Nadiem Buka-bukaan Soal UKT, Dede Yusuf Malah Makin Heran

- Jurnalis

Selasa, 21 Mei 2024 - 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto CNBC TV

Foto CNBC TV

Infobandungnews.comJakarta-Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf heran dengan pemaparan yang disampaikan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim. Dia menilai dari penerapan sang menteri, persoalan Uang Kuliah Tunggal (UKT) naik seakan baik-baik saja. Tetapi di luar, isu ini membuat heboh.

“Terima kasih saudara menteri, kalau dari paparan hari ini kelihatannya aman-aman saja ya. Tapi kenapa di luar ini begitu banyak sekali masalah,” kata Dede Yusuf dalam rapat kerja dengan Nadiem dan jajaran Kemendikbudristek, Selasa, (21/5/2024).

Dede Yusuf mengatakan dirinya cukup tergelitik dengan satu fakta di lapangan. Dia mengaku heran perguruan tinggi negeri yang berstatus badan hukum atau PTNBH tiba-tiba secara serempak menaikan UKT pada tahun ini. Dia meminta Nadiem untuk menjelaskan hal tersebut lebih jauh.

Baca Juga :  Tim Basket Patriot Beezers Bandung Sabet Gelar Juara pada Ajang Kapolresta Bandung Cup U-16

“Mungkin yang menggelitik kami adalah kenapa tiba-tiba serempak PTNBH menaikan pada tahun ini, itu yang jadi pertanyaan. Apakah karena subsidi pemerintah berkurang atau apa,” kata dia.

Foto Kompas TV

Komisi X DPR RI menggelar rapat kerja dengan Nadiem dan Kemendikbud untuk membahas polemik kenaikan UKT di kampus-kampus negeri. Kenaikan ini menimbulkan demonstrasi dan kritik dari para mahasiswa. Para mahasiswa salah satunya menuding bahwa kenaikan UKT di kampus mereka disebabkan oleh terbitnya Permendikbud Nomor 2 Tahun 2024.

Dalam paparannya, Nadiem mengatakan ketentuan tarif UKT pada Permendikbud 2 Tahun 2024 hanya berlaku untuk mahasiswa baru. Dia juga mengatakan perubahan aturan UKT itu tidak akan berpengaruh pada mahasiswa golongan miskin dan diterapkan secara berjenjang.

Baca Juga :  Dede Yusuf : Olahraga Untuk Anak Usia Dini Jangan Dipaksakan Menjadi Prestasi, Mereka Masih Tumbuh Dan Berkembang

Nadiem menjelaskan maksud UKT berjenjang adalah biaya semester dibagi berdasarkan kemampuan mahasiswa untuk membayar. Dia menjelaskan mahasiswa yang berasal dari keluarga kaya harus membayar lebih banyak. Sementara, mahasiswa tak mampu membayar lebih sedikit.

“Ini memang asas yang selama ini sudah dilaksanakan untuk UKT di perguruan tinggi kita,” kata dia.

Meski demikian, Nadiem juga mengatakan akan mengecek kenaikan UKT di setiap PTN. Dia bilang kenaikan UKT untuk golongan non-miskin tetap harus dilaksanakan secara masuk akal.

“Kami akan memastikan bahwa kenaikan yang tidak wajar akan kami cek, evaluasi, kami assessment,” kata Nadiem.(YG-IBN001)***

Cek Berita Lainnya di Google News 

 

Berita Terkait

Kemendikbud Hapus Jurusan IPA-IPS-Bahasa di SMA Mulai Tahun Ini
Ratusan Guru Honorer di Jakarta Dipecat Mendadak, Kok Bisa?
Sekolah Tinggi Kesehatan Indonesia (Stikindo) Selenggarakan Ucap Janji Pra Klinik Untuk Mahasiswa
Promosi Destinasi via Smartphone, Dede Yusuf Wanti-Wanti Masalah Ini
Pertalite Dibatasi, Daya Beli Masyarakat Siap-Siap Terpukul
Tim Basket Patriot Beezers Bandung Sabet Gelar Juara pada Ajang Kapolresta Bandung Cup U-16
Saeful Bachri Membuka Kursus Mahir Dasar Kwaran Majalaya
Buka DIANPINSAT Pramuka Penegak Dan Pandega Kabupaten Bandung, Dispora : Semoga Bisa Meningkatkan Kualitas Kader Pramuka
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juli 2024 - 23:09 WIB

Kemendikbud Hapus Jurusan IPA-IPS-Bahasa di SMA Mulai Tahun Ini

Rabu, 17 Juli 2024 - 18:30 WIB

Ratusan Guru Honorer di Jakarta Dipecat Mendadak, Kok Bisa?

Senin, 15 Juli 2024 - 20:10 WIB

Sekolah Tinggi Kesehatan Indonesia (Stikindo) Selenggarakan Ucap Janji Pra Klinik Untuk Mahasiswa

Sabtu, 13 Juli 2024 - 11:19 WIB

Pertalite Dibatasi, Daya Beli Masyarakat Siap-Siap Terpukul

Senin, 8 Juli 2024 - 18:44 WIB

Tim Basket Patriot Beezers Bandung Sabet Gelar Juara pada Ajang Kapolresta Bandung Cup U-16

Berita Terbaru

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan, guru honorer yang kena cleansing atau diberhentikan ialah mereka yang diangkat oleh kepala sekolah tanpa aturan yang sesuai. (foto- merdeka.com)

Pendidikan

Ratusan Guru Honorer di Jakarta Dipecat Mendadak, Kok Bisa?

Rabu, 17 Jul 2024 - 18:30 WIB