Dede Yusuf Lewat RUU Akan Tarik Kebudayaan ke Kementerian Pariwisata

- Jurnalis

Sabtu, 10 Juni 2023 - 12:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf Macan Effendi dalam BISA Fest di Bandung (9/6/2023). “Ada banyak alasan kenapa urusan kebudayaan harus ditarik ke Kementerian Pariwisata,” jelas Dede Yusuf. Bandung (9/6/2023)

Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf Macan Effendi dalam BISA Fest di Bandung (9/6/2023). “Ada banyak alasan kenapa urusan kebudayaan harus ditarik ke Kementerian Pariwisata,” jelas Dede Yusuf. Bandung (9/6/2023)

Infobandungnews – Urusan kebudayaan dalam struktur kementerian kemungkinan bisa berubah. Hal itu sejalan dengan rencana pembahasan rancangan undang-undang (RUU) kepariwisataan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf Macan Effendi dalam BISA Fest di Bandung (9/6/2023). “Ada banyak alasan kenapa urusan kebudayaan harus ditarik ke Kementerian Pariwisata,” jelas Dede Yusuf.

Saat ini, kebudayaan bersatu dengan urusan pendidikan. Nomenklaturnya jadi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Ristek.

“Di dalamnya ada pendidikan tinggi juga. Terlalu luas kalau di Kemendikbud. Urusan kebudayaan kurang terangkat,” jelasnya.

Menurut doktor Administrasi Publik jebolan Unpad ini, masalah kebudayaan terbagi dua. Satu hal terkait pelestarian, satunya lagi urusan pemajuan. “Pelestarian jadi tugasnya Kemendikbud, sementara pemajuan ada di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” kata Dede.

Lewat RUU Kepariwisataan yang segera dibahas DPR, papar politikus Partai Demokrat ini, urusan kebudayaan akan ditarik ke Kemenparekraf. Kelak namanya bisa jadi Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar).

“Urusan budaya harusnya jadi kluster kedua setelah urusan wajib bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Selama ini pembiayaan di APBN dan APBD masalah kebudayaan jadi urusan pilihan,” jelas Dede.

Anggaran Kemendikbud mencapai hampir Rp 500 triliun. Sementara Kemenparekraf sekitar Rp 4 triliun. Jika kebudayaan ditarik ke Budpar, anggaran bisa Rp 7-10 triliun.

Masalah pelestarian dan pemajuan harus satu kesatuan,” tandasnya. Kemudian, kebijakan anggaran akan lebih fokus. Dan masalah kebudayaan tidak lagi program pilihan.

Saat 2008-2013 jadi wakil gubernur Jabar, Dede mengaku menaikkan anggaran kebudayaan dan pariwisata jadi salah satu urusan wajib. Dari 10 urusan, bidang kebudayaan dan pariwisata ada urutan tujuh.

“Ibaratnya kita mau nangkap ikan kakap atau tuna tapi umpannya ikan pepetek. Hal tidak logis. Itulah yang terjadi saat ini dalam kebijakan anggaran bidang budaya dan pariwisata,” ungkap Dede.

Dengan RUU Kepariwisataan, kebijakan anggaran akan ada pemihakan. Lalu, urusan pelestarian dan pemajuan satu napas. Kepariwisataan dan kebudayaan juga satu kesatuan.

“Pariwisata tanpa budaya ibarat sayur tanpa garam. Atau makan nasi tanpa lauk pauk, pasti hambar dan tidak semangat,” kilah wakil rakyat dari dapil Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat ini.

Berfoto bersama Titik Wahyuni, analis ahli madya dari Kemenparekraf. Lalu, Cuncun A Handayan, kepala bidang Disbudpar Kabupaten Bandung Berikutnya Dr M Hailuki (tenaga ahli Komisi X DPR) dan Saeful Bachri, ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bandung.

Dede kemudian memberi contoh BISA Fest yang digelar di Bandung. Selama dua hari, acara Kemenparekraf itu diisi dengan seni budaya tradisi. Yakni seni tari calung dan seni beluk.

Dalam acara tersebut hadir Titik Wahyuni, analis ahli madya dari Kemenparekraf. Lalu, Cuncun A Handayan, kepala bidang Disbudpar Kabupaten Bandung Berikutnya Dr M Hailuki (tenaga ahli Komisi X DPR) dan Saeful Bachri, ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bandung.

 

Berita Terkait

DPR RI dan Pemerintah Sepakati Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Menjadi Penuh Waktu Mulai 2027
KAI Pastikan Batal Impor KRL Bekas dari Jepang, Pemerintah Siapkan Kereta Baru
Pemkot Bandung Targetkan Seluruh Anak Tidak Sekolah Kembali Mengenyam Pendidikan pada 2028
Ornamen Bata Merah Jadi Ciri Khas Baru Penataan Ruang Publik Jawa Barat
Penumpang Bandara Husein Sastranegara Meningkat, Tembus 2.200 Orang Per Hari
Shuttle DAMRI Banjar-Pangandaran Segera Beroperasi, Tarif Mulai Rp80 Ribu
Kemenperin Dorong Pemanfaatan FTA untuk Perluas Ekspor Produk Olahan Kakao Indonesia
52 Dapur MBG di Cimahi dan Bandung Barat Kena Suspend, Ini Penyebabnya

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:09 WIB

DPR RI dan Pemerintah Sepakati Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Menjadi Penuh Waktu Mulai 2027

Jumat, 6 November 2026 - 11:26 WIB

KAI Pastikan Batal Impor KRL Bekas dari Jepang, Pemerintah Siapkan Kereta Baru

Jumat, 6 November 2026 - 08:53 WIB

Pemkot Bandung Targetkan Seluruh Anak Tidak Sekolah Kembali Mengenyam Pendidikan pada 2028

Jumat, 6 November 2026 - 08:44 WIB

Ornamen Bata Merah Jadi Ciri Khas Baru Penataan Ruang Publik Jawa Barat

Jumat, 6 November 2026 - 08:35 WIB

Penumpang Bandara Husein Sastranegara Meningkat, Tembus 2.200 Orang Per Hari

Berita Terbaru