Infobandungnews – Nuansa baru mulai mewarnai sejumlah sudut wilayah Jawa Barat. Ornamen berbentuk susunan bata merah dengan desain menyerupai arsitektur candi kini diperkenalkan sebagai salah satu ciri visual dalam proyek pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).
Sentuhan arsitektur tersebut mulai diterapkan pada sejumlah fasilitas umum, di antaranya tiang penerangan jalan umum (PJU), gerbang kawasan Gedung Sate, serta pagar pembatas di sekitar kawasan Gasibu.
Pemprov Jabar menyebut penerapan desain tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperindah tampilan lingkungan perkotaan. Lebih dari itu, ornamen khas ini menjadi bagian dari strategi membangun identitas daerah sekaligus menciptakan tata ruang publik yang tertib, modern, dan memiliki karakter tersendiri.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar, Mas Adi Komar, menyampaikan bahwa pemasangan ornamen di sejumlah lokasi di Kota Bandung merupakan salah satu langkah pemerintah dalam meningkatkan kualitas pemanfaatan fasilitas dan ruang publik.
“Iya merupakan bagian dari bagaimana kita mengoptimalkan ruang-ruang publik, intinya kita ingin mempercantik kota dengan memanfaatkan ruang-ruang publik,” jelas Adi Komar, Rabu (4/11/2026).
Ia menerangkan, penggunaan elemen desain bercorak khas daerah diharapkan dapat memberikan nilai tambah pada fasilitas umum. Dengan demikian, keberadaan infrastruktur tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan identitas budaya Jawa Barat.
“Intinya selain memunculkan sesuatu yang indah dipandang, juga supaya identitas itu muncul, memperkuat identitas kedaerahan,” katanya.
Selain memperkuat karakter daerah, pembenahan ruang publik juga diarahkan untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih tertata. Penataan tersebut diharapkan mampu mengurangi berbagai persoalan estetika, seperti pemasangan spanduk yang tidak beraturan serta tumpukan sampah di sejumlah sudut kota.
“Yang bertebaran dimana-mana dan sampah disudut-sudut, sehingga kota tertata dengan rapi dengan sentuhan yang tentu mengoptimalkan ruang,” ujarnya.
Penerapan konsep desain ini nantinya tidak terbatas pada fasilitas penerangan jalan. Pemprov Jabar juga telah menyiapkan sejumlah rancangan ornamen untuk mempercantik berbagai fasilitas lain, khususnya pada ruas jalan yang berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.
“Berapa beberapa desain sih memang sudah direncanakan ya, sudah disiapkan, baik di PJU maupun beberapa ornamen yang ada di ruas jalan provinsi,” ungkapnya.
Mengingat sejumlah pekerjaan penataan masih berjalan, Adi mengimbau masyarakat untuk memberikan waktu hingga seluruh proses pembangunan rampung, termasuk pembenahan fasilitas di kawasan Gasibu.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas yang telah dibangun serta berperan aktif mempertahankan kebersihan di lingkungan ruang publik.
“Ini kan masih dalam proses pembangunan ya, silakan kita nanti tunggu pembangunannya ya, termasuk yang di Gasibu dan di semua area, tunggu pembangunannya,” ucapnya.
“Yang pasti kita ingin menyajikan sesuatu yang terbaik untuk masyarakat, dengan tentunya berharap semua masyarakat bisa juga menjaganya dan tentunya menjaga kebersihan di semua sudut-sudut ruang publik,” pungkasnya.









