Di Bandung Baru 14 Sekolah Dapat Program Gizi Gratis, Apa Penyebabnya?

- Jurnalis

Rabu, 8 Januari 2025 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto resmi dimulai di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kota Bandung, Jawa Barat. Senin (6/01/2026). Foto Tribunnews

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto resmi dimulai di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kota Bandung, Jawa Barat. Senin (6/01/2026). Foto Tribunnews

Infobandungnews.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto resmi dimulai di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kota Bandung, Jawa Barat. Senin (6/01/2026). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas pendidikan siswa melalui pemberian makanan bergizi secara gratis di sekolah-sekolah.

Hingga saat ini program makan bergizi (MBG) di Bandung baru menjangkau 14 sekolah di dua wilayah,  yakni Husein Sastranegara, Kecamatan Cicendo dan Kecamatan Sukajadi. Dengan jumlah program manfaat MBG di Kota Bandung baru mencapai 7.000 siswa dari tingkat SD, SMP dan SMA.

Pejabat (Pj)Walikota Bandung, A Koswara menjelaskan, distribusi dilakukan melalui dia dapur utama yang masing-masing bertanggung jawab untuk tujuh sekolah.

“Jadi pada hari ini ada dua dapur utama di Bandung, yaitu di Lanud Husein Sastranegara dan Sukajadi. Masing-masing mendistribusikan sekitar 3.500 paket makanan ke tujuh sekolah,” kata Koswara, Senin (6/1/2025), dikutip dari TribunJabar.id.

Meski begitu, pendistribusian MBG belum merata di seluruh sekolah di Kota Bandung. Dari total 302.109 siswa di 479 SD dan 269 SMP, baru sekitar 20 persen yang mendapatkan distribusi makanan bergizi gratis. “Kalau menurut informasi awal, dari 302.109 itu baru 20 persen untuk target tahun 2025 yang dapat distribusi makan gizi gratis,” jelasnya.

A Koswara memastikan bahwa distribusi akan dilakukan bertahap sepanjang tahun ini. Pemkot Bandung saat ini masih menunggu petunjuk teknis yang lebih detail dari pemerintah pusat. “Kami masih menunggu petunjuk teknis yang lebih terperinci dari pemerintah pusat, tetapi kami siap mendukung dan memperluas program ini,” ujarnya.

Menu MBG: sehat dan menarik untuk anak sekolah

Selain distribusi, menu makanan yang disajikan dalam program MBG juga menjadi perhatian penting. Sukri, salah satu penanggung jawab dapur MBG di Sukajadi, mengungkapkan bahwa menu yang disiapkan untuk siswa SD dan SMP di wilayah Sukajadi tidak hanya sehat, tapi juga menarik bagi anak-anak. “Untuk besok, kami akan menyajikan chicken crispy dengan susu dan sayuran,” ucap Sukri, dikutip dari Tribunjabar.id, Senin (6/1/2024).

Menurut Sukri, penyusunan menu mempertimbangkan keseimbangan antara cita rasa, tampilan, dan kandungan gizi. “Kami berusaha membuat menu yang tidak hanya sehat, tetapi juga menarik, agar anak-anak tertarik untuk makan,” tambahnya.

Persiapan makanan melibatkan 45 orang tenaga kerja, mulai dari dapur, pengemasan, dan distribusi. Aktivitas dapur dimulai sejak pukul 01.00 pagi dan diperkirakan selesai pada pukul 06.00 pagi, supaya makanan tiba di sekolah dalam kondisi segar dan siap santap. Bahan makanan dibeli empat hari sebelumnya di Pasar Caringin dan sejumlah distributor. Kemudian semua bahan disimpan dalam pendingin hingga siap diolah.

Baca Juga :  Pilpres 2024: Anies-Muhaimin Nomor Urut 1, Prabowo-Gibran Nomor Urut 2, Ganjar-Mahfud Nomor Urut 3

Tantangan dalam pelaksanaan program MBG

Meski terlihat sederhana, pelaksanaan program ini memiliki tantangan tersendiri, salah satunya adalah memastikan menu yang disajikan sesuai dengan selera anak-anak, tanpa mengabaikan kandungan gizinya. “Harus menyeimbangkan rasa, tampilan, dan kandungan gizi. Anak-anak sekolah memang punya selera yang berbeda, jadi kami pastikan menunya menarik dan digemari,” papar Sukri.

Selain itu, distribusi makanan juga harus berjalan lancar. Untuk mengatasi potensi kendala, pihak dapur dan sekolah membentuk grup WhatsApp untuk memastikan komunikasi berjalan efektif.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak sekolah agar distribusi makanan bisa lancar, dan ada respons cepat jika ada masalah di lapangan,” bebernya.

Dengan anggaran sebesar Rp 10.000 per paket makan, Sukri optimistis makanan bergizi tetap bisa disediakan dengan kualitas terbaik.

“Kami yakin bisa menyajikan makanan bergizi dengan biaya yang tersedia,” ungkapnya.

Respons sekolah dan siswa terhadap Program MBG

Program MBG disambut baik oleh sekolah dan siswa. Nurwulansari, Wakil Humas SMP Angkasa mengatakan, siswa terlihat antusias saat menerima paket makan siang gratis.

“Tadi anak-anak terlihat senang dapat makan bergizi gratis karena makanannya juga bergizi. Menunya ada nasi, sayuran, daging, buah-buahan, dan susu. Makanan ini didrop oleh SPPG dari Lanud,” beber Nurwulansari.

Menurutnya, program ini juga meringankan beban para orang tua, terutama mereka yang sibuk bekerja dan tidak sempat menyiapkan bekal untuk anak-anaknya.

“Selain sehat, ya bikin hemat karena tidak bawa sarapan dari rumah dan tidak jajan di kantin. Apalagi kalau orang tuanya yang sibuk kerja, tidak sempat menyiapkan sarapan, jadi ini bisa menguntungkan orang tua juga,” tutur Nurwulansari.

Harapan untuk masa depan Program MBG

Pj Wali Kota Bandung, A Koswara, berharap program MBG bisa menjadi contoh penerapan yang berkelanjutan di daerah lain.

Dia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, sekolah, dan pihak terkait lainnya untuk memastikan program ini berjalan lancar.

“Kami berharap program ini bisa berjalan secara berkelanjutan dan memberi dampak positif bagi kesehatan serta prestasi siswa di Kota Bandung,” pungkasnya.***

Sumber : Tribun Jabar

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Relokasi Bus AKAP/AKDP Bandung Belum Tuntas, Tersisa 20 Persen Masih di Cicaheum
Farhan Tegaskan Tak Ada Lagi Pedagang Cuanki dan Nongkrong Hingga Larut Malam di Depan Pusdai Bandung
Pernah Ber-KTP Cimahi, Erwan Setiawan Bangga Saksikan Transformasi Kota Cimahi
Kurangi Kemacetan dan Risiko Kecelakaan, Truk Besar Diarahkan Melintas Lewat Tol Cisumdawu
Satpol PP Kabupaten Bandung Siagakan 30 Personel, Pedagang Asongan Dilarang Berjualan di CFD Al Fathu Soreang
Bupati Garut Lepas Keberangkatan ‘Tour Asia Finish Mekkah’
Pemkot Bandung Tertibkan 174 Bangunan Liar di Terusan Pasirkoja, Kembalikan Fungsi Ruang Jalan
Demokrat Kabupaten Bandung Terima Kunjungan KPUD, Perkuat Pemutakhiran Data Partai Melalui SIPOL

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:19 WIB

Relokasi Bus AKAP/AKDP Bandung Belum Tuntas, Tersisa 20 Persen Masih di Cicaheum

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:14 WIB

Farhan Tegaskan Tak Ada Lagi Pedagang Cuanki dan Nongkrong Hingga Larut Malam di Depan Pusdai Bandung

Senin, 22 Juni 2026 - 20:36 WIB

Pernah Ber-KTP Cimahi, Erwan Setiawan Bangga Saksikan Transformasi Kota Cimahi

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:09 WIB

Satpol PP Kabupaten Bandung Siagakan 30 Personel, Pedagang Asongan Dilarang Berjualan di CFD Al Fathu Soreang

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:15 WIB

Bupati Garut Lepas Keberangkatan ‘Tour Asia Finish Mekkah’

Berita Terbaru