Farhan Kecewa Proyek Kabel IPT Belum Rampung, Pemkot Bandung Tetapkan Batas Perbaikan hingga 12 Maret

- Jurnalis

Rabu, 11 Maret 2026 - 07:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

infobandungnews – Sejumlah kabel Infrastruktur Pasif Telekomunikasi (IPT) masih terlihat menonjol di beberapa ruas jalan di Kota Bandung. Kondisi tersebut salah satunya terpantau di kawasan Jalan Gatot Subroto pada Senin (9/3/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, bukan hanya satu lokasi yang mengalami persoalan serupa. Terdapat sedikitnya lima titik di sepanjang Jalan Gatot Subroto yang memperlihatkan selongsong kabel keluar dari permukaan tanah. Selain itu, beberapa main hole atau lubang utama bekas galian juga terlihat rusak, berlubang, bahkan sebagian permukaannya menonjol sehingga berpotensi mengganggu pengguna jalan.

Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku kecewa karena perbaikan yang dikerjakan oleh PT Bandung Infra Investama bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung belum selesai sesuai target yang sebelumnya ditetapkan pada 5 Maret 2026.

Karena pekerjaan belum rampung, Farhan memutuskan untuk memperpanjang waktu penyelesaian proyek perbaikan galian kabel IPT tersebut.

“Ketika diperiksa kembali ternyata pekerjaannya belum selesai. Jadi saya putuskan batas akhirnya sampai 12 Maret 2026 harus sudah dihentikan semuanya,” ujar Farhan saat ditemui di Pendopo Kota Bandung, Senin malam.

Ia juga menegaskan bahwa selama masa libur Lebaran tidak diperbolehkan ada aktivitas penggalian jalan di Kota Bandung, apa pun alasannya. Menurutnya, pekerjaan baru dapat kembali dilanjutkan setelah masa libur selesai, yakni sekitar 12 April mendatang.

Penjelasan dari PT BII

Sebelumnya, pihak PT Bandung Infra Investama yang menangani proyek pembangunan jaringan IPT di Kota Bandung menyatakan optimistis pekerjaan tahap pertama hingga ketiga beserta perbaikan jalan yang terdampak dapat diselesaikan pada 5 Maret 2026.

Ketua Tim Proyek IPT Kota Bandung dari PT BII, Boby Suryo Alam, menjelaskan bahwa hingga tahap ketiga pelaksanaan proyek, terdapat sekitar 80 titik main hole di 36 ruas jalan yang harus diperbaiki karena mengalami kerusakan atau belum selesai pengerjaannya.

Baca Juga :  Soal Thrifting, Pemkot Bandung Ikuti Aturan Pemerintah Pusat

“Dari sekitar 80 lubang yang kami tangani, sekitar 70 titik sudah selesai dan aman. Saat ini tinggal sekitar 10 titik lagi yang masih dalam tahap perapian,” kata Boby saat ditemui di Jalan Sawunggaling, Kota Bandung, Rabu (4/3/2026).

Ia mengungkapkan bahwa salah satu penyebab kerusakan jalan di sekitar lokasi galian adalah kondisi tanah bekas pengerukan yang belum benar-benar padat. Akibatnya, meskipun sudah dilakukan penambalan dan pengaspalan, permukaan jalan berpotensi kembali rusak jika tanah belum stabil.

Boby memastikan pihaknya akan terus melakukan perbaikan hingga kondisi tanah benar-benar solid.

Menurutnya, tanggung jawab perawatan terhadap infrastruktur tersebut berada di tangan PT BII selama 30 tahun sesuai kontrak kerja sama yang telah disepakati.

“Kami memiliki kewajiban melakukan pemeliharaan jangka panjang hingga 30 tahun ke depan. Jika ada perkerasan tanah yang belum sempurna, kami akan terus melakukan perawatan,” jelasnya.

Sampaikan Permohonan Maaf

Mewakili perusahaan, Boby juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga Kota Bandung maupun wisatawan yang merasa terganggu dengan kondisi jalan akibat proyek galian kabel tersebut.

Ia mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan di berbagai ruas jalan yang menjadi lokasi pembangunan jaringan IPT. Jika ditemukan kerusakan, tim akan segera melakukan perbaikan meskipun proses pemulihannya memerlukan waktu.

“Kami memahami banyak keluhan dari masyarakat. Kami terus melakukan patroli di ruas jalan yang menjadi lokasi proyek. Jika ada kerusakan, kami segera menanganinya meskipun proses pemulihan tidak bisa instan,” ujarnya.

Ia pun meminta masyarakat untuk bersabar karena proses pemadatan tanah dan perbaikan jalan membutuhkan waktu agar hasilnya lebih kuat dan tidak kembali rusak.

Berita Terkait

Peserta Rakerda Dekranasda Jabar Borong Produk UMKM di Galeri Patrakomala
Super Air Jet Buka Lagi Rute Langsung Bandung–Medan dan Bandung–Bali September 2026
Pemkot Cimahi Lantik 18 Pejabat, Rully Sulfanorida Pimpin Disdagkoperin
BGN Suspend SPPG Padalarang Selama 20 Hari Usai Laporan Dugaan Keracunan MBG
Farhan Soroti Sampah SPPG Capai 50 Ton per Hari, Tiga Dapur Jadi Perhatian
Pemkab Bandung Terima 260 Becak Listrik Bantuan Pemerintah Pusat
Satlat Baleendah Pager Kancana Indonesia Raih Juara Umum Pro Elite Championship 2026, Borong 41 Medali
Garut Plaza Kembali Diaktifkan, Jadi Ruang Baru bagi UMKM dan Ekonomi Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 08:18 WIB

Peserta Rakerda Dekranasda Jabar Borong Produk UMKM di Galeri Patrakomala

Kamis, 17 September 2026 - 08:13 WIB

Super Air Jet Buka Lagi Rute Langsung Bandung–Medan dan Bandung–Bali September 2026

Kamis, 17 September 2026 - 07:41 WIB

Pemkot Cimahi Lantik 18 Pejabat, Rully Sulfanorida Pimpin Disdagkoperin

Rabu, 16 September 2026 - 08:08 WIB

BGN Suspend SPPG Padalarang Selama 20 Hari Usai Laporan Dugaan Keracunan MBG

Selasa, 15 September 2026 - 20:46 WIB

Farhan Soroti Sampah SPPG Capai 50 Ton per Hari, Tiga Dapur Jadi Perhatian

Berita Terbaru