Amin Tidak Mau Tau, PDIP Merasa Tekanan Kekuasaan

- Jurnalis

Selasa, 21 November 2023 - 08:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

Infobandungnews – Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, yang menyinggung adanya tekanan terhadap pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD di beberapa daerah, termasuk pencopotan baliho.

Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar telah memberikan sorotan baru dalam menghadapi dinamika politik terkini menjelang Pemilihan Presiden 2024. Keberanian mereka untuk belum menjalin komunikasi formal dengan pasangan calon lain menjadi langkah menarik yang mengisyaratkan komitmen untuk menghindari politik ketegangan.

Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali, dengan tegas menegaskan bahwa pasangan Anies-Muhaimin belum melakukan komunikasi formal dengan pasangan lain.

Pernyataan ini disampaikan sebagai tanggapan terhadap pernyataan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, yang menyinggung adanya tekanan terhadap pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD di beberapa daerah, termasuk pencopotan baliho.

Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali,

Menariknya, dalam menghadapi situasi serupa, PDIP mulai menjalin komunikasi dengan pasangan Anies-Muhaimin. Hasto Kristiyanto mengungkapkan bahwa kesepakatan untuk menjalin komunikasi dilakukan dengan memahami tekanan yang dihadapi oleh kedua pasangan calon tersebut. “Kita menyepakati dengan Amin juga, penggunaan suatu instrumen kekuasaan.

Dalam konteks ini kami juga membangun komunikasi dengan Amin karena merasakan hal yang sama,” ujar Hasto kepada wartawan.

Ketegangan politik yang terjadi ternyata juga melibatkan kader PDIP yang menduduki jabatan kepala daerah. Ahmad Ali mengungkapkan bahwa pasangan Anies-Muhaimin sebelum penetapan mengalami tekanan dari kepala daerah yang berasal dari PDIP. “Paling tidak sebelum penetapan, saya mendampingi Amin kesana kemari, justru kami dapat tekanan dari kepala daerah yang dari partai mereka, tidak sedikit kemudian acara kemudian batal karena itu,” terang Ahmad Ali.

Keputusan pasangan Anies-Muhaimin untuk tidak terlibat dalam komunikasi formal dengan pasangan calon lainnya mencerminkan sikap bijak dan berpikir panjang dalam mengelola kompleksitas politik. Sikap ini dapat diartikan sebagai langkah untuk menjaga independensi, menghindari konflik yang tidak perlu, dan memfokuskan energi pada penyampaian visi dan misi kepada masyarakat.

Dalam suasana politik yang dinamis, pasangan ini menunjukkan sikap pemersatu dan fokus pada kepentingan rakyat. Dengan melampaui tekanan politik dan menjaga integritas, Anies-Muhaimin berpotensi menjadi model kepemimpinan yang mengedepankan dialog, kerjasama, dan persatuan di tengah perbedaan. Masyarakat pun berharap agar semua pihak dapat mengedepankan semangat demokrasi yang sehat dan membangun suasana politik yang kondusif menjelang Pemilihan Presiden 2024. (YG – IBN001)***

Berita Terkait

BGN Tegaskan Tidak Ada Batas Usia Maksimum untuk Relawan MBG
Pemerintah Uji Coba CNG 3 Kg untuk Rumah Tangga, Digadang Jadi Pengganti LPG Subsidi
Pemerintah Siapkan CNG Pengganti LPG 3 Kg, Tabung Fiber Tipe 4 Dikebut Rampung
KSP dan KPK Perkuat Pengawasan Program MBG, Dudung Soroti Dugaan Jual Beli Titik Dapur
10 WNI Ditangkap di Arab Saudi, Diduga Terlibat Promosi Haji Ilegal
RI Bakal Punya BBM Baru B50 di Juli 2026, Berapa Harganya?
Harga BBM Nonsubsidi Naik per 4 Mei 2026, Pertamax Tetap Stabil
Puluhan WNI Gagal Berangkat Haji dari Soetta, Terbukti Gunakan Visa Tak Sesuai

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:42 WIB

BGN Tegaskan Tidak Ada Batas Usia Maksimum untuk Relawan MBG

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:42 WIB

Pemerintah Uji Coba CNG 3 Kg untuk Rumah Tangga, Digadang Jadi Pengganti LPG Subsidi

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:39 WIB

Pemerintah Siapkan CNG Pengganti LPG 3 Kg, Tabung Fiber Tipe 4 Dikebut Rampung

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:15 WIB

KSP dan KPK Perkuat Pengawasan Program MBG, Dudung Soroti Dugaan Jual Beli Titik Dapur

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:36 WIB

10 WNI Ditangkap di Arab Saudi, Diduga Terlibat Promosi Haji Ilegal

Berita Terbaru