Infobandungnews – Pemerintah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menyiapkan anggaran besar untuk sektor infrastruktur jalan pada tahun 2026, dengan nilai mencapai sekitar Rp200 miliar. Dana tersebut dialokasikan secara bertahap, dimulai pada triwulan pertama sebesar Rp127 miliar, dan akan ditambah pada tahap berikutnya hingga totalnya diperkirakan menembus Rp200–300 miliar.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menyampaikan bahwa pembangunan jalan menjadi fokus utama pemerintah daerah guna memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendorong pergerakan ekonomi masyarakat, terutama di kawasan perdesaan.
Sebagai bagian dari percepatan pembangunan, Pemkab Bandung menggandeng TNI Angkatan Darat melalui Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Tahun 2026. Dalam program ini, dialokasikan dana Rp10 miliar dari APBD 2026 untuk pembangunan jalan beton sepanjang 1,5 kilometer di Desa Cipelah, yang menghubungkan Kecamatan Rancabali dengan wilayah perbatasan Kabupaten Cianjur.
Pembangunan jalan di Cipelah diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian, seiring besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki kawasan Rancabali.
Selain itu, Pemkab Bandung juga menargetkan penyelesaian sejumlah proyek jalan lainnya, termasuk pembangunan ruas sepanjang 20 kilometer di Kampung Londok, Desa Sugihmukti, Kecamatan Pasirjambu.
Langkah ini disebut sebagai wujud keberpihakan APBD terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus strategi pemerintah daerah untuk memperluas aksesibilitas dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Di sisi lain, Komandan Kodim 0624 Kabupaten Bandung, Letkol Kav. Samto Betah, menjelaskan bahwa TMMD ke-127 akan berlangsung selama 30 hari sebagai bentuk sinergi antara TNI dan Pemkab Bandung dalam mempercepat pembangunan ddesa
Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup kegiatan nonfisik seperti penyuluhan serta sosialisasi wawasan kebangsaan kepada masyarakat.









