Disorot Publik! Pembuatan Konten Masjid Al Jabbar Telan Rp 16 Miliar

- Jurnalis

Senin, 9 Januari 2023 - 09:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews-Masjid Raya Al Jabbar Gedebage Kota Bandung yang menghabiskan dana 1 Triliun dari APBDProvinsi Jawa Barat hingga kini masih menjadi sorotan dan kritik dari warga masyarakat Jawa Barat terlebih sekarang juga berkembang ada anggaran untuk pembuatan konten pagu anggaran Rp 20 miliar.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Bambang Tirtoyuliono.

“Ya anggaran itu ada. Di pagunya memang Rp 20 miliar tapi realisasinya hanya Rp 14,5 miliar. Proses bukan penunjukan langsung tapi melalui proses lelang,” jelas Bambang dikutip Koran Gala

Ia menyebutkan anggaran tersebut untuk pekerjaan yang cukup banyak, yakni untuk 240 item pekerjaan. Dalam pelaksanaan, proses penganggaran, dan programnya pun sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Dalam LKPP tertera nama tender 1 Pekerjaan Pembuatan Konten Masjid Raya Provinsi Jawa Barat dengan kode Rencana Umum Pengadaan Nomor 30830988. Tender itu tertanggal pada 1 April 2022, dengan sumber pendanaan RUP melalui APBD 2022.Masih dalam keterangan tangkapan layar itu, tertera satuan tugas berada di Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat.

Dalam tangkapan layar itu, tertera pula tender sudah selesai dengan nilai HPS sebesar Rp 16,3 miliar dari nilai pagu paket Rp 20 miliar.

Sedangkan untuk metode pengadaan dalam proyek itu menggunakan sistem tender pascakualifikasi satu file harga terendah sistem gugur. Pemenang lelang berlokasi di Kota Bandung, Jawa Barat.

Baca Juga :  Kisah Bocah Tegar Saat Kedua Orangtuanya Meninggal Karena Gempa Bumi Cianjur

Pengamat kebijakan publik Kandar Karnawan turut menyoroti anggaran pembuatan konten proyek masjid itu. Kandar mengaku terkejut mengaku terkejut dengan jumlah anggaran proyek itu.

Padahal, lanjut Kandar, masih banyak kebutuhan publik lain yang lebih bermanfaat.

“Saya tidak habis pikir untuk apa uang sebesar itu (Rp 16 miliar lebih)? Apa urgensinya? Padahal masih banyak hal lain untuk kepentingan masyarakat yang lebih penting,” ungkap Kandar melalui sambungan telepon, Minggu (8/1/2023).

Pihaknya pun menilai, anggaran pembuatan konten itu terkesan tidak realistis. Bahkan, pihaknya mengaku penasaran konten seperti apa sehingga harus membutuhkan anggaran sebesar Rp 16 miliar lebih.

“Pemerintah seharusnya tidak menghambur-hamburkan uang rakyat. Saat ini masih banyak pekerjaan rumah yang perlu pembenahan Pemprov Jawa Barat. Apalagi ini tahun terakhir di era kepemimpinan Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat,” tuturnya.

Kandar menegaskan, jika Pemprov Jawa Barat menyalurkan anggaran untuk pembuatan konten Masjid Al Jabbar untuk masyarakat pelosok Jawa Barat yang membutuhkan bantuan, tentu akan lebih bermanfaat.

“Akan lebih bermanfaat jika anggaran itu untuk kepentingan publik secara langsung, bukan untuk hal lain yang tidak langsung menyentuh masyarakat langsung,” ungkapnya.

OKI(IBN002)

Berita Terkait

Ngatiyana Resmi Buka MPLS 2026, Tekankan Sekolah Harus Aman, Ramah, dan Berkualitas
Saeful Bachri: Pengawasan Pemerintahan Harus Berdampak Nyata, Data Akurat Jadi Kunci Bantuan Tepat Sasaran
Pria Asal Kabupaten Bandung Ditemukan Meninggal di Kings Shopping Center, Polisi Lakukan Penyelidikan
Pemkab Garut Bersiap Kembali Buka Beasiswa “Satu Desa Satu Sarjana” 2026
Pemprov Jabar Tegaskan Sanksi Berat bagi ASN yang Terbukti Melanggar Aturan Terkait LGBT
Saeful Bachri: Kebutuhan SMAN dan SMKN Harus Disesuaikan dengan Jumlah Penduduk
Resmi Ditutup Permanen, Jalan Diponegoro Depan Gedung Sate Tak Lagi Bisa Dilalui Kendaraan
Kementerian PU Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bandung, Dilengkapi Asrama hingga Kolam Retensi

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:26 WIB

Ngatiyana Resmi Buka MPLS 2026, Tekankan Sekolah Harus Aman, Ramah, dan Berkualitas

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:51 WIB

Saeful Bachri: Pengawasan Pemerintahan Harus Berdampak Nyata, Data Akurat Jadi Kunci Bantuan Tepat Sasaran

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:11 WIB

Pria Asal Kabupaten Bandung Ditemukan Meninggal di Kings Shopping Center, Polisi Lakukan Penyelidikan

Selasa, 14 Juli 2026 - 00:20 WIB

Pemkab Garut Bersiap Kembali Buka Beasiswa “Satu Desa Satu Sarjana” 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 21:07 WIB

Saeful Bachri: Kebutuhan SMAN dan SMKN Harus Disesuaikan dengan Jumlah Penduduk

Berita Terbaru