Infobandungnews – CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi menghadapi tantangan dalam menjaga kesinambungan layanan pendidikan menyusul banyaknya tenaga pendidik yang memasuki masa purnabakti. Sepanjang 2026, jumlah guru yang diperkirakan pensiun mencapai hampir 90 orang. Situasi ini menuntut pemerintah daerah menyusun strategi pengelolaan sumber daya manusia, terutama untuk mengantisipasi kekosongan jabatan kepala sekolah.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana menekankan perlunya mempersiapkan regenerasi kepemimpinan di lingkungan sekolah. Pernyataan tersebut disampaikan saat kegiatan penyerahan surat keputusan (SK) pensiun bagi aparatur sipil negara (ASN) serta SK penugasan periode kedua kepada 15 kepala sekolah, Senin (26/10/2026).
Ngatiyana menyampaikan bahwa proses pergantian kepala sekolah perlu direncanakan secara terstruktur dan tidak dilakukan secara mendadak. Pemerintah daerah harus memastikan calon pengganti telah dipersiapkan sebelum pejabat sebelumnya memasuki masa pensiun agar aktivitas pembelajaran dan pelayanan pendidikan tidak terganggu.
“Jangan sampai terjadi kekosongan jabatan. Begitu ada kepala sekolah yang memasuki masa pensiun, penggantinya harus segera dipersiapkan agar proses pendidikan tetap berjalan dengan baik,” tegas Ngatiyana.

Pemberian penugasan untuk periode kedua kepada 15 kepala sekolah menjadi salah satu upaya mempertahankan kesinambungan manajemen pendidikan. Meski demikian, penempatan pejabat sekolah harus tetap disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, kemampuan calon, serta regulasi yang berlaku di lingkungan pemerintahan.
“Ngatiyana juga meminta Dinas Pendidikan bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Cimahi memperkuat koordinasi. Pemetaan kebutuhan kepala sekolah, mulai dari jenjang TK dan PAUD hingga SD dan SMP, dinilai penting agar regenerasi kepemimpinan tidak dilakukan secara mendadak,” tutup Ngatiyana.
Sementara itu, Kepala BKPSDMD Kota Cimahi, Siti Fatonah, menyampaikan bahwa jumlah guru yang memasuki masa pensiun selama 2026 diproyeksikan mencapai hampir 90 orang. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari beberapa periode sepanjang tahun dan bukan keseluruhan ASN yang menerima SK pensiun pada kegiatan 26 Oktober lalu.
“Siti menyebutkan, sekitar delapan orang lainnya diperkirakan memasuki masa pensiun pada Desember 2026. Sementara itu, sebanyak 11 ASN dijadwalkan memasuki masa purnabakti mulai 1 November 2026, terdiri atas tenaga pendidik dan pegawai dari unsur lainnya,” ucapnya.
Di antara ASN yang akan mengakhiri masa tugasnya, terdapat seorang dokter spesialis yang bekerja di RSUD Cibabat. Namun, proses administrasi pensiunnya masih berlangsung sehingga dokter tersebut belum dapat mengikuti agenda penyerahan SK.
Menurut Siti, tingginya jumlah guru yang memasuki masa purnabakti harus diimbangi dengan kesiapan tenaga pengganti. Calon kepala sekolah diwajibkan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, termasuk sertifikasi atau kualifikasi calon kepala sekolah serta prosedur pengangkatan sesuai peraturan. Oleh sebab itu, koordinasi antarperangkat daerah perlu diperkuat sejak awal agar kebutuhan jabatan dapat diantisipasi dengan baik.
“Tak hanya menghadapi persoalan regenerasi, dunia pendidikan juga dituntut beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Dalam pembinaan yang diberikan kepada kepala sekolah dan tenaga pendidik, Siti mengingatkan agar guru terus meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga mampu mengikuti perubahan zaman dan perkembangan karakteristik peserta didik,” kata Siti.

Ia juga menilai bahwa peningkatan keterampilan digital tenaga pendidik perlu diimbangi dengan pembentukan karakter peserta didik. Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menanamkan kedisiplinan, rasa tanggung jawab, akhlak yang baik, serta menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman.
Pembinaan dan pengawasan sejak dini dengan melibatkan guru, kepala sekolah, orang tua, serta pihak terkait lainnya dinilai penting untuk mencegah berbagai persoalan yang berpotensi muncul di lingkungan pendidikan.
“Di sisi lain, para ASN yang memasuki masa purnabakti diharapkan tetap produktif dan berkontribusi bagi masyarakat melalui kegiatan sosial maupun aktivitas positif lainnya. Adapun kepala sekolah yang memperoleh penugasan periode kedua diharapkan memanfaatkan pengalaman sebelumnya untuk meningkatkan mutu pengelolaan sekolah. Pemkot Cimahi menegaskan bahwa kesinambungan kepemimpinan, kesiapan calon pengganti, dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pendidikan bagi generasi penerus Kota Cimahi,” Tandas Siti.









