Dapat Tambahan Penghasilan, Warga Kota Bandung Antusias Ikuti Program Padat Karya

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews – Semangat pagi tampak terpancar Halaman Kantor Kecamatan Batununggal, Selasa (9/6/2026). Puluhan warga dari berbagai kelurahan berkumpul mengenakan perlengkapan kerja, siap memulai Program Padat Karya Tematik 2026 yang digagas Pemerintah Kota Bandung.

Di tengah tantangan ekonomi dan masih tingginya angka pengangguran, program ini menjadi secercah harapan bagi masyarakat untuk tetap produktif sekaligus memperoleh penghasilan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, secara langsung melepas para peserta yang berasal dari Kelurahan Maleer, Samoja, Cibangkong, Kebon Gedang, Gumuruh, dan Kacapiring.

Menurut Farhan, program padat karya bukan sekadar memberikan pekerjaan sementara, tetapi menjadi jembatan bagi warga yang masih berjuang keluar dari pengangguran terbuka.

“Total ada sekitar 8.600 peserta padat karya di Kota Bandung tahun ini. Ini menjadi jembatan bagi masyarakat yang masih mencari pekerjaan tetap. Sambil bekerja dan mendapatkan penghasilan, mereka tetap bisa mencari peluang kerja yang lebih permanen,” ujarnya.

Farhan mengungkapkan, tingkat pengangguran terbuka di Kota Bandung saat ini masih berada di kisaran 7,2 persen.

Karena itu, Pemerintah Kota Bandung terus mengembangkan berbagai strategi untuk membuka akses pekerjaan, baik melalui program padat karya maupun layanan informasi lowongan kerja secara daring dan luring.

“Pemerintah tidak hanya menyediakan pekerjaan, tetapi juga menyediakan akses dan informasi pekerjaan. Kami ingin menjadi penghubung antara pencari kerja dan dunia usaha sehingga peluang kerja semakin terbuka,” katanya.

Dalam sambutannya, Farhan memberikan motivasi kepada para peserta agar tetap semangat bekerja dan tidak menyerah menghadapi keadaan.

Ia menuturkan, produktivitas tidak selalu identik dengan pekerjaan formal. Selama seseorang masih mau bekerja, berkarya, dan memberikan manfaat, maka ia telah berkontribusi bagi dirinya sendiri maupun lingkungan sekitar.

“Jangan pernah malu selama kita masih bisa bergerak. Artinya kita masih punya harkat dan derajat. Yang penting terus bekerja dan berkarya,” tegasnya yang disambut tepuk tangan peserta.

Program Padat Karya Tematik tahun ini difokuskan pada kegiatan penanganan lingkungan dan kebersihan wilayah. Selain membantu warga memperoleh penghasilan, program tersebut juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

Baca Juga :  Peci Legendaris M. Iming, Pertahankan Kualitas Hingga Bertahan Satu Abad

Menariknya, peserta padat karya berasal dari berbagai latar belakang. Salah satunya Dava (23), mahasiswa semester akhir asal Kelurahan Kacapiring. Di sela kesibukannya menyelesaikan kuliah, ia memilih mengikuti program tersebut karena melihat manfaatnya bagi masyarakat.

“Program ini sangat membantu warga. Lingkungan jadi lebih bersih dan terawat. Selain itu, warga juga mendapatkan manfaat ekonomi. Semoga program seperti ini terus ada ke depannya,” ujar Dava.

Hal senada disampaikan Sri (62), seorang ibu rumah tangga asal Kacapiring. Menurutnya, program padat karya menjadi solusi yang baik bagi warga yang belum memiliki pekerjaan tetap.

“Program ini bagus untuk masyarakat, terutama yang belum mendapatkan pekerjaan secara mantap. Mudah-mudahan ke depan jumlahnya bisa lebih banyak lagi,” katanya.

Sementara itu, Yoga, seorang pengemudi ojek online dari Kelurahan Cibangkong, mengaku program tersebut memberikan tambahan penghasilan yang sangat berarti di tengah pendapatan harian yang tidak menentu.

“Kalau narik ojol kan kadang ramai, kadang sepi. Dengan padat karya ini ada tambahan penghasilan yang jelas. Apalagi ada perlindungan BPJS dan asuransi kecelakaan kerja, jadi lebih tenang saat bekerja,” ungkapnya.

Yoga berharap program serupa dapat diperluas cakupannya sehingga semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya.

Di tengah berbagai tantangan ekonomi perkotaan, Program Padat Karya Tematik menjadi bukti bahwa upaya penanganan pengangguran tidak selalu harus dilakukan melalui proyek-proyek besar.

Dengan melibatkan warga secara langsung dalam kegiatan kebersihan dan penataan lingkungan, program ini mampu menghadirkan dua manfaat sekaligus: menjaga wajah kota tetap bersih dan memberikan penghasilan bagi masyarakat.

Bagi Pemerintah Kota Bandung, padat karya bukan hanya tentang menyapu jalan, membersihkan sungai, atau merapikan lingkungan.

Lebih dari itu, program ini menjadi simbol hadirnya pemerintah di tengah masyarakat, memberikan ruang bagi warga untuk tetap produktif, menjaga martabat, dan menatap masa depan dengan optimisme.

“Seluruh warga Kota Bandung harus produktif. Peluang selalu ada bagi mereka yang mau berusaha,” pungkas Farhan.

Sumber Diskominfo Kota Bandung.

Berita Terkait

Ngatiyana Resmi Buka MPLS 2026, Tekankan Sekolah Harus Aman, Ramah, dan Berkualitas
Pria Asal Kabupaten Bandung Ditemukan Meninggal di Kings Shopping Center, Polisi Lakukan Penyelidikan
Pemkab Garut Bersiap Kembali Buka Beasiswa “Satu Desa Satu Sarjana” 2026
Viral Kopdes Merah Putih Disebut Berdiri di Puncak Gunung, Pemdes Gunungmasigit Akhirnya Buka Suara
Puluhan KK Tercatat di Restoran dan Tempat Karaoke, Bandung Perketat Verifikasi Domisili SPMB
Warga Padalarang Blokade Gerbang Pabrik, Protes Dugaan PHK Sepihak Delapan Pekerja Lokal
Jelang Reaktivasi Bandara Husein, Pemkot Bandung Genjot Perbaikan Infrastruktur dan Akses Transportasi
JPO Terminal Cicaheum Dibongkar, Pemkot Bandung Siapkan Kawasan untuk Depo BRT

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:26 WIB

Ngatiyana Resmi Buka MPLS 2026, Tekankan Sekolah Harus Aman, Ramah, dan Berkualitas

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:11 WIB

Pria Asal Kabupaten Bandung Ditemukan Meninggal di Kings Shopping Center, Polisi Lakukan Penyelidikan

Selasa, 14 Juli 2026 - 00:20 WIB

Pemkab Garut Bersiap Kembali Buka Beasiswa “Satu Desa Satu Sarjana” 2026

Rabu, 8 Juli 2026 - 07:14 WIB

Viral Kopdes Merah Putih Disebut Berdiri di Puncak Gunung, Pemdes Gunungmasigit Akhirnya Buka Suara

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:59 WIB

Puluhan KK Tercatat di Restoran dan Tempat Karaoke, Bandung Perketat Verifikasi Domisili SPMB

Berita Terbaru