Demi Lingkungan Pak RW dari Padalarang Olah Sampah Plastik Jadi Paving Block

- Jurnalis

Jumat, 5 Januari 2024 - 13:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Toni Permana didepan wakil ketua komisi X Dr Dede Yusuf Macan memperlihatkan paving block buatanya yang terbuat dari limbah plastik. Padalarang, Kamis (4/1/2024)

Toni Permana didepan wakil ketua komisi X Dr Dede Yusuf Macan memperlihatkan paving block buatanya yang terbuat dari limbah plastik. Padalarang, Kamis (4/1/2024)

Infobandungnews – Padalarang. Toni Permana didepan wakil ketua komisi X Dr Dede Yusuf Macan memperlihatkan paving blok buatanya. Sekuat tenaga ia membenturkan dua buah paving blok nya. Bukan sulap, bukan sihir. Paving block tersebut tidak lecet apalagi hancur berkeping-keping. Ternyata, paving block yang dibanting Pak RW – sapaan akrab Toni Permana – terbuat dari sampah plastik bekas pembungkus beragam produk, seperti makanan ringan dan mi instan.

Pria berusia 42 tahun ini mengatakan kepada Dede Yusuf bahwa dia terinspirasi dari salah satu tayangan televisi nasional yang menyiarkan berita paving block terbuat dari sampah di Jawa Tengah. Pak RW Toni pun memikirkan langkah-langkah proses produksi dengan segala keterbatasan yang ia miliki.

Pilihan untuk memproduksi paving block dari residu sampah ia ambil berdasarkan alasan yang kuat. Plastik-plastik bungkus makanan ringan, mi instan, atau bubuk pembuat minuman terkadang dianggap memiliki nilai ekonomis yang kecil dan bahkan tidak ada nilainya.

Residu sampah tersebut biasanya dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) atau Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Sampah plastik yang berserakan di selokan atau sungai dapat mengakibatkan banjir. Tidak hanya itu, kandungan zat kimia dalam plastik dapat mencemari tanah dan air. Bahkan sejumlah studi menyimpulkan bahwa sampah plastik butuh 50 sampai 100 tahun agar dapat terurai.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dr. Dede Yusuf Macan didampingi Tenaga Ahli Komisi X Saful Bachri. SH., M.AP saat mengunjungi Bank Sampah Sukamaju Sejahtera (BS3) Padalarang Kabupaten Bandung Barat. Kamis (4/1/2024)

“Paving block ini menyerap semua jenis sampah yang tidak ada nilainya,” kata Toni kepada Dr. Dede Yusuf Macan yang didamping tenaga ahli komisi X DPR RI Saeful Bachri S.H., M.A.P. di Bank Sampah Sukamaju Sejahtera (BS3) yang berlokasi di Kp. Sukamaju Rw.10 Desa Padalarang Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat. Kamis (4/1/2024)

Toni menambahkan bahwa dia menerima sejumlah jenis sampah pilahan dari warga yang menabung di bank sampah binaannya, yakni Sampah Sukamaju Sejahtera.

Plastik yang ia kumpulkan di bank sampah inilah yang menjadi modal pembuatan paving block. Ia tidak ingin bank sampah yang dia dirikan menjadi sumber masalah baru bila sampahnya tidak terkelola dengan baik.

Pemberdayaan masyarakat

Wakil ketua komisi X Dr Dede Yusuf Macan mengapresiasi Bank sampah sukamaju sejahtera (BS3) yang memberdayakan masyarakat dan karang taruna setempat. Ia mengatakan strategi yang digunakan bank sampah untuk pemberdayaan masyarakat dan karang taruna merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk membantu masyarakat bagaimana cara mengurangi sampah yang ada dilingkungan sekitar dengan cara menabung sampah.

Politikus Partai Demokrat tersebut menyampaikan akan mendorong kegiata kegiatan ini melalui program kewirausahaan ke kementrian pemuda dan olahraga.

Bank Sampah Sukamaju Sejahtera (BS3) yang diinisiasi dan dikelola oleh Toni Setiawan sebelumnya di tahun 2017 tempat tersebut merupakan sebuah taman bacaan yang memiliki nama Taman Bacaan Rancage yang kini tempat tersebut beralih fungsi mejadi sebuah Bank Sampah dan budidaya magot. Karena dengan adanya gadget animo masyarakat untuk membaca menurun. (YG-IBN)***

 

 

Berita Terkait

Pemkot Bandung Mantapkan Pengembangan BRT, 18 Rute Ditetapkan dengan Jalur Khusus Bertahap
Pemprov Jabar Proses Tunda Bayar Rp629 Miliar, Pembayaran Bertahap Tunggu Verifikasi Kualitas Proyek
Kolaborasi Pemkab Bandung–TNI AU, 5,2 Juta Benih Ditebar via Pesawat CASA C-212
Bandung Menuju Kota Tanpa Kabel Semrawut: Program Ducting Kabel Bawah Tanah Terus Diperluas
Upwelling Hantam Waduk Saguling, Kematian Massal Ikan Ancam Kerugian Besar Petani KJA
Pemkot Bandung Siapkan Strategi Hadapi Dampak Pembangunan BRT Bandung Raya 2026
Skema Bantuan Sekolah Swasta Jabar 2026 Berubah, Fokus untuk Siswa Miskin dan Beasiswa
YMT Soroti Dampak Penutupan Bandung Zoo terhadap PAD dan Minat Warga

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 13:27 WIB

Pemkot Bandung Mantapkan Pengembangan BRT, 18 Rute Ditetapkan dengan Jalur Khusus Bertahap

Minggu, 1 Februari 2026 - 08:02 WIB

Pemprov Jabar Proses Tunda Bayar Rp629 Miliar, Pembayaran Bertahap Tunggu Verifikasi Kualitas Proyek

Minggu, 1 Februari 2026 - 07:24 WIB

Kolaborasi Pemkab Bandung–TNI AU, 5,2 Juta Benih Ditebar via Pesawat CASA C-212

Sabtu, 31 Januari 2026 - 07:55 WIB

Bandung Menuju Kota Tanpa Kabel Semrawut: Program Ducting Kabel Bawah Tanah Terus Diperluas

Sabtu, 31 Januari 2026 - 07:31 WIB

Upwelling Hantam Waduk Saguling, Kematian Massal Ikan Ancam Kerugian Besar Petani KJA

Berita Terbaru