Lele atau Kembung? Kenali Perbedaan Gizi dan Risiko Merkurinya Sebelum Memilih

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews – Ikan lele dan ikan kembung menjadi dua jenis ikan yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia karena harganya terjangkau dan mudah diolah menjadi beragam hidangan. Meski sama-sama populer, keduanya memiliki kandungan nutrisi dan tingkat risiko paparan zat pencemar yang berbeda, sehingga penting bagi konsumen untuk memahami keunggulan masing-masing.

Dari segi kandungan gizi, ikan lele dikenal sebagai sumber protein hewani yang cukup baik dan ekonomis. Namun, kadar asam lemak omega-3 pada ikan lele tidak setinggi ikan laut. Selain itu, lele juga memiliki kandungan lemak yang relatif lebih tinggi sehingga konsumsinya perlu dibatasi agar tetap seimbang.

Sementara itu, ikan kembung dikenal memiliki kandungan omega-3 yang melimpah, bahkan sering dianggap sebagai salah satu ikan terbaik untuk menjaga kesehatan jantung dan mendukung perkembangan fungsi otak. Kandungan vitamin D serta vitamin B12 pada ikan kembung juga lebih tinggi, sehingga menjadikannya memiliki nilai gizi yang lebih lengkap.

Perbedaan kandungan nutrisi tersebut dipengaruhi oleh habitat kedua ikan. Ikan lele hidup di perairan tawar dan biasanya berada di dasar kolam atau sungai. Jika proses budidayanya tidak dilakukan dengan baik, lele berpotensi terpapar polusi dari air maupun pakan. Oleh sebab itu, tingkat keamanan ikan lele sangat bergantung pada kebersihan lingkungan budidayanya.

Sebaliknya, ikan kembung merupakan ikan laut berukuran kecil yang hidup dalam waktu relatif singkat dan berada pada rantai makanan bagian bawah. Kondisi tersebut membuat ikan kembung cenderung memiliki kadar merkuri yang rendah, sehingga lebih aman dikonsumsi secara rutin.

Karena alasan itu, ikan kembung kerap direkomendasikan sebagai pilihan ikan laut yang sehat, termasuk untuk anak-anak dan ibu hamil. Kandungan gizinya tinggi dengan risiko cemaran merkuri yang lebih kecil dibanding beberapa jenis ikan lainnya.

Perlu diketahui, kandungan merkuri pada ikan tidak akan hilang meskipun dimasak dengan cara digoreng, direbus, maupun dibakar. Oleh karena itu, memilih jenis ikan yang aman jauh lebih penting dibanding sekadar cara pengolahannya.

Secara umum, ikan lele tetap menjadi sumber protein yang murah dan mudah didapat, selama berasal dari budidaya yang bersih dan dikonsumsi dalam jumlah wajar. Namun, jika ingin memperoleh manfaat gizi lebih tinggi dengan risiko paparan polutan lebih rendah, ikan kembung dinilai menjadi pilihan yang lebih sehat untuk konsumsi jangka panjang.***

Berita Terkait

Pensiun Tetap Produktif: Usaha Ternak Ikan Cepat Panen Jadi Peluang Cuan Menjanjikan
Bandung Masuk 34 Besar Kota Kuliner Terbaik Dunia, Cita Rasa Lokal Mendunia
Parkir Terpusat Pangandaran Diterapkan, Atasi Macet Namun Dikeluhkan Wisatawan
5 Surga Takjil di Bandung, Tempat Favorit Warga Berburu Menu Berbuka
Waspada Penyalahgunaan KTP, Begini Cara Cek Data Pinjol di SLIK OJK
12 Jenis Ikan Mudah Diternak di Lahan Sempit, Cocok untuk Usaha Rumahan
Menggebrak Pasar: vivo X300 Series Tawarkan Kamera Premium dan Fitur Fotografi Level Pro
Menyelami Kelezatan Pindang Gunung, Cita Rasa Asli Pangandaran, Jawa Barat

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 15:22 WIB

Lele atau Kembung? Kenali Perbedaan Gizi dan Risiko Merkurinya Sebelum Memilih

Minggu, 12 April 2026 - 09:06 WIB

Pensiun Tetap Produktif: Usaha Ternak Ikan Cepat Panen Jadi Peluang Cuan Menjanjikan

Jumat, 10 April 2026 - 09:02 WIB

Bandung Masuk 34 Besar Kota Kuliner Terbaik Dunia, Cita Rasa Lokal Mendunia

Jumat, 27 Maret 2026 - 08:00 WIB

Parkir Terpusat Pangandaran Diterapkan, Atasi Macet Namun Dikeluhkan Wisatawan

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:37 WIB

5 Surga Takjil di Bandung, Tempat Favorit Warga Berburu Menu Berbuka

Berita Terbaru