Infobandungnews – Tim terpadu melakukan penataan dan pembongkaran bangunan tak berizin di sepanjang bantaran Sungai Sungai Citarum, tepatnya di RT 01 RW 09 Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, Rabu 11 Februari 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya percepatan normalisasi sungai guna mengurangi potensi banjir di wilayah tersebut.
Penertiban melibatkan unsur TNI, Polri, Satpol PP, Pemerintah Kecamatan Dayeuhkolot, komunitas Prima, serta tim Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot. Kolaborasi lintas sektor ini difokuskan untuk mengembalikan fungsi sempadan sungai agar optimal dalam mendukung pengendalian banjir.
Sejumlah bangunan semi permanen yang berdiri di area sempadan dibongkar secara bertahap karena dinilai menghambat proses teknis penanganan banjir. Keberadaan bangunan tersebut selama ini menjadi kendala dalam pelaksanaan pengerukan alur sungai dan pemasangan geobag penahan tanah oleh Balai Besar Wilayah Sungai Citarum.
Ketua Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kolaboratif untuk memulihkan fungsi bantaran sungai. Ia menjelaskan, akses alat berat dan pekerjaan teknis pengendalian banjir kerap terhambat akibat berdirinya bangunan ilegal di atas sempadan.
Sebelum pembongkaran dilakukan, pihak kecamatan bersama tim gabungan telah menempuh prosedur sesuai aturan, mulai dari sosialisasi persuasif hingga pemberian surat peringatan kepada pemilik bangunan. Pendekatan dialogis ini dilakukan untuk menjaga kondusivitas serta meminimalkan potensi gesekan di lapangan.
Tri juga mengapresiasi warga yang bersikap kooperatif dengan membongkar bangunannya secara mandiri. Ia menegaskan, langkah penertiban ini diambil demi kepentingan bersama, khususnya untuk menekan risiko banjir yang kerap melanda Dayeuhkolot saat musim penghujan.
Selain penataan, pemerintah dan tim terkait tengah menyiapkan skema relokasi serta rencana penataan ulang kawasan bantaran agar lebih tertib, estetis, sekaligus difungsikan sebagai ruang terbuka hijau dan jalur perawatan sungai.
Dengan sterilisasi bantaran Citarum, program pengendalian banjir seperti pemasangan geobag, penguatan tanggul, serta normalisasi aliran air diharapkan dapat dipercepat sebelum puncak musim hujan tiba.
“Semoga setelah penertiban ini, potensi banjir di permukiman warga Dayeuhkolot dapat ditekan secara signifikan. Kami berterima kasih kepada seluruh unsur yang telah mendukung kegiatan ini,” tutupnya.









