Dampingi Presiden Resmikan RDMP, Menko AHY Tegaskan Peran Strategis Menuju Kemandirian Energi

- Jurnalis

Selasa, 13 Januari 2026 - 22:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobandungnews.com – BALIKPAPAN – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur energi melalui Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) menjadi penanda penting dalam upaya transformasi dan penguatan sektor energi nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan saat ia mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian proyek RDMP di Balikpapan, Senin (12/1/2026). Proyek ini termasuk dalam jajaran Proyek Strategis Nasional yang diarahkan untuk memperkokoh ketahanan sekaligus kemandirian energi Indonesia.

Menko AHY menuturkan, RDMP Balikpapan merefleksikan kesungguhan pemerintah dalam membangun industri energi nasional yang berdaya saing, memberikan nilai tambah di dalam negeri, serta mendorong pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan bagi masyarakat luas.

“RDMP Balikpapan menunjukkan komitmen nyata pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi, meningkatkan kapasitas nasional, dan menghadirkan produk energi yang lebih bersih serta efisien,” ujar AHY.

Proyek RDMP Balikpapan dikelola oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB), dengan total investasi mencapai USD 7,4 miliar atau setara Rp123 triliun. Modernisasi ini menjadi proyek pengembangan kilang terbesar di Indonesia dan termasuk salah satu yang paling strategis di kawasan Asia Tenggara. Melalui proyek tersebut, kapasitas pengolahan kilang meningkat dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari, sekaligus meningkatkan standar kualitas BBM dari Euro 2 ke Euro 5 yang lebih hemat energi dan berwawasan lingkungan.

Baca Juga :  Diapresiasi Atas Dedikasi dan Inspirasi, Menko AHY Raih Penghargaan Alumni Tertinggi dari Nanyang Technological University Singapura

AHY juga menyoroti peran RDMP Balikpapan dalam mendukung kebijakan hilirisasi dan industrialisasi nasional sebagaimana tercantum dalam agenda Asta Cita Pemerintah. Selain itu, proyek ini turut mendorong peningkatan produksi LPG dari sebelumnya 48 ribu ton per tahun menjadi sekitar 384 ribu ton per tahun, yang diperkirakan mampu menekan impor LPG hingga 4,9 persen.

“Kilang ini dirancang dengan tingkat kompleksitas tinggi sehingga mampu memproduksi berbagai produk bernilai tambah, mulai dari LPG, gasoline, hingga bahan baku petrokimia. Hal ini menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat struktur industri nasional,” jelasnya.

RDMP Balikpapan juga mencatat capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang melampaui 35 persen, menunjukkan kontribusi signifikan industri nasional dalam pelaksanaan proyek strategis tersebut.

Berita Terkait

Mulai 1 Juli, Driver Gojek dan Grab Terima 92% Pendapatan, Potongan Aplikasi Turun Jadi 8%
BGN Hentikan Insentif Dapur MBG Saat Libur Sekolah, Anggaran Rp3,4 Triliun Dihemat
Dorong Praja IPDN Jadi ASN Unggul dan Adaptif untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
BGN Kaji Ulang Insentif Rp6 Juta per Hari untuk Dapur MBG, Anggaran Bahan Baku Tetap Aman
Dapur MBG Membengkak, Pemerintah Evaluasi dan Kaji Penutupan SPPG Berlebih
Demokrat Bantah Keras Isu “Dua Kolonel Usulan AHY” di Kasus Korupsi MBG, Sebut Fitnah Tak Berdasar
Rupiah Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Bus Pariwisata Jabar Mulai Kurangi Operasional Armada
BGN Moratorium Dapur MBG Baru, Optimalkan Kantin Sekolah-Dapur Umum

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 07:29 WIB

Mulai 1 Juli, Driver Gojek dan Grab Terima 92% Pendapatan, Potongan Aplikasi Turun Jadi 8%

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:38 WIB

BGN Hentikan Insentif Dapur MBG Saat Libur Sekolah, Anggaran Rp3,4 Triliun Dihemat

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:13 WIB

Dorong Praja IPDN Jadi ASN Unggul dan Adaptif untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:06 WIB

BGN Kaji Ulang Insentif Rp6 Juta per Hari untuk Dapur MBG, Anggaran Bahan Baku Tetap Aman

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:11 WIB

Dapur MBG Membengkak, Pemerintah Evaluasi dan Kaji Penutupan SPPG Berlebih

Berita Terbaru