Infobandungnew – Baleendah – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung menggelar kegiatan Penguatan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara bagi Pramuka Penegak dan Pandega di Aula Kwarcab Kabupaten Bandung, Jalan RAA Wiranatakusumah No. 19, Baleendah, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 100 Pramuka Penegak dan Pandega dari seluruh Kwartir Ranting se-Kabupaten Bandung ini bertujuan memperkuat karakter kebangsaan, menanamkan semangat bela negara, serta membekali generasi muda agar mampu menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi digital.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Kwarcab Kabupaten Bandung Bidang Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Drs. H. Ruli Hadiana, S.Sos., M.I.Pol., Kepala Bidang Organisasi Kepemudaan Dispora Kabupaten Bandung Drs. H. Moch. Iwan Djajakusumah, M.Si., Sekretaris II Kwarcab Kabupaten Bandung Tatan Munandar, S.Pd., M.M., jajaran Andalan Cabang Bidang Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, serta narasumber Wachyu Mulyadi, S.Pd. dan Dodi Wibisana, M.M.
Ketua Pelaksana, Ading Sunjaya, S.Pd.I., dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pandega untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, serta memperkuat karakter sebagai calon pemimpin bangsa.
“Kami berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi muda yang menjunjung tinggi nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka, memiliki jiwa patriotisme, cinta tanah air, serta semangat bela negara,” ujarnya.
Bela Negara Dimulai dari Karakter
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Bidang Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Kwarcab Kabupaten Bandung, Drs. H. Ruli Hadiana, S.Sos., M.I.Pol. Dalam sambutannya, Kak Ruli menegaskan bahwa semangat bela negara tidak hanya diwujudkan melalui pertahanan fisik, tetapi juga melalui pembentukan karakter, peningkatan kompetensi, menjaga persatuan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Bela negara dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memiliki integritas, peduli terhadap lingkungan, menjaga persatuan, serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama,” katanya.
Ruli yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung mengajak seluruh anggota Pramuka menjadi pelopor kepedulian lingkungan melalui gerakan pengelolaan sampah dari sumbernya, salah satunya dengan mendukung program LU SABAR (Lubang Sampah Barokah) sebagai bentuk nyata bela negara di bidang lingkungan hidup.
Ia juga mengingatkan pentingnya kecerdasan digital agar generasi muda tidak mudah terpengaruh hoaks, ujaran kebencian, maupun provokasi yang dapat mengancam persatuan bangsa.
Nasionalisme di Era Digital
Pada sesi pertama, Wachyu Mulyadi, S.Pd. menyampaikan materi bertajuk “Penyelarasan Nilai-Nilai Dasar Nasionalisme dengan Arus Digitalisasi dan Globalisasi.”
Ia menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila tetap relevan sebagai pedoman kehidupan, termasuk dalam aktivitas di ruang digital. Generasi muda diharapkan mampu menggunakan media sosial secara bijak, menghargai perbedaan, menolak penyebaran hoaks, cyberbullying, ujaran kebencian, hingga praktik judi online yang kini semakin menyasar kalangan remaja.
Menurutnya, nasionalisme masa kini diwujudkan melalui perilaku positif di dunia digital dengan tetap berpegang pada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Karakter, Kompetensi, dan Komitmen Kebangsaan
Materi berikutnya disampaikan Dodi Wibisana, M.M. melalui tema “Tiga Modal Utama Generasi Muda Unggul.”
Ia menjelaskan bahwa generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan harus memiliki tiga modal utama, yakni karakter, kompetensi, dan komitmen kebangsaan.
Menurutnya, karakter dibangun melalui integritas, disiplin, kepedulian, dan tanggung jawab. Kompetensi diwujudkan melalui literasi digital, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, dan keterampilan kepramukaan. Sementara komitmen kebangsaan tercermin dari kesetiaan terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Dodi juga mengajak peserta untuk aktif dalam kegiatan positif, bijak bermedia sosial, berani menolak pengaruh negatif, serta menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan masing-masing.

Komitmen Menjadi Agen Perubahan
Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti pembacaan ikrar bersama sebagai bentuk komitmen menjaga persatuan bangsa dan menjadi generasi muda yang berkarakter serta berwawasan kebangsaan.
Kegiatan kemudian ditutup oleh Sekretaris II Kwarcab Kabupaten Bandung, Tatan Munandar, S.Pd., M.M. yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, narasumber, dan panitia atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan. Penutupan juga ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan secara simbolis kepada perwakilan peserta.
Melalui kegiatan ini, Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung berharap lahir generasi Penegak dan Pandega yang tidak hanya unggul dalam kecakapan kepramukaan, tetapi juga memiliki karakter kuat, kompetensi yang mumpuni, serta komitmen kebangsaan yang kokoh untuk menghadapi tantangan zaman dan berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa.***









