Kunjungi Sekolah Rakyat di Kabupaten Bandung, Dede Yusuf Tekankan Penguatan Karak­ter dan Pendampingan Siswa

- Jurnalis

Rabu, 25 Februari 2026 - 15:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 16 Kabupaten Bandung pada Rabu, 25 Februari 2026. Kunjungan tersebut didampingi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Saeful Bachri serta Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung M. A. Hailuki.

Rombongan disambut oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Hj. Ningning Hendarsyah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Diki, serta Kepala Sekolah SRT 16 Kabupaten Bandung Yanti Widiastuti beserta jajaran.

Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 16 Kabupaten Bandung saat ini untuk sementara masih menempati gedung wisma atlet milik Pemerintah Kabupaten Bandung yang berada di kawasan Stadion Si Jalak Harupat kutawaringin. Hingga kini, SRT 16 menampung 159 siswa yang terbagi dalam dua jenjang pendidikan, yakni tiga rombongan belajar (rombel) tingkat SMP dan tiga rombel tingkat SMA.

Di sisi lain, pembangunan gedung definitif SRT 16 tengah berlangsung di wilayah Barusampeu Desa Lebak Muncang, Kecamatan Ciwidey di atas lahan seluas 7,6 hektare. Proyek ini merupakan kerja sama Pemkab Bandung dan Kementerian Sosial untuk menampung hingga 1.000 siswa dari keluarga rentan miskin, menyediakan pendidikan gratis, asrama, dan fasilitas lengkap.

Dalam kesempatan tersebut, Dede Yusuf menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada kelulusan semata. Menurutnya, jika aspek sosiologis diabaikan, anak berisiko kehilangan jiwa kompetisi dan penguatan karakter yang sangat penting untuk kesiapan memasuki dunia kerja.

Ia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan proyek akselerasi pendidikan yang menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya kelompok desil 1 dan desil 2. Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan bantuan beasiswa agar tepat sasaran serta menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada kurikulum, tetapi juga pada peran pendamping.

“Guru tidak akan sanggup sepenuhnya menjadi orang tua siswa. Pendamping memiliki pengalaman lapangan dalam pendampingan sosial,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tantangan terbesar generasi saat ini berkaitan dengan kesehatan mental dan pembentukan karakter.

Baca Juga :  Danlanud Sulaeman Kolonel Meito Datau Buka Pelatihan Saka Dirgantara 2025 : 213 Peserta Antusias Ikuti Kegiatan

Menurutnya, kurikulum SRT tidak bisa dinilai dalam waktu tiga tahun karena program ini merupakan investasi jangka panjang. Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bandung yang meminjamkan sementara wisma atlet sebagai lokasi operasional SRT 16 serta menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor, termasuk kementerian sosial dan kementerian pendidikan.

Dede Yusuf menilai SRT telah berada pada jalur yang tepat, namun penguatan manajemen dan perhatian terhadap aspek psikologis siswa tetap diperlukan. Ia juga berharap materi sosiologi dalam kurikulum dapat diperkuat.

Sementara itu, Saeful Bachri menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan SRT 16 dan menekankan pentingnya sosialisasi program kepada masyarakat agar semakin dikenal luas. Ia memastikan dukungan terhadap program tersebut, termasuk melalui dinas terkait di Provinsi Jawa Barat.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung M. A. Hailuki menyampaikan dukungannya terhadap SRT sebagai program strategis untuk memutus rantai kemiskinan. Ia menyebut tingkat kemiskinan di Kabupaten Bandung terus menurun dan keberadaan SRT diharapkan mampu melahirkan lulusan berkualitas yang dapat meningkatkan taraf hidup keluarganya.

Ia juga menyoroti bahwa rekrutmen siswa berbasis desil membawa tantangan adaptasi mental karena latar belakang lingkungan asal siswa. Oleh karena itu, diperlukan masa transisi atau orientasi, mengingat terdapat kasus siswa yang mengundurkan diri akibat kesulitan beradaptasi.

Terkait kurikulum, Hailuki menegaskan bahwa keberhasilan implementasi sangat bergantung pada pemahaman tenaga pendidik. Ia juga mengkhawatirkan minimnya muatan lokal dalam pembelajaran. Menurutnya, integrasi nilai budaya lokal penting untuk menjaga karakter daerah yang perlahan memudar.

Sebelum meninggalkan lokasi, rombongan meninjau ruang kelas dan berbagai fasilitas di SRT 16, termasuk ruang tidur siswa serta ruang pendamping, guna melihat langsung kondisi dan kebutuhan operasional sekolah.***

Berita Terkait

Lomba Pidato AHY Muda 2026 Jadi Ruang Generasi Muda Sampaikan Gagasan dari Seluruh Nusantara
HUT ke-25 Demokrat, Dede Yusuf Hadirkan Program Bandung Melihat Gratis untuk Warga
Komisi IX DPR Dorong Evaluasi Total Program MBG, Moratorium Sementara Dinilai Perlu
BPS Tegaskan Desil DTSEN Bukan Cara Mengurangi Penerima Bansos atau Menekan Angka Kemiskinan
Prabowo Minta Bank Himbara Jemput Bola Bukakan Rekening untuk Masyarakat
Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu Puluhan Penerbangan Lion Group dari dan Menuju Jakarta
OJK Tutup 11 BPR hingga Agustus 2026, Terbaru Bank di Bekasi
Kemenko Infra dan Ombudsman RI Perkuat Sinergi Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, AHY: Tidak Hanya Menjalankan Program, Tapi Harus Berdampak

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 09:23 WIB

Lomba Pidato AHY Muda 2026 Jadi Ruang Generasi Muda Sampaikan Gagasan dari Seluruh Nusantara

Minggu, 20 September 2026 - 18:12 WIB

HUT ke-25 Demokrat, Dede Yusuf Hadirkan Program Bandung Melihat Gratis untuk Warga

Selasa, 15 September 2026 - 07:32 WIB

Komisi IX DPR Dorong Evaluasi Total Program MBG, Moratorium Sementara Dinilai Perlu

Kamis, 10 September 2026 - 08:09 WIB

BPS Tegaskan Desil DTSEN Bukan Cara Mengurangi Penerima Bansos atau Menekan Angka Kemiskinan

Selasa, 8 September 2026 - 07:25 WIB

Prabowo Minta Bank Himbara Jemput Bola Bukakan Rekening untuk Masyarakat

Berita Terbaru