Infobandungnews – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya mengatasi persoalan anak tidak sekolah (ATS) dengan menargetkan seluruh anak yang masuk dalam kategori tersebut dapat kembali memperoleh akses pendidikan pada 2028.
Berbagai langkah disiapkan, di antaranya dengan memperkuat program pendidikan kesetaraan serta mengidentifikasi kecamatan yang memiliki jumlah ATS terbanyak.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi terkini, terdapat 7.893 anak tidak sekolah di Kota Bandung.
Sebagai langkah percepatan, Dinas Pendidikan akan berkolaborasi dengan Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
“Karena itu, kami sudah memetakan kecamatan mana yang jumlah ATS-nya paling banyak. Penanganannya nanti akan dilakukan melalui SKB dan PKBM, karena kedua lembaga ini yang sudah menjalankan tugas tersebut,” kata Asep saat ditemui di Balai Kota Bandung, Kamis (5/11/2026).
Asep menjelaskan, salah satu tantangan dalam mengembalikan anak ke dunia pendidikan adalah masih terbatasnya dukungan dari lingkungan keluarga. Sebagian orang tua lebih memilih anaknya bekerja secara tidak tetap untuk membantu mencukupi kebutuhan rumah tangga daripada meneruskan sekolah.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan unsur kewilayahan, mulai dari pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga pengurus RT dan RW.
Melalui pendekatan tersebut, orang tua diharapkan semakin memahami bahwa pendidikan merupakan bekal penting bagi masa depan anak. Termasuk dengan memanfaatkan jalur pendidikan nonformal atau kesetaraan.
“Yang penting anak tetap bisa bersekolah sampai Paket C. Nanti kalau suatu saat ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, ia sudah memiliki sertifikat yang sah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Asep mengungkapkan bahwa persoalan anak tidak sekolah juga menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dalam pertemuan bersama Sekretaris Daerah Jawa Barat, disampaikan arahan agar seluruh daerah di Jawa Barat mampu menuntaskan persoalan ATS.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Dinas Pendidikan Kota Bandung telah menyiapkan rencana aksi sekaligus melakukan pemetaan sebagai dasar menentukan strategi penanganan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik setiap wilayah.
Dengan memperkuat sinergi bersama SKB, PKBM, serta jajaran aparat kewilayahan, Pemkot Bandung optimistis upaya mengembalikan anak-anak ke bangku pendidikan dapat berjalan lebih efektif sehingga target seluruh ATS terlayani pada 2028 bisa tercapai.









