Infobandungnews – Baleendah. Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung membekali anggotanya dengan pemahaman literasi digital melalui materi “Smart Scout, Safe Internet: Pramuka Cerdas di Dunia Digital” dalam rangkaian kegiatan Jamboree on the Air (JOTA) dan Jamboree on the Internet (JOTI) 2026.
Materi tersebut disampaikan oleh Sekretaris II Kwarcab Kabupaten Bandung, Tatan Munandar, S.Pd., M.M., didampingi Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Kabupaten Bandung, Kak Fikri Muhammad Rofi. Kegiatan berlangsung pada 17–18 Oktober 2026 di lingkungan Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung.
Pematerian ini menjadi bagian dari pembinaan anggota Pramuka agar mampu menggunakan teknologi digital secara bijak, aman, beretika, dan bermanfaat. Literasi digital tidak hanya menyangkut keterampilan mengoperasikan perangkat teknologi, tetapi juga kemampuan memilah informasi, menjaga data pribadi, serta membangun komunikasi yang sehat di ruang digital.
Dalam penyampaiannya, Tatan Munandar menguraikan berbagai manfaat internet bagi anggota Pramuka. Selain memudahkan akses terhadap pengetahuan, teknologi digital dapat mendukung kerja sama lintas daerah, menjadi sarana pengembangan kreativitas, serta membantu menyebarluaskan kegiatan sosial dan pengabdian kepada masyarakat.
Meski demikian, penggunaan internet harus disertai kewaspadaan terhadap beragam ancaman, seperti penipuan daring, informasi palsu atau hoaks, pencurian data pribadi, hingga perundungan siber (cyberbullying).
Melalui materi Smart Scout, Safe Internet, para peserta diajak mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan memahami etika berkomunikasi di dunia maya. Mereka juga diingatkan untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, memahami konsekuensi jejak digital, menghormati hak cipta, serta menjaga kerahasiaan data pribadi.
Perlindungan informasi sensitif, seperti kata sandi, PIN, dan kode One-Time Password (OTP), turut menjadi perhatian. Informasi tersebut tidak boleh diberikan kepada sembarang orang karena berpotensi disalahgunakan untuk mengambil alih akun atau melakukan tindakan penipuan.
Dalam aspek keamanan siber, peserta mendapatkan pemahaman mengenai tanda-tanda penipuan digital, mulai dari tautan mencurigakan, pesan yang sengaja menimbulkan kepanikan, penawaran hadiah yang tidak wajar, hingga permintaan informasi rahasia.
Jika menemukan indikasi tersebut, anggota Pramuka dianjurkan untuk tidak langsung mengeklik tautan atau mengikuti instruksi yang diberikan. Mereka perlu memeriksa sumber informasi, mengamankan akun, serta meminta bantuan kepada orang tepercaya atau pihak berwenang apabila diperlukan.
Selain membahas keamanan, Tatan juga menekankan pentingnya menjaga perilaku dan etika saat berinteraksi di internet. Anggota Pramuka diharapkan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terkonfirmasi, menghindari perundungan digital, menghormati privasi orang lain, serta mencantumkan atribusi dan meminta izin ketika menggunakan karya milik pihak lain sesuai ketentuan yang berlaku.
Literasi digital tersebut juga dikaitkan dengan penerapan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari. Internet dapat digunakan untuk mempelajari keterampilan kepramukaan, memperoleh informasi kebencanaan dari sumber tepercaya, mendokumentasikan kegiatan bakti sosial, mengampanyekan pelestarian lingkungan, hingga memperkuat kolaborasi antarsatuan Pramuka di berbagai daerah.
Namun, setiap aktivitas digital tetap harus mengedepankan ketepatan informasi, sikap saling menghormati, serta perlindungan terhadap data pribadi.
Kehadiran Ketua DKC Kabupaten Bandung, Kak Fikri Muhammad Rofi, dalam sesi tersebut turut memperkuat upaya pembinaan generasi muda melalui JOTA-JOTI. Kegiatan ini bukan sekadar wadah untuk menjalin komunikasi dan persahabatan antaranggota Pramuka, melainkan juga kesempatan untuk meningkatkan keterampilan digital yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Melalui pembekalan ini, Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung berharap peserta JOTA-JOTI 2026 mampu menjadi generasi Pramuka yang terampil memanfaatkan teknologi, bijak dalam mengambil keputusan, peduli terhadap keamanan diri dan orang lain, serta produktif dalam menciptakan konten dan aktivitas digital yang positif.
Semangat yang diusung adalah menjadi Pramuka yang cerdas dalam berpikir, aman dalam beraktivitas, santun dalam berkomunikasi, dan bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi. Dengan begitu, nilai-nilai kepramukaan tetap menjadi pedoman, baik ketika berinteraksi secara langsung maupun saat menjelajahi dunia digital.

Tentang JOTA-JOTI
Jamboree on the Air (JOTA) dan Jamboree on the Internet (JOTI) merupakan kegiatan internasional Gerakan Pramuka yang memanfaatkan komunikasi radio amatir dan internet sebagai sarana mempertemukan anggota Pramuka dari berbagai wilayah.
Di lingkungan Kwarcab Kabupaten Bandung, kegiatan ini menjadi wadah untuk memperluas wawasan, mempererat persaudaraan, membangun kerja sama, serta meningkatkan kemampuan anggota Pramuka dalam memanfaatkan teknologi secara aman dan positif.***









