Infobandungnews – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa rencana mendatangkan rangkaian kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang tidak akan dilanjutkan.
“Kita enggak impor bekas,” ujar Bobby di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Ia menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen menyediakan armada kereta baru bagi masyarakat sebagai pengguna layanan transportasi publik, bukan menggunakan rangkaian kereta bekas.
“Pokoknya buat rakyat, harus yang baru,” ucapnya.
Sebelumnya, Komisi VI DPR RI telah memberikan persetujuan terhadap rencana KAI untuk mengimpor rangkaian kereta bekas guna mengatasi kebutuhan peningkatan kapasitas layanan KRL di kawasan Jabodetabek.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, saat membacakan kesimpulan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9), menyampaikan:
“Memenuhi kebutuhan kapasitas angkutan perkeretaapian, khususnya KRL Jabodetabek dengan meningkatkan industri lokal dan melakukan impor rangkaian kereta, bukan baru, yang terintegrasi dan berkelanjutan,” kata Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade dalam kesimpulan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR bersama Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9).
Setelah menyampaikan kesimpulan tersebut, Andre meminta persetujuan seluruh anggota dan peserta rapat terkait poin yang telah dibacakan.
“Setuju?” tanya Andre.
“Setuju,” jawab peserta rapat.









