Infobandungnews – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menanggapi polemik kondisi Jembatan Sasak Geulis di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Respons ini muncul setelah warga menggelar aksi protes dengan memasang spanduk di sekitar Jembatan Sasak Geulis dan jembatan baru Dayeuhkolot pada Sabtu (7/2/2026).
Aksi tersebut mencerminkan keresahan masyarakat akibat kondisi jembatan yang rusak dan belum mendapat perbaikan permanen sejak 2021. Struktur jembatan yang mengalami keretakan selama beberapa tahun terakhir kini hanya ditopang konstruksi bailey sebagai solusi darurat.
Meski kondisinya tidak ideal, jembatan tersebut masih digunakan setiap hari karena menjadi jalur vital penghubung wilayah Bandung Selatan. Warga pun menuntut agar solusi sementara tersebut segera diganti dengan pembangunan permanen.
Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi mengaku telah menerima laporan terkait keluhan masyarakat. Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, ia menyampaikan bahwa Jembatan Sasak Geulis merupakan bagian dari ruas jalan provinsi yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Menjawab tuntutan warga, Dedi memastikan bahwa pembangunan jembatan baru telah masuk dalam anggaran tahun 2026.
“Tahun ini sudah dianggarkan untuk pembangunan jembatan baru,” ujar Dedi Mulyadi dalam unggahannya, Minggu (8/2/2026).
Ia menjelaskan terdapat dua opsi konsep pembangunan. Konsep pertama mempertahankan model jembatan seperti saat ini tanpa peninggian, dengan estimasi anggaran sekitar Rp60 miliar.
Namun, berdasarkan masukan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), muncul opsi kedua, yakni pembangunan jembatan dengan elevasi lebih tinggi. Jika konsep ini dipilih, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp100 miliar.
Dedi juga mengungkapkan bahwa proses pembangunan telah memasuki tahap pembebasan lahan. Jika menggunakan konsep tanpa peninggian, pembangunan bisa segera dilaksanakan tahun ini. Sementara jika jembatan ditinggikan, diperlukan tambahan biaya sekitar Rp50 miliar.
Meski terdapat perbedaan skema dan anggaran, Dedi menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetap mengupayakan agar pembangunan Jembatan Sasak Geulis dapat direalisasikan pada tahun 2026.
Terkait aksi protes warga, Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi sekaligus permohonan maaf atas keterlambatan penanganan jembatan tersebut.
“Terima kasih atas kritik warga dan mohon maaf apabila penanganan jembatan tersebut mengalami keterlambatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur membutuhkan tahapan panjang, mulai dari perencanaan, pembebasan lahan, hingga penganggaran. Meski demikian, Dedi kembali menegaskan bahwa proyek pembangunan Jembatan Sasak Geulis telah masuk dalam perencanaan dan anggaran resmi.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen Pemprov Jawa Barat untuk terus memberikan pelayanan dan pembangunan terbaik bagi masyarakat.***









