Infobansungnews – Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam meningkatkan kualitas birokrasi menunjukkan capaian menggembirakan. Sepanjang 2025, lebih dari 31.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jabar mengikuti program penguatan kompetensi melalui Jabar Corporate University.
Program tersebut berkontribusi pada meningkatnya Indeks Profesionalitas ASN Jawa Barat yang mencapai 37,11 persen dari skala maksimal 40 persen, berdasarkan penilaian Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Barat, Ika Mardiah, menegaskan bahwa Jabar Corporate University menjadi fondasi utama dalam peningkatan kapasitas aparatur. Sepanjang 2025, puluhan ribu ASN mengikuti program pembelajaran berbasis sistem terpadu yang dirancang untuk memperkuat kompetensi dan kinerja.
Hasil evaluasi LAN juga menunjukkan tingkat kematangan Corporate University di lingkungan Pemprov Jabar telah mencapai level Advanced, menandakan sistem pembelajaran organisasi berjalan efektif, sistematis, dan berkelanjutan.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menekankan bahwa kualitas ASN merupakan faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Ia menyatakan bahwa target pembangunan daerah tidak akan tercapai tanpa SDM birokrasi yang unggul, adaptif, dan berorientasi pelayanan.
Menurutnya, kewajiban pembelajaran mandiri minimal 20 jam per tahun melalui Jabar Corporate University diharapkan mendorong lahirnya inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan pelayanan publik.
50 Ribu ASN Akan Jalani Asesmen Terintegrasi
Selain penguatan pelatihan, Pemprov Jabar juga menyiapkan pemetaan kompetensi melalui asesmen terintegrasi terhadap sekitar 50.000 ASN. Langkah ini bertujuan memastikan pengembangan SDM dilakukan secara tepat sasaran serta selaras dengan kebutuhan organisasi.
Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN LAN, Erna Irawati, menilai konsep Corporate University akan menjadi standar baru dalam pengembangan aparatur pemerintah. Ia menyebutkan bahwa ekosistem pembelajaran terintegrasi penting untuk membangun budaya belajar organisasi yang berdampak langsung pada peningkatan kinerja.
Melalui pendekatan tersebut, budaya belajar di lingkungan birokrasi diharapkan semakin kuat dan mampu mendorong kinerja pemerintahan daerah yang lebih profesional, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.***









