350 Peserta Ikuti Ujian Bahasa Jerman A1 Terbesar di Jawa Barat, Disnakertrans Siapkan Tenaga Kerja Tembus Pasar Jerman

- Jurnalis

Selasa, 17 Maret 2026 - 05:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews – Sebanyak 350 peserta mengikuti ujian kemampuan bahasa Jerman level A1 yang digelar secara serentak di Kabupaten Majalengka pada Minggu (15/3/2026). Kegiatan ini tercatat sebagai pelaksanaan ujian bahasa Jerman secara luring dengan jumlah peserta terbanyak yang pernah diselenggarakan di satu lokasi di Jawa Barat.

Program tersebut merupakan inisiatif Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat yang bekerja sama dengan lembaga pelatihan kerja LPK Instudia. Kegiatan ini bertujuan mempersiapkan tenaga kerja terampil dari Jawa Barat agar mampu bersaing dan mendapatkan peluang kerja di Jerman.

Peserta yang mengikuti ujian merupakan kandidat terpilih. Sebanyak 325 orang merupakan peserta utama yang berhasil lolos seleksi ketat dari lebih dari 7.300 pendaftar di seluruh Jawa Barat. Sementara itu, 25 peserta lainnya merupakan cadangan yang dipersiapkan untuk menjaga keberlanjutan program.

Kepala Disnakertrans Jawa Barat, I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, menjelaskan bahwa pelatihan bahasa Jerman merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam membuka akses kerja internasional bagi generasi muda.

Ia menyebutkan bahwa Jerman saat ini tengah mengalami kekurangan tenaga kerja dalam jumlah besar dan membuka peluang bagi tenaga kerja asing, termasuk dari Indonesia.

Menurutnya, pada tahun 2024 terdapat sekitar 439 ribu lowongan pekerjaan di Jerman yang secara resmi dibuka untuk tenaga kerja terampil dan spesialis. Selain itu, pada Februari 2026 Indonesia juga telah menandatangani nota kesepahaman untuk penempatan sekitar 4.000 tenaga kerja di berbagai sektor penting di negara tersebut.

Sebagai provinsi dengan jumlah angkatan kerja terbesar di Indonesia, Jawa Barat dinilai memiliki potensi besar untuk memanfaatkan peluang tersebut.

Kim menambahkan bahwa kebutuhan tenaga kerja di Jerman mencakup berbagai sektor penting. Bidang kesehatan menjadi salah satu yang paling membutuhkan tenaga kerja, khususnya perawat. Selain itu, sektor hospitality dan pariwisata memerlukan tenaga layanan, sementara sektor teknologi informasi membutuhkan spesialis IT serta pengembang perangkat lunak. Permintaan tenaga kerja juga muncul di sektor industri, logistik, hingga konstruksi.

Baca Juga :  Dedi Mulyadi Minta Kepsek Se-Jabar Serahkan Ijazah yang Ditahan, Tunggakan Akan Diselesaikan

Meski peluang terbuka luas, calon pekerja harus memenuhi sejumlah persyaratan penting, mulai dari kemampuan bahasa, penyetaraan ijazah pendidikan, hingga kepemilikan izin tinggal atau visa kerja.

Penguasaan bahasa Jerman menjadi syarat utama. Untuk sebagian besar profesi, seperti tenaga kesehatan, profesional, maupun peserta program pendidikan vokasi Ausbildung, kemampuan bahasa minimal berada pada level B1 hingga B2.

“Bahasa menjadi kunci utama untuk membuka akses ke dunia kerja internasional. Melalui pelatihan ini kami ingin memastikan generasi muda Jawa Barat memiliki kemampuan yang relevan sehingga mampu bersaing di tingkat global,” ujar Kim.

Sementara itu, Direktur LPK Instudia, Aceng Imam, menjelaskan bahwa pelatihan bahasa Jerman dalam program ini telah dimulai sejak 11 Februari 2026 dan secara resmi dibuka pada 18 Februari oleh Disnakertrans Jawa Barat.

Proses pembelajaran dilaksanakan dengan metode hybrid learning yang memadukan pembelajaran daring dan tatap muka. Peserta juga didukung dengan sistem learning management system (LMS) untuk membantu mereka mencapai kompetensi bahasa hingga level A1 dan A2.

Pelaksanaan ujian dirancang dengan standar ketat guna menjaga kualitas penilaian. Ujian tulis yang meliputi kemampuan mendengar, membaca, dan menulis dilaksanakan secara serentak di ruang konvensi hotel.

Aceng menjelaskan, ujian internal tersebut menjadi tolok ukur awal bagi peserta sebelum mengikuti ujian sertifikasi internasional melalui lembaga resmi yang diakui oleh pemerintah Jerman.

Ia menambahkan bahwa pengalaman selama dua dekade dalam mengelola pelatihan bahasa Jerman menunjukkan hasil yang konsisten. Peserta yang memperoleh nilai tinggi dalam ujian internal biasanya juga mampu meraih skor tinggi ketika mengikuti ujian sertifikasi resmi di lembaga yang ditunjuk pemerintah Jerman.***

 

Berita Terkait

Salat Id di Gedung Sate, Dedi Mulyadi Soroti Kinerja Pemerintah dan Janji Benahi Anggaran
Meski Ditertibkan dan Dijanjikan Kompensasi, Penyapu Koin di Pantura Subang Masih Marak Jelang Lebaran
Diskon Pajak Kendaraan 10% Selama Lebaran, Pemprov Jabar Ajak Warga Tetap Taat Pajak
Gubernur Jabar Beri Santunan untuk Sopir Angkot Puncak Selama Libur Lebaran 2026
Diserbu Warga! Pasar Murah di Baleendah Ludes dalam Sejam, 25 Ribu Liter Minyak Goreng dan 3 Ton Beras Habis Terjual
Pemprov Jabar Salurkan Tambahan Penghasilan Aparatur Desa 2026 untuk 5.311 Desa
Pemprov Jabar Siapkan Rp6,5 Miliar untuk Kompensasi Sopir Angkot dan Kusir Delman Saat Mudik Lebaran 2026
Rumah Lansia 80 Tahun di Pangandaran Terancam Dibongkar Demi Pembangunan Gedung Kopdes

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 08:57 WIB

Salat Id di Gedung Sate, Dedi Mulyadi Soroti Kinerja Pemerintah dan Janji Benahi Anggaran

Jumat, 20 Maret 2026 - 16:38 WIB

Meski Ditertibkan dan Dijanjikan Kompensasi, Penyapu Koin di Pantura Subang Masih Marak Jelang Lebaran

Kamis, 19 Maret 2026 - 11:23 WIB

Diskon Pajak Kendaraan 10% Selama Lebaran, Pemprov Jabar Ajak Warga Tetap Taat Pajak

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:43 WIB

Gubernur Jabar Beri Santunan untuk Sopir Angkot Puncak Selama Libur Lebaran 2026

Selasa, 17 Maret 2026 - 05:22 WIB

350 Peserta Ikuti Ujian Bahasa Jerman A1 Terbesar di Jawa Barat, Disnakertrans Siapkan Tenaga Kerja Tembus Pasar Jerman

Berita Terbaru