Infobandungnews – Majalaya. Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bandung terus meningkatkan upaya untuk memperluas peluang masyarakat dalam memperoleh pekerjaan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui penyelenggaraan Job Fair atau bursa kerja.
Pada pelaksanaan kali ini, Job Fair Ke-4 Tahun 2026 diselenggarakan bekerja sama dengan SMK Negeri 1 Majalaya, Kabupaten Bandung. Sebanyak 11 perusahaan turut berpartisipasi dengan menawarkan lebih dari 300 lowongan pekerjaan bagi para pencari kerja.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan ketenagakerjaan. Melalui bursa kerja ini, para pencari kerja diharapkan dapat bertemu langsung dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sesuai kemampuan, kompetensi, dan kualifikasi yang dipersyaratkan.
Di tengah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap informasi pekerjaan yang mudah diakses, cepat, dan dapat dipercaya, Job Fair diharapkan mampu memperbesar kesempatan masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan. Di sisi lain, kegiatan ini juga membantu perusahaan menemukan calon tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Kepala Disnaker Kabupaten Bandung, Dadang Komara, melalui Sekretaris Disnaker Kabupaten Bandung, D.A. Hidayat, menyampaikan bahwa sinergi antara Disnaker dan SMK Negeri 1 Majalaya memiliki peran strategis dalam menghubungkan lulusan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja.
“Melalui kegiatan ini, sekolah tidak hanya berperan dalam menyiapkan lulusan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga turut memfasilitasi akses menuju dunia usaha dan dunia industri,” ujarnya, Rabu (21/10/2026).

Dalam Job Fair Ke-4 Tahun 2026 ini, 11 perusahaan menyediakan lebih dari 300 posisi pekerjaan. Kegiatan tersebut juga melibatkan lembaga pelatihan kerja, sejumlah mitra terkait, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta program student entrepreneurship dari SMK Negeri 1 Majalaya.
Menurut Hidayat, keterlibatan berbagai pihak tersebut memperlihatkan bahwa pelaksanaan bursa kerja tidak sebatas memfasilitasi penempatan tenaga kerja. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi tentang pelatihan kerja, peningkatan keterampilan, pengembangan kompetensi, hingga peluang berwirausaha.
“Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa bursa kerja tidak hanya berorientasi pada penempatan tenaga kerja, tetapi juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai pelatihan keterampilan, pengembangan kompetensi, serta alternatif peluang usaha dan kewirausahaan,” jelas Hidayat.
Keunggulan lain dalam penyelenggaraan Job Fair kali ini adalah penggunaan platform digital DASHNAKER+ yang tersedia melalui laman https://dashnaker.bandungkab.go.id. Platform tersebut dimanfaatkan untuk mendukung proses rekrutmen agar lebih mudah dan terintegrasi.
“Penyelenggaraan Job Fair menggunakan metode hybrid, yakni menggabungkan kehadiran secara langsung dengan pemanfaatan layanan digital,” tuturnya.
Ia menjelaskan, metode hybriid memungkinkan perusahaan dan pencari kerja berkomunikasi secara langsung untuk mengetahui kebutuhan tenaga kerja maupun ketentuan rekrutmen yang berlaku. Sementara itu, proses pengiriman lamaran dilakukan secara online melalui platform DASHNAKER+.
“Melalui metode ini, perusahaan dan pencari kerja dapat berinteraksi secara langsung untuk memperoleh informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja dan persyaratan rekrutmen. Sementara itu, pengajuan lamaran pekerjaan dilakukan secara daring melalui platform DASHNAKER+,” sambungnya.

Pemanfaatan teknologi digital ini menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Bandung dalam memodernisasi pelayanan di bidang ketenagakerjaan. Dengan sistem tersebut, masyarakat diharapkan semakin mudah memperoleh informasi lowongan pekerjaan, sedangkan proses melamar kerja dapat dilakukan secara lebih praktis, efisien, dan terintegrasi.
Melalui penyelenggaraan Job Fair secara berkelanjutan, Disnaker Kabupaten Bandung diharapkan dapat terus memperkuat hubungan antara dunia pendidikan, pencari kerja, dan dunia industri sekaligus mendorong perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat.









