Tol Getaci Segera Masuk Tahap Lelang, Garut Bersiap Sambut Akses Baru dan Lonjakan Ekonomi

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Garut Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng

Bupati Garut Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng

Infobandungnews – Proyek pembangunan Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) yang akan melintasi wilayah Kabupaten Garut dipastikan masih berada pada fase persiapan dan menunggu proses lelang. Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengungkapkan hal tersebut usai melakukan pertemuan dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk membahas kelanjutan proyek strategis nasional itu.

Menurut Abdusy, pihak Kementerian PU menyampaikan bahwa tahapan lelang Tol Getaci direncanakan berlangsung pada tahun depan. “Saya baru bertemu dengan Kementerian PU membahas rencana jalan tol yang melintasi Garut. Informasinya, proses lelang akan dilakukan tahun depan,” kata Abdusy, Selasa (3/2/2026).

Ia menjelaskan, terdapat mekanisme dan alur koordinasi yang harus diselaraskan antara Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dengan para pemangku kepentingan lainnya, termasuk dalam hal pengadaan lahan. Menurutnya, proses tersebut sebaiknya berjalan bersamaan dan tidak saling menunggu. “Pengadaan lahan tidak harus menunggu pemenang lelang, bisa berjalan paralel. Kalau saling menunggu, justru akan memperlambat proses,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya nanti, Pemerintah Kabupaten Garut akan mengambil peran penting, khususnya dalam pembentukan panitia lokasi serta penanganan pelebaran jalan di sekitar akses gerbang tol. “Tugas Pemkab nanti adalah penetapan panitia lokasi dan pelebaran jalan di area gate tol. Tapi itu dilakukan setelah titik-titiknya sudah ditentukan,” jelas Abdusy.
Abdusy menegaskan, kehadiran jalan tol menjadi kebutuhan mendesak bagi Garut mengingat keterbatasan akses transportasi yang ada saat ini. Ia menyebut, jalur nasional hanya sampai Nagreg, sementara akses menuju Garut dilanjutkan melalui jalan provinsi yang kerap mengalami kemacetan.

“Kalau ada tol, akan ada jalur alternatif dengan standar jalan yang lebih baik. Ini akan membuka konektivitas, mendorong pengembangan wilayah, meningkatkan investasi, serta memperlancar mobilitas orang, barang, dan komoditas, sehingga ekonomi daerah ikut tumbuh,” paparnya.

Baca Juga :  Langgar Aturan, Tiga Lokasi Tambang di Garut Dihentikan Sementara oleh Tim Gabungan

Lebih jauh, Abdusy juga menyoroti potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) apabila Tol Getaci terealisasi. Saat ini, PAD Garut tercatat sekitar Rp 770 miliar atau sekitar 16 persen dari total APBD. “Tanpa tol saja saya menargetkan kenaikan PAD sekitar 2 persen per tahun. Kalau tol ada, peningkatannya bisa lebih besar lagi,” ujarnya.

Sebagai informasi, Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) digadang-gadang menjadi jalan tol terpanjang di Indonesia dengan total panjang mencapai 206,65 kilometer. Jalur ini membentang dari Bandung, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Pangandaran hingga Cilacap. Untuk wilayah Jawa Barat, panjang trase mencapai 171,40 kilometer, sementara 35,25 kilometer lainnya berada di wilayah Jawa Tengah.

Abdusy menilai, sejumlah sektor akan langsung merasakan dampak positif dari keberadaan tol ini, terutama sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Garut. Selain itu, sektor pariwisata juga diprediksi ikut terdongkrak, baik wisata alam maupun kuliner.

“Selama ini Garut dikenal dengan wisata pemandian air panas. Sekarang kami mengembangkan potensi lain seperti gunung dan situ (danau). Gunung Papandayan misalnya, sedang sangat diminati, begitu juga Situ Bagendit,” jelasnya.

Dari sisi kuliner, Garut juga memiliki daya tarik kuat dengan beragam produk unggulan seperti dodol, baso aci, kerupuk kulit, dan berbagai makanan khas lainnya. Menurut Abdusy, kemudahan akses melalui jalan tol akan membuat potensi-potensi tersebut semakin berkembang dan dikenal luas.

Berita Terkait

Pemkab Bandung Siapkan Rp40 Miliar Bonus Produksi Panas Bumi, 56 Desa Jadi Penerima Manfaat
Adhitia Yudisthira Soroti Wajah Kota Cimahi, Infrastruktur Diminta Jadi Prioritas
Jalan Kiaracondong Mulai Ditata! Trotoar Dibersihkan, PKL dan Parkir Liar Jadi Sorotan
Macet Berkepanjangan di Jembatan Munjul 2, GEMA Kabupaten Bandung Desak Pemerintah Segera Bertindak!
77 Bangunan di Bawah Flyover Kiaracondong Dibongkar, Pemkot Bandung Siapkan Penataan Kawasan
Pemkot Bandung Siapkan Penataan Kawasan Alun-alun Berbasis Sejarah, Targetkan Konsep Matang pada 2027
Braga Beken Kembali Digelar, Wisatawan Antusias Nikmati Braga Tanpa Kendaraan
Pemkot Bandung Siapkan Penempatan Kerja bagi 57 Eks Pegawai Kebun Binatang

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:03 WIB

Pemkab Bandung Siapkan Rp40 Miliar Bonus Produksi Panas Bumi, 56 Desa Jadi Penerima Manfaat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Adhitia Yudisthira Soroti Wajah Kota Cimahi, Infrastruktur Diminta Jadi Prioritas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Jalan Kiaracondong Mulai Ditata! Trotoar Dibersihkan, PKL dan Parkir Liar Jadi Sorotan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Macet Berkepanjangan di Jembatan Munjul 2, GEMA Kabupaten Bandung Desak Pemerintah Segera Bertindak!

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:04 WIB

77 Bangunan di Bawah Flyover Kiaracondong Dibongkar, Pemkot Bandung Siapkan Penataan Kawasan

Berita Terbaru