Infobandungnews.com – Wakil Ketua Komisi II DPR Dede Yusuf Macan Effendi memberi kuliah umum di kampus Politeknik STIA LAN Bandung. Di forum tersebut dia bahas perkembangan AI (artificial intelligence).
“Kehadiran AI tidak bisa kita tolak. Bahkan sekarang mulai dipakai di semua lembaga pemerintahan,” ujar Dede Yusuf, Senin (2/6/2025).
Kemajuan AI, paparmya, bisa membantu proses kerja. Termasuk juga proses kerja-kerja politik dan pemerintahan. “Tapi AI sifatnya hanya membantu, pengambilan keputusan tetap oleh manusia,” tegasnya.
Doktor administrasi publik dari Unpad ini lantas cerita saat dulu jadi pimpinan Komisi X DPR. Salah satu mitranya adalah Kemendikbud. Saat itu berdebat apakah AI harus dilarang. Termasuk di dunia akademik.
“Saya katakan saat itu, AI boleh dipakai termasuk di dunia kampus. Tapi tidak boleh copy paste. AI hanya membantu menyajikan data, keputusan tetap di tangan manusia,” tandasnya.
Mahasiswa, kata wakil gubernur Jabar periode 2008-2013 ini, boleh memakai AI untuk skripsi. Termasuk S2 dan S3. “Syaratnya bukan copy paste karena tidak ada kerja otak dan critical thinking. Kalau copy paste sudah pasti itu plagiat dan ilegal,” ungkapnya.

Dede Yusuf lantas cerita pengalaman empiris. Sebagai politikus di Senayan, dia punya Lim tenaga ahli (TA). Bahkan hampir 15 anggota tim yang membantu kerja-kerja politik di DPR, termasuk di daerah pemilihan.
“Saat saya perlu data, AI lebih cepat menyajiikan data yang saya perlukan. Ketika para TA masih bekerja, AI lebih dulu memberikan data ke saya,” ucap wakil ketua umum Partai Demokrat ini.
Saat ini, organisasi modern di seluruh dunia sudah mulai menggunakan AI. Bahkan di lembaga negara. Tapi sifatnya hanya membantu. Untuk mengoreksi data dan membandingkan.
“How to decision tetap di tangan kita. Data yang diberikan AI selanjutnya dianalisis, dipilih, dikaji, lalu diputuskan oleh kita atas pertimbangan humanity, feeling, dan aspek sosiologis di mana kita berada,” jelas Dede Yusuf.
Kepada para mahasiswa, Dede berpesan agar jadi lulusan yang multitasking. Sebagai lulusan administrasi, tapi juga punya kecakapan multimedia, berorganisasi, dan media sosial.
Lalu, Dr Muhammad Nur Affandi (direktur Politeknik STIA LAN Bandung) dan jajaran. Hadir juga Saeful Bachri, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat. (DBOKIN)









