam, 25 Ribu Liter Minyak Goreng dan 3 Ton Beras Habis Terjual
Pemprov Jabar Salurkan Tambahan Penghasilan Aparatur Desa 2026 untuk 5.311 Desa
Pemprov Jabar Siapkan Rp6,5 Miliar untuk Kompensasi Sopir Angkot dan Kusir Delman Saat Mudik Lebaran 2026

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 08:57 WIB

Salat Id di Gedung Sate, Dedi Mulyadi Soroti Kinerja Pemerintah dan Janji Benahi Anggaran

Jumat, 20 Maret 2026 - 16:38 WIB

Meski Ditertibkan dan Dijanjikan Kompensasi, Penyapu Koin di Pantura Subang Masih Marak Jelang Lebaran

Kamis, 19 Maret 2026 - 11:23 WIB

Diskon Pajak Kendaraan 10% Selama Lebaran, Pemprov Jabar Ajak Warga Tetap Taat Pajak

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:43 WIB

Gubernur Jabar Beri Santunan untuk Sopir Angkot Puncak Selama Libur Lebaran 2026

Selasa, 17 Maret 2026 - 05:22 WIB

350 Peserta Ikuti Ujian Bahasa Jerman A1 Terbesar di Jawa Barat, Disnakertrans Siapkan Tenaga Kerja Tembus Pasar Jerman

Berita Terbaru