Akses Vital Warga Terjawab, Jembatan Cijeruk–Mekarsari Kini Resmi Digunakan

- Jurnalis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 20:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jembatan khusus kendaraan roda dua yang menghubungkan Kampung Cijeruk, Kecamatan Bojongsoang, dengan Kampung Mekarsari di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, kini telah mulai difungsikan. Infrastruktur tersebut diresmikan secara langsung oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna, bersama jajaran pemerintah daerah pada Jumat (9/1/2026), setelah sebelumnya jembatan itu tercatat dua kali mengalami ambruk.

Jembatan khusus kendaraan roda dua yang menghubungkan Kampung Cijeruk, Kecamatan Bojongsoang, dengan Kampung Mekarsari di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, kini telah mulai difungsikan. Infrastruktur tersebut diresmikan secara langsung oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna, bersama jajaran pemerintah daerah pada Jumat (9/1/2026), setelah sebelumnya jembatan itu tercatat dua kali mengalami ambruk.

Infobandungnews.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mulai mengoperasikan jembatan permanen yang menghubungkan Kampung Cijeruk, Kecamatan Bojongsoang, dengan Kampung Mekarsari di Kecamatan Baleendah. Keberadaan jembatan ini sekaligus menggantikan jembatan darurat hasil swadaya masyarakat yang sebelumnya sempat ramai diperbincangkan di media sosial karena kerap mengalami kerusakan.

Peresmian jembatan dilakukan langsung oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna, pada Jumat (9/1/2026). Pembangunan infrastruktur tersebut dipercepat karena kondisi jembatan lama tercatat dua kali mengalami kerusakan berat, masing-masing pada 11 September 2024 dan 23 Mei 2025.

Menurut Dadang Supriatna, pembangunan jembatan permanen ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap tingginya aktivitas mobilitas warga di kawasan perbatasan dua kecamatan tersebut. Sebelumnya, masyarakat hanya mengandalkan jembatan nonpermanen yang dibangun secara mandiri.

“Kami melihat kebutuhan masyarakat sangat mendesak. Lalu lintas warga antara Baleendah dan Bojongsoang cukup padat, apalagi saat banjir. Jalur ini menjadi akses alternatif yang sangat penting agar mobilitas warga lebih lancar,” kata Dadang.

Agar pembangunan dapat segera direalisasikan, Pemkab Bandung melakukan penyesuaian dan pergeseran anggaran melalui APBD. Proses pembangunan jembatan pun rampung dalam waktu sekitar tiga bulan. Jembatan tersebut memiliki panjang kurang lebih 60 meter dengan lebar 3,3 meter.

Khusus Kendaraan Roda Dua

Meski secara konstruksi memungkinkan dilintasi kendaraan roda empat, Bupati Bandung menegaskan bahwa jembatan ini hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua guna menjaga aspek keselamatan dan ketahanan bangunan.

Baca Juga :  Dihari Jadi Kabupaten Bandung ke – 382 Bupati dan Wakil Bupati Ziarah ke Makam Para Mantan Bupati Bandung

“Saya sudah meminta Dinas Perhubungan, melalui Pak Karis, untuk memasang pembatas di tengah jembatan. Tujuannya agar kendaraan roda empat tidak melintas dan keselamatan masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.

Menanggapi keluhan masyarakat terkait kondisi infrastruktur yang kewenangannya berada di tingkat provinsi maupun pemerintah pusat, Dadang menegaskan bahwa Pemkab Bandung siap turun tangan apabila kondisi darurat menuntut penanganan cepat.

“Bagi masyarakat, yang terpenting adalah akses bisa digunakan. Soal kewenangan sering kali bukan hal utama. Jika tidak ada pemeliharaan dari provinsi, kami akan mengusulkan agar kewenangan itu dialihkan ke kabupaten,” ujarnya.

Ia menambahkan, prioritas utama pemerintah daerah tetap berorientasi pada kepentingan publik. Komitmen Pemkab Bandung dalam memperbaiki infrastruktur penghubung antarwilayah pun akan terus berlanjut. Pada tahun anggaran 2026, pemerintah daerah telah menyiapkan dana sebesar Rp7 miliar untuk pembangunan tiga jembatan baru.
Dadang Supriatna menyampaikan bahwa tahapan lelang atau tender proyek dijadwalkan dimulai pada pekan depan, sehingga pekerjaan fisik dapat segera dilaksanakan.

“Arah pembangunan tetap difokuskan pada jembatan-jembatan penghubung antarkecamatan yang berperan besar dalam meningkatkan konektivitas dan produktivitas masyarakat Kabupaten Bandung,” pungkasnya.

Berita Terkait

Satpol PP Bandung Tertibkan 645 Bangunan Liar Selama 2026, Penataan Kota Terus Diperkuat
Hari Pertama Jam Masuk Sekolah 06.30 WIB, Bupati Garut Pantau Langsung Pelaksanaannya
Enam Maskapai Ajukan Operasi di Bandara Husein, Rute Internasional Bandung Siap Kembali Dibuka
Jembatan Dago Diperbaiki, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Pembangunan Baru
Dishub Bandung Pastikan Penataan Kawasan Selaras dengan Jalur BRT, Pembangunan Gapura Harus Penuhi Standar
911 Anggota BPD Kabupaten Bandung Resmi Dilantik, Bupati Titip Penguatan Ketahanan Pangan hingga Program MBG
Agus Cahya Siap Kawal Aspirasi 44 Ribu Warga Desa Rancamanyar sebagai Ketua BPD
PERSIB Kelola 65 Ton Sampah di GBLA, Bukti Komitmen Wujudkan Stadion Ramah Lingkungan

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:47 WIB

Satpol PP Bandung Tertibkan 645 Bangunan Liar Selama 2026, Penataan Kota Terus Diperkuat

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:33 WIB

Hari Pertama Jam Masuk Sekolah 06.30 WIB, Bupati Garut Pantau Langsung Pelaksanaannya

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:17 WIB

Enam Maskapai Ajukan Operasi di Bandara Husein, Rute Internasional Bandung Siap Kembali Dibuka

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:39 WIB

Jembatan Dago Diperbaiki, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Pembangunan Baru

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Dishub Bandung Pastikan Penataan Kawasan Selaras dengan Jalur BRT, Pembangunan Gapura Harus Penuhi Standar

Berita Terbaru