Buruh Kabupaten Bandung Keluhkan BSU, Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Jadi Sorotan

- Jurnalis

Rabu, 9 November 2022 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews – Soreang – Sejumlah buruh di Kabupaten Bandung mengeluhkan belum meratanya penerimaan Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang diberikan pemerintah sebagai kompensasi atas dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Ketua Federasi Serikat Pekerja Indonesia (FPSI) Kabupaten Bandung, Adang, mengatakan masih banyak pekerja yang tidak memperoleh bantuan tersebut. Salah satu persoalan yang disorot adalah belum seluruh pekerja didaftarkan oleh perusahaan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Menurutnya, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu persyaratan penting dalam penyaluran BSU pada saat itu. Ketika perusahaan tidak mendaftarkan pekerjanya, buruh berpotensi kehilangan akses terhadap program bantuan pemerintah.

Namun, persoalan tersebut tidak hanya dialami pekerja yang belum terdaftar BPJS Ketenagakerjaan. Adang menyebut sejumlah buruh yang telah tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan juga masih tidak menerima BSU.

“Yang sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan juga banyak yang tidak mendapat BSU,” ujar Adang, Jumat 4 November 2022 dilansir Ayobandung.com.

Perbedaan Data Jadi Kendala

Adang menilai ketidaktepatan atau perbedaan data menjadi salah satu faktor yang menyebabkan sebagian pekerja tidak menerima bantuan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya sinkronisasi data antara perusahaan, BPJS Ketenagakerjaan, dan pemerintah.

Menurutnya, persoalan data harus segera dibenahi agar pekerja yang memenuhi persyaratan tidak kehilangan hak atas program perlindungan yang telah disediakan pemerintah.

“Ini masalah yang harus diselesaikan oleh pemerintah,” tambahnya.

Ia juga menyoroti masih adanya perusahaan yang dinilai belum menjalankan kewajibannya untuk mendaftarkan seluruh pekerja dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Padahal, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan merupakan bagian penting dari perlindungan sosial bagi pekerja. Lemahnya pengawasan terhadap perusahaan dinilai dapat menyebabkan hak-hak buruh tidak terpenuhi secara optimal.

Pengawasan Perusahaan Perlu Diperkuat

Adang mendorong pemerintah daerah bersama instansi terkait meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan, khususnya dalam memastikan seluruh pekerja mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Menurutnya, pendataan pekerja juga perlu dilakukan secara lebih terintegrasi. Data mengenai status hubungan kerja, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, upah, hingga penerima bantuan pemerintah harus dapat disandingkan sehingga tidak terjadi perbedaan informasi.

Persoalan tersebut dinilai penting karena pekerja yang tidak terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya berpotensi kehilangan akses terhadap bantuan tertentu, tetapi juga menghadapi keterbatasan perlindungan ketika mengalami risiko kerja maupun membutuhkan layanan jaminan sosial.

Adang berharap pemerintah tidak hanya melakukan perbaikan data ketika program bantuan akan disalurkan, tetapi juga memastikan kepatuhan perusahaan dalam mendaftarkan pekerjanya dilakukan secara berkelanjutan.

Dengan pengawasan yang lebih kuat dan integrasi data yang lebih baik, hak buruh di Kabupaten Bandung diharapkan dapat terlindungi. Selain itu, penyaluran bantuan pemerintah juga dapat menjadi lebih tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan akibat perbedaan data.

Berita Terkait

Pemkot Bandung Targetkan Seluruh Anak Tidak Sekolah Kembali Mengenyam Pendidikan pada 2028
Penumpang Bandara Husein Sastranegara Meningkat, Tembus 2.200 Orang Per Hari
52 Dapur MBG di Cimahi dan Bandung Barat Kena Suspend, Ini Penyebabnya
ANDERPAS RESMI DIBUKA, AREA BAWAH FLYOVER PASUPATI DISIAPKAN JADI PUSAT KULINER DAN EKONOMI RAKYAT
BUPATI SUMEDANG LANTIK 15 CAMAT, TUJUH DI ANTARANYA PEJABAT BARU
BPBD Kota Bandung Soroti Belum Adanya Pengalihan Aliran Air dari Hulu Usai Banjir di Cipaganti
Job Fair Bedas Festival Hari Kedua, Disnaker Kabupaten Bandung Permudah Akses Lamaran Kerja melalui Dashnaker+
Job Fair Majalaya Sediakan Ratusan Lowongan, Kemenaker Apresiasi Inovasi Gerai Bursa Kerja Kabupaten Bandung

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 08:53 WIB

Pemkot Bandung Targetkan Seluruh Anak Tidak Sekolah Kembali Mengenyam Pendidikan pada 2028

Jumat, 6 November 2026 - 08:35 WIB

Penumpang Bandara Husein Sastranegara Meningkat, Tembus 2.200 Orang Per Hari

Rabu, 4 November 2026 - 07:11 WIB

52 Dapur MBG di Cimahi dan Bandung Barat Kena Suspend, Ini Penyebabnya

Senin, 2 November 2026 - 16:04 WIB

ANDERPAS RESMI DIBUKA, AREA BAWAH FLYOVER PASUPATI DISIAPKAN JADI PUSAT KULINER DAN EKONOMI RAKYAT

Senin, 2 November 2026 - 15:51 WIB

BUPATI SUMEDANG LANTIK 15 CAMAT, TUJUH DI ANTARANYA PEJABAT BARU

Berita Terbaru