Angkot Listrik Mulai Diuji Coba di Kota Bandung, Kopamas Soroti Masa Depan Transportasi Umum

- Jurnalis

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews – Koperasi Pemilik Angkutan Masyarakat (Kopamas) Kota Bandung mulai melakukan pengujian terhadap dua unit angkutan kota (angkot) berbasis listrik. Langkah ini menjadi bagian dari upaya penjajakan peremajaan armada sekaligus mengukur penerimaan masyarakat terhadap transportasi umum ramah lingkungan.

Ketua Kopamas Kota Bandung, Budi Kurnia, menjelaskan bahwa kedua kendaraan tersebut masih berada dalam tahap percobaan. Selama proses berlangsung, seluruh kebutuhan operasional kendaraan masih dibiayai secara mandiri oleh Kopamas.

“Jumlah angkot listrik saat ini baru dua unit dan masih dalam fase uji coba dari Kopamas Kota Bandung. Uji coba ini memakai dana sendiri,” kata Budi saat dihubungi, Sabtu (23/8/2026).

Menurut Budi, keberadaan angkot listrik juga dimaksudkan sebagai sarana pengenalan bagi para pemilik angkot yang nantinya akan melakukan penggantian kendaraan lama.

“Uji coba ini sambil mengenalkan kepada pemilik angkot untuk peremajaan kendaraan konvensional kalau ingin tetap melanjutkan usaha di bidang transportasi disarankan menggunakan kendaraan listrik,” ujar Budi.

Kopamas Uji Minat Masyarakat

Selain menguji performa kendaraan, Kopamas ingin melihat sejauh mana ketertarikan masyarakat terhadap angkutan umum apabila armada konvensional mulai beralih menggunakan tenaga listrik.

“Ini juga sekaligus demand masyarakat tentang angkutan umum kalau kami berubah memakai mobil listrik ini apakah meningkat atau sama saja, atau menurun itu juga harus kami pikirkan semuanya,” katanya.

Angkot listrik tersebut saat ini melayani perjalanan dari Bandara Husein Sastranegara menuju Jalan Abdul Rahman Saleh dan berlanjut ke kawasan Jalan Pajajaran.

Dari sana, kendaraan melintasi Jalan Kapten Tatanatanegara, kemudian menuju Jalan Dr Djunjunan melalui Jalan LMU Suparmin hingga kawasan Jalan Sukawana.

Perjalanan diteruskan melalui Jalan Dr Djunjunan atau Pasteur, kemudian Jalan Sukamulya, Jalan Sukagalih, dan Jalan Cipedes Tengah.

Rute selanjutnya mencakup Jalan Ir Sutami, Jalan Sukahaji, Jalan Gegerkalong Hilir, kompleks perumahan Pondok Hijau, Jalan Sersan Bajuri, hingga Terminal Ledeng.

Budi mengatakan, pemilihan jalur yang melewati kawasan permukiman dilakukan agar angkot dapat mendekati tempat tinggal warga dan mendukung konektivitas perjalanan dari maupun menuju hunian.

“Jalur ini masuk ke perumahan, kan angkot harus melayani ke pemukiman penduduk sebagai first mile last mile,” ujar Budi.

Selama periode uji coba, penumpang juga belum dikenakan tarif. Kebijakan tersebut sekaligus menjadi strategi Kopamas untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat merasakan langsung pengalaman menggunakan angkot listrik.

“Kami mencoba menawarkan experience kepada masyarakat naik angkot listrik gratis,” katanya.

Beban Operasional Jadi Perhatian

Budi menilai bisnis angkutan kota saat ini menghadapi tantangan yang cukup berat, terutama dari sisi biaya operasional. Pengemudi harus memenuhi setoran harian sekaligus menanggung berbagai kebutuhan lain selama menjalankan kendaraan.

Baca Juga :  Bandara Husein Sastranegara Siap Mengudara Lagi, Operasional Ditargetkan Mulai 17 Agustus 2026

“Setoran Rp 100 ribu, setoran Rp 170 ribu artinya Rp 270 ribu itu harus ada setoran ke pemilik. Pengemudi dapat berapa kita tidak tahu, itu konsekuensi pengemudinya,” ungkapnya.

Menurutnya, apabila peremajaan kendaraan tetap menggunakan mesin konvensional, beban pengemudi berpotensi semakin tinggi. Selain cicilan kendaraan, pengeluaran untuk bahan bakar juga menjadi komponen biaya yang harus diperhitungkan.

“Kalau pakai konvensional, maka setorannya akan naik. Untuk biaya cicilan kendaraan saja Rp 180-200 ribu. Artinya setoran ditambah bensin jadi Rp 370 ribu bebannya,” ujar Budi.

Sebaliknya, kendaraan listrik dinilai memiliki peluang untuk menekan pengeluaran bahan bakar. Penghematan tersebut nantinya dapat diperhitungkan dalam skema setoran tanpa meningkatkan beban pengemudi secara signifikan.

“Kalau pakai kendaraan listrik, ada substitusi dimana Rp 170 ribu untuk bensin kemudian substitusi sebagai kenaikan setoran sehingga beban pengemudi tidak bertambah,” katanya.

Pelayanan Pengemudi Ikut Dibenahi

Transformasi angkot, kata Budi, tidak berhenti pada penggantian kendaraan. Kopamas juga ingin meningkatkan kualitas pelayanan pengemudi kepada para penumpang.

Menurutnya, perubahan pola pikir pengemudi menjadi salah satu hal penting dalam pembenahan transportasi umum. Pengemudi diharapkan tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memperhatikan kenyamanan serta pelayanan kepada pengguna jasa.

“Selain itu, pengemudi harus merubah mindset tentang sopir angkot. Selama ini, pengemudi kami kan yang penting mah untung, bawa mobil seenaknya gimana kita. Artinya pelayanannya buruk bisa dikatakan seperti itu,” ujar Budi.

Demi meningkatkan pengawasan dan keamanan, setiap angkot listrik juga dilengkapi kamera pengawas atau CCTV.

Kopamas turut menerapkan aturan disiplin bagi pengemudi. Salah satunya larangan merokok selama menjalankan kendaraan.

“Kalau merokok saya ganti, berhentikan,” tegasnya.

Punya Jarak Tempuh hingga 300 Kilometer

Dari sisi spesifikasi, angkot listrik yang tengah diuji memiliki dimensi panjang sekitar 4,5 meter, lebar 1,6 meter, dan tinggi 2 meter. Kendaraan tersebut dibekali baterai berkapasitas 50 kWh.

“Mesin kekuatannya itu 50 kw sama dengan ekuivalen kilometernya itu di angka 300 km. Ngisi baterai kendaraan sekitar 4-5 jam slow charging, fast charging sekitar 2 jam,” ungkap Budi.

Untuk menunjang kenyamanan penumpang, kendaraan juga dilengkapi pendingin udara atau AC serta fasilitas transaksi secara digital.

Kopamas berharap penggunaan angkot listrik dapat segera memasuki tahap komersial. Namun, sebelum keputusan tersebut diambil, masih terdapat sejumlah proses evaluasi yang harus diselesaikan.

Hasil pengujian akan menjadi dasar pembahasan Kopamas dengan pemerintah daerah, para anggota koperasi, serta pengemudi angkot lainnya terkait kemungkinan penerapan kendaraan listrik secara lebih luas.

“Kita saat bicara dengan para anggota sopir angkot lainnya bukan berdasarkan asumsi tapi fakta hasil uji coba,” pungkas Budi.

Berita Terkait

Warga Bandung Raya Resah Masuk Desil 10 DTSEN, Pemkot Siapkan Verifikasi Data
Pemkot Bandung Siapkan Penanaman Kembali Pohon di Jalan Riau
Dedi Mulyadi Pastikan PKL Terdampak Penertiban Kiaracondong Dapat Bantuan
Simulasi Rekayasa Lalu Lintas Jembatan Dayeuhkolot Digelar 18 Agustus, Ini Jalur Alternatifnya
Lomba Pidato AHY Muda Buka Ruang bagi Pelajar Jabar Sampaikan Gagasan untuk Indonesia
Satpol PP Bandung Tertibkan 645 Bangunan Liar Selama 2026, Penataan Kota Terus Diperkuat
Hari Pertama Jam Masuk Sekolah 06.30 WIB, Bupati Garut Pantau Langsung Pelaksanaannya
Enam Maskapai Ajukan Operasi di Bandara Husein, Rute Internasional Bandung Siap Kembali Dibuka

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:47 WIB

Angkot Listrik Mulai Diuji Coba di Kota Bandung, Kopamas Soroti Masa Depan Transportasi Umum

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:02 WIB

Warga Bandung Raya Resah Masuk Desil 10 DTSEN, Pemkot Siapkan Verifikasi Data

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:58 WIB

Pemkot Bandung Siapkan Penanaman Kembali Pohon di Jalan Riau

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:26 WIB

Dedi Mulyadi Pastikan PKL Terdampak Penertiban Kiaracondong Dapat Bantuan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:28 WIB

Simulasi Rekayasa Lalu Lintas Jembatan Dayeuhkolot Digelar 18 Agustus, Ini Jalur Alternatifnya

Berita Terbaru

Kegiatan Lomba Rakyat yang digelar di DPC Demokart Kabupaten Bandung, yang diikuti Kader dan Masyarakat. Minggu (23/08/2026)

Jawa Barat

Lomba Rakyat Jadi Ajang Kebersamaan Kader dan Masyarakat

Minggu, 23 Agu 2026 - 18:21 WIB