Banjir–Longsor Menerjang 13 Wilayah, Sumatera Barat Resmi Tanggap Darurat

- Jurnalis

Kamis, 27 November 2025 - 22:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemprov Sumbar Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana 25 November–8 Desember 2025, 13 Daerah Terdampak Cuaca Ekstrem (Foto Jawapos.com)

Pemprov Sumbar Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana 25 November–8 Desember 2025, 13 Daerah Terdampak Cuaca Ekstrem (Foto Jawapos.com)

Infobandungnews.com – PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari menyusul terjadinya banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, mengungkapkan bahwa munculnya bibit siklon tropis bernomor 95B di bagian timur perairan Aceh memicu peningkatan intensitas hujan dalam sepekan terakhir. Dampaknya meluas dari Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat. Bibit siklon yang terdeteksi sejak 21 November 2025 di kawasan Selat Malaka tersebut menyebabkan terjadinya pertemuan massa udara di wilayah Sumatera Barat. Ditambah dengan kondisi Indeks Indian Ocean Dipole (IOD) yang berada pada fase negatif, situasi ini memicu hujan dengan curah tinggi. “Kondisi tersebut menjadi faktor utama terjadinya hujan lebat,” ujar Guswanto, Kamis (27/11/2025).

Ia juga menambahkan, meningkatnya pasokan uap air dan tingginya kadar kelembapan udara membuat atmosfer tidak stabil, sehingga memicu pertumbuhan awan hujan tebal yang menyebabkan hujan berlangsung dalam waktu lama.


BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem Berturut-turut

BMKG merilis peringatan dini cuaca ekstrem selama tiga hari berturut-turut bagi wilayah Sumatera Barat:

  • 26 November 2025: Hujan lebat hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di Agam, Pasaman Barat, Tanah Datar, Padang Panjang, Padang, Pariaman, Padang Pariaman, serta Pesisir Selatan.

  • 27 November 2025: Potensi cuaca ekstrem masih diperkirakan terjadi dengan wilayah terdampak yang relatif sama.

  • 28 November 2025: Kondisi cuaca ekstrem diprediksi kembali berpeluang terjadi dari pagi hingga malam hari di kawasan serupa.

Baca Juga :  Cuaca Kota Bandung Lebih Dingin, Begini Penjelasan BMKG

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang tinggal di wilayah perbukitan, sepanjang aliran sungai, dan daerah rawan longsor.


Dampak Bencana Menjangkau 13 Daerah

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, menyampaikan bahwa status tanggap darurat berlaku hingga 8 Desember 2025.

“Kami telah menetapkan status tanggap darurat selama dua pekan sejak kemarin,” katanya dalam laporan di lapangan.

Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sedikitnya 13 kabupaten dan kota terdampak bencana. Wilayah tersebut meliputi:

Padang Pariaman, Kota Padang, Agam, Tanah Datar, Pasaman Barat, Kota Bukittinggi, Kota Solok, Kabupaten Solok, Padang Panjang, Pesisir Selatan, Kota Pariaman, Limapuluh Kota, dan Pasaman.

Juru bicara BPBD Sumbar, Ilham Wahab, menyampaikan bahwa estimasi kerugian sementara mencapai sekitar Rp4,9 miliar dan masih berpotensi bertambah seiring berjalannya proses pendataan.

“Nilai ini masih bersifat sementara karena proses pendataan belum sepenuhnya rampung,” jelasnya.

Masyarakat diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan BMKG, serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan terjadinya banjir lanjutan maupun longsor susulan.***

Berita Terkait

BGN Tegaskan Tidak Ada Batas Usia Maksimum untuk Relawan MBG
Pemerintah Uji Coba CNG 3 Kg untuk Rumah Tangga, Digadang Jadi Pengganti LPG Subsidi
Pemerintah Siapkan CNG Pengganti LPG 3 Kg, Tabung Fiber Tipe 4 Dikebut Rampung
KSP dan KPK Perkuat Pengawasan Program MBG, Dudung Soroti Dugaan Jual Beli Titik Dapur
10 WNI Ditangkap di Arab Saudi, Diduga Terlibat Promosi Haji Ilegal
RI Bakal Punya BBM Baru B50 di Juli 2026, Berapa Harganya?
Harga BBM Nonsubsidi Naik per 4 Mei 2026, Pertamax Tetap Stabil
Puluhan WNI Gagal Berangkat Haji dari Soetta, Terbukti Gunakan Visa Tak Sesuai

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:42 WIB

BGN Tegaskan Tidak Ada Batas Usia Maksimum untuk Relawan MBG

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:42 WIB

Pemerintah Uji Coba CNG 3 Kg untuk Rumah Tangga, Digadang Jadi Pengganti LPG Subsidi

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:39 WIB

Pemerintah Siapkan CNG Pengganti LPG 3 Kg, Tabung Fiber Tipe 4 Dikebut Rampung

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:15 WIB

KSP dan KPK Perkuat Pengawasan Program MBG, Dudung Soroti Dugaan Jual Beli Titik Dapur

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:36 WIB

10 WNI Ditangkap di Arab Saudi, Diduga Terlibat Promosi Haji Ilegal

Berita Terbaru