Dedi Mulyadi Geram Trotoar Subang Dibongkar Lagi untuk Galian Kabel Fiber Optik

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dedi Mulyadi Geram Trotoar Dibongkar Lagi Gegara Galian Kabel, Minta Proyek Lebih Terkoordinasi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegur pekerja proyek galian fiber optik. Sumber foto : Youtube KDM

Dedi Mulyadi Geram Trotoar Dibongkar Lagi Gegara Galian Kabel, Minta Proyek Lebih Terkoordinasi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegur pekerja proyek galian fiber optik. Sumber foto : Youtube KDM

Infobandungnews – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan kekecewaannya terhadap proyek penggalian kabel fiber optik yang dinilai merusak trotoar yang sebelumnya telah tertata baik. Proyek tersebut berada di ruas Jalan Raya Kalijati–Dangdeur, Kabupaten Subang.

Dalam sebuah video yang beredar, Dedi menyoroti kondisi trotoar yang kembali rusak dan berantakan akibat aktivitas penggalian. Ia menyayangkan pembangunan yang baru selesai justru kembali dibongkar untuk pekerjaan lain.

“Sudah rapi, sekarang dibongkar lagi dan jadi berantakan,” ujarnya sambil menunjukkan kondisi trotoar di lokasi proyek.

Ia menilai pekerjaan infrastruktur seperti pemasangan kabel bawah tanah seharusnya direncanakan secara terintegrasi sejak awal pembangunan trotoar agar lebih efisien dan tidak merusak fasilitas yang sudah selesai dibangun.

“Coba dibikin terencana yuk, yang bikin galian-galian kabel bawah tanah, menggalinya itu bareng waktu bikin trotoar biar biaya galinya lebih murah dan bisa bareng-bareng kerjanya,” ujar Dedi Mulyadi.

Dalam kesempatan itu, ia juga menghampiri para pekerja proyek di lokasi dan menanyakan keberadaan mandor.

Dedi Mulyadi mengingatkan bahwa sebelumnya ia telah melarang pekerjaan serupa di wilayah Dangdeur, namun kini kembali terjadi di lokasi lain. “Mandornya kemana? waktu itu kan saya sudah larang sebelah sana, yang di Dangdeur, sekarang di sini lagi, udah dibangun, dibongkarin lagi.

Kumaha atuh iyeuh Bapak?” katanya kepada para pekerja. Ia juga mengungkapkan kekecewaannya karena proyek tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan, padahal lokasinya berada dekat dengan tempat tinggalnya.

“Capek ngebangun ini, dan nggak bilang dulu, saya itu rumahnya di sini,” ucapnya sambil menunjuk arah rumah.

Baca Juga :  KPK Ungkap Kerugian Negara Rp223,6 Miliar dalam Kasus Dugaan Korupsi Iklan Bank BJB

Setelah mandor proyek datang, KDM meminta agar pekerjaan dihentikan sementara dan kondisi trotoar dikembalikan seperti semula.

“Gimana kok Pak, kok gini lagi, saya mau stop dulu deh, balikin dulu seperti awal,” tegasnya.

Ia juga mempertanyakan kualitas perbaikan trotoar, khususnya penggunaan material keramik. “Ini kan barang pabrikan, Bapak bisa ganti dengan barang pabrikan lagi?” tanyanya.

Mandor pun memastikan bahwa trotoar akan diperbaiki menggunakan material baru yang sesuai.

“Diganti lagi yang baru Pak,” jawab mandor.

Lebih lanjut, KDM menjelaskan bahwa metode kerja seharusnya dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi, bukan dibongkar ulang setelah selesai dibangun.

Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi antara pihak pelaksana proyek dengan pemerintah agar pekerjaan dapat dilakukan secara bersamaan dan lebih efisien.

“Sama bosnya bisa nggak sih terkoordinasi, pekerjaan itu gini loh, rencana pemprov atau pemkab atau PU pusat bangun drainase kapan, bangun trotoar kapan, kan pengerjaannya bisa bareng,” tuturnya.

Menurutnya, pekerjaan yang dilakukan secara terpisah justru menimbulkan pemborosan anggaran karena biaya pengerjaan menjadi berlipat.

“Jadi yang satu gali buat trotoar, satu gali buat saluran air, kan upahnya lebih rendah. Bisa kolaboratif, upahnya tidak dua kali, tiga kali menurut saya ini upahnya, satu upah gali, dua upah pasang kembali, tiga, upah mengembalikan kembali, di sini punya tiga upah, negara kan jadi rugi, kalau bareng kan lebih murah,” pungkasnya.

Berita Terkait

Lomba Rakyat Jadi Ajang Kebersamaan Kader dan Masyarakat
HUT ke-81 Jawa Barat, Saeful Bachri Dorong Penguatan Pelayanan Publik dan Sinergi OPD
Fraksi Demokrat DPRD Jabar Soroti Rencana PT Sangga Buana dan Penyertaan Modal Rp500 Miliar
Jabar Siapkan Perampingan Birokrasi dan BUMD, Anggaran Akan Dialihkan untuk Pembangunan
HUT ke-81 RI di Jawa Barat Hadir dengan Konsep Berbeda, Dedi Mulyadi Soroti Pemerataan dan Pelayanan Publik
Gubernur Jabar Tempatkan Petani hingga Ojol di Area VIP Upacara HUT Kemerdekaan
Hindari Putus Kuliah, KDM Usul Kenaikan Batas Gaji Orangtua bagi Mahasiswa Penerima KIP
Perjalanan Wisatawan Nusantara ke Jawa Barat Capai 112,12 Juta pada Semester Pertama 2026

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:02 WIB

HUT ke-81 Jawa Barat, Saeful Bachri Dorong Penguatan Pelayanan Publik dan Sinergi OPD

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:30 WIB

Fraksi Demokrat DPRD Jabar Soroti Rencana PT Sangga Buana dan Penyertaan Modal Rp500 Miliar

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Jabar Siapkan Perampingan Birokrasi dan BUMD, Anggaran Akan Dialihkan untuk Pembangunan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:03 WIB

HUT ke-81 RI di Jawa Barat Hadir dengan Konsep Berbeda, Dedi Mulyadi Soroti Pemerataan dan Pelayanan Publik

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:17 WIB

Gubernur Jabar Tempatkan Petani hingga Ojol di Area VIP Upacara HUT Kemerdekaan

Berita Terbaru